Kamis, 31 Januari 2013

Ini Baru Busway

Bagi warga Jakarta istilah Busway pasti bukan sesuatu yang asing. Setidaknya yang ada dalam kepala mereka adalah bus yang ada tulisan Transjakarta di sisi kanan-kirinya. Dan saya juga memahami busway itu kendaraannya selama ini, "Saya mau naik busway!" saya sering ngomong begitu. Cuma sekarang saya jadi mikir setelah Kopaja dan rencananya Metromini dilegalkan melewati jalur khusus itu; sebenarnya yang "busway" itu kendaraannya atau jalannya(?).


Sejak pertengahan bulan Januari jalur khusus Transjakarta itu memang tidak lagi dikhususkan, karena selain bus sedang seperti Kopaja yang ber-AC ada juga bus lain yang dihalalkan melewati jalur itu. Gubernur Jakarta baru telah membuat aturan baru yang entah tepat atau tidak telah membuat saya berpikir: kenapa tidak dari awal? Saya kira kalau dari awal pihak Kopaja dan Metromini diajak, kekurangan bus yang selama ini dikeluhkan akan mudah teratasi.

Busway, sesuai kemampuan bahasa Inggris saya itu kan terdiri dari kata bus dan way. Gampangnya jalan untuk bus, jadi mestinya selama bentuknya bus di situlah jalannya. Tapi yang terjadi selama ini tidak demikian, karena bus PPD yang melintas di jalan yang ada busway-nya tak ada yang berani masuk ke jalur bus itu. Yang masuk justru kendaraan pribadi jenis sedan dan jip juga sepeda motor. 

Sekarang dan harapannya kedepan nanti jumlah bus yang melewati jalur khusus itu kian banyak. Transjakarta terus ditambah armadanya,  Kopaja dan Metromini baru yang tahun ini akan ada peremajaan sampai 1000 bus semoga modelnya menyesuaikan. Saya rasa kalau jumlah bus bertambah dan lalu lintasnya padat bisa jadi solusi dalam hal mengatasi masuknya kendaraan pribadi ke jalur ini. Selama ini saya anggap wajar jalur khusus itu diserobot karena lebih sering kosong di tengah kemacetan.

Cuma ada sesuatu yang mengganjal selama ini di benak saya, kenapa jalurnya tidak di sebelah kiri jalan. Andai di sebelah kiri rasanya biayanya akan lebih murah, juga dengan jalur yang menepi dekat jalur pejalan kaki akan menghambat kebiasaan supir ngebut. 

Yang jelas sudah begitu adanya. Cuma ada hal menarik beberapa hari lalu, yaitu ketika saya naik Kopaja P20 dari Cikini arah Ragunan, Kopaja yang saya tumpangi yang mestinya tidak masuk Busway karena masih model lama justru ngebut di jalur khusus itu sementara Kopaja P20 baru yang mestinya masuk busway malah di jalur biasa.

6 komentar:

meilya dwiyanti mengatakan...

belum pernah numpak busway mas,,,

Dihas Enrico mengatakan...

blm pernah lewat busway....
heheeee....
kalau transportasi umumnya nyaman.... saya rasa jakarta ada solusi buat ngatasi macet...
:P

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah di sunter aja sekrng ada busway. dulu gak ada. jadi kian macet.

catatan kecilku mengatakan...

Semoga aja kebijakan baru bisa mulai mengurangi kemacetan di Jakarta :)

Popi mengatakan...

negara ini udah ga karuan2 masyarakatnya. Sanksi kurang tegas sih! Kudunya yg masuk jalur busway didenda 1 milyar!

Muhammad A Vip mengatakan...

mei:ya sudah nggak usah numpak, nonton bae
dihas:macet itu sebenarnya lumrah kok hehehe
fanny:hahahaha
Mbak Reni:semoga
Popi:satu milyar kekecilen