Kamis, 14 Februari 2013

Hari Berkasih Sayang

Sekarang tanggal 14 Februari 2013, dan besok tanggal 15...(cukup!) Ya, hari ini pada tanggal yang sepertinya ditunggu-tunggu, entah sejak kapan telah dinyatakan sebagai Hari Kasih Sayang. Namanya Hari Valentino Rossi (kayaknya bukan deh?). Hari yang bagi saya pribadi tidak istimewa, karena bagi saya semua hari sama saja, sama pentingnya dan layak untuk dirayakan. Jadi bagi anda semua yang sedang bergembira dengan Hari Kasih Sayang ini, kasih sayangilah para pengendara angkot yang stress mikir setoran.


Saya yakin, Jamal pengemudi angkot yang sekarang sedang berurusan dengan polisi karena penumpangnya  nekat melompat dan meninggal itu pasti sekarang sedang dalam kondisi tertekan batinnya. Dia butuh kasih sayang, terutama keluarganya yang pasti berharap ada orang yang mau mengganti uang belanjanya yang macet. Mereka sangat butuh kasih sayang, mereka masyarakat tertindas yang hidup awut-awutan di negara yang abai pada tanggungjawab.

Istri saya kemarin minta coklat, dia terkena wabah Valentine, dan istrinya Jamal kalaupun ada permintaan pasti cuma uang belanja, tapi pada siapa di saat suaminya tidak narik angkot. Lalu saya, haruskah minta belaskasih dan belassayang pada presiden yang sekarang makin sibuk karena tak hanya mengurus pemerintahan tapi juga ngurus partainya yang lagi kacau. Maafkan aku istriku, tak ada coklat di hari ini, dan untuk kasih sayang nantilah kita diskusikan.

Sampai di sini saya jadi ingat 20 tahun lalu. Pada Valentine 20 tahun lalu, setelah malamnya puisi saya dibacakan oleh seorang penyiar Radio RCA Tegal dan jadi salah satu pemenang lomba puisi hari valentine, siangnya di sekolahan saya jadi begitu terkenal. Puisi yang saya tujukan pada seorang gadis bernama Isti Astuti itu ternyata nyasar ke puluhan gadis yang rasanya diam-diam mengidamkan saya. Isti Astuti sembunyi dalam kekecewaannya, saya tahu karena saya laki-laki bodoh pada saat itu, bahkan mungkin sampai sekarang.

Sebentar...kenapa jadi cerita nostalgia? Maaf pemirsa sekalian, saya sedang tidak waras akhir-akhir ini, begitu banyak yang saya pikirkan, jadi mohon maaf yang sebesar-besarnya jika prilaku saya tak pantas. Sampai di sini dulu, saya juga belum makan ini.


10 komentar:

Claude C Kenni mengatakan...

Keren banget bisa menang lomba puisi kayak gitu. Puisinya masih ada ga nih? Jadi pengen baca, hehehe...

Muhammad A Vip mengatakan...

itu dia...sudah lama banget, arsipnya juga sudah lenyap karena ditinggal ke jakarta dan hilang karena rumahnya dijual

zachflazz mengatakan...

RCA tuh nama band saya dong, bareng anak-anak dan istri saya. hehe.. band terkeren di alam mimpi.

catatan kecilku mengatakan...

Wah keren banget jadi juara puisi... Kenapa sekarang gak nulis puisi lagi di blog ini ya?

the others mengatakan...

Jadi juara puisi dapat hadiah gak ya? BTW, Jamal dan istrinya gak dapat merayakan kasih sayang di hari ini ya?

niee mengatakan...

moyet juga perlu kasih sayang *salah fokus*

Huda Tula mengatakan...

sayangnya pusiinya sudah lenyap ya? padahal siapa tahu bisa dicopas jadi status di fb#plaaak


Dihas Enrico mengatakan...

kasihan banget sopir angkotnya..
mana ada pemerkosa nolongin korbannya dan bawa ke rumah sakit...

r10 mengatakan...

kasihan banget kalau kasih sayang hanya di tanggal 14 feb

Muhammad A Vip mengatakan...

rio:kasihan deh lo...