Sabtu, 02 Maret 2013

Jilbab Melulu, Sarung Dong

Sekaranglah jamannya. Gampang ditemui di mana-mana di Indonesia bahkan di dunia serba-serbi yang berlabel islami. Atau istilah kerennya Syar'i atawa Syariah. Makanan sesuai syariah (harus ada label halal), pakaian sesuai syariah (pakai jilbab dan baju koko), rumah syariah (tinggal di komplek perumahan yang namanya berbahasa Arab), nabung syariah dan seterusnya. Entah sampai kapan tren ini berlangsung.


Saya sering merenungi itu semua, tapi yang sekarang sedang saya pikirkan adalah Jilbab atau kerudung. Ya, karena belakangan saya dapati orang-orang yang beberapa waktu lalu tak berkerudung dalam aktifitas harian sekarang mereka berkerudung di mana-mana. Kerudungnya pun sudah tidak sederhana, modelnya macam-macam dengan bahan yang bermacam-macam pula. Ada yang berkibar-kibar seperti bendera, bahkan kemarin di setasiun kereta ada yang kerudungnya seperti bulu domba.

Kerudung yang sudah sejak lama jadi bagian dari busana wanita muslim di Indonesia, kini telah jadi komoditas seiring maraknya tren islami. Bahkan kalau  dahulu biasanya pemakaiannya hanya ketika para wanita akan bepergian, sekarang (lihat saja di sinetron-sinetron) orang tidurpun berkerudung. Bahkan orang berenang pun berkerudung.

Biarlah begitu, namanya juga pengin masuk surga, cuma sebagai pria saya jadi bingung, kenapa sarung tidak kena dampaknya. Sarung yang pasti identik dengan Islam khususnya di Jawa, kenapa tidak ada eksplorasi besar-besaran sebagaimana kerudung. Dari motif sampai cara pemakaiannya tetap saja begitu-begitu. Dibuat bebendol ketika sholat kemudian dipancal-pancal pakai kaki saat buat selimutan.

Mungkin karena dunia lelaki muslim kurang menarik dieksplorasi atau sulitnya sarung diotak-atik, sehingga kalaupun kemudian ada upaya mengembangkan dunia persarungan, yang ada justru sarung dimodifikasi jadi busana wanita. Ada sarung yang dibikin rok panjang, ada sarung dibikin mukena, malah jangan-jangan nanti jilbab pun pakai sarung. Bahkan kalau melihat burka (busana wanita Afganistan yang hanya menampakan mata) bukan tidak mungkin gaya Si Pitung yang memakai sarung untuk menutupi mukanya saat merampok Kompeni akan muncul kembali, cuma kali ini yang mengenakan para wanita. Ya ya ya...

12 komentar:

meilya dwiyanti mengatakan...

hahahhahaa... lah terus arep diapakna kueh sarunge ?? kalo mas avip mau, bisa sih, dibikin bunga di samping, atau pake inner sarung, biar kereen... hahahah

ada ada ajaaah ah si mas iniiihh

Untje van Wiebs mengatakan...

Jiahaha bau bau nada kesirikan nih
Kemarin kereta khusus wanita, sekarang jilbab, hihihi :p

tomo mengatakan...

Kalau jilbab, perempuan, banyak variasinya kang, demi keindahan

Lyliana Thia mengatakan...

hahaha... tak usah irilah sama wanita Fip... ^_^

eee Affip pa kabarnya? :-D

aku baru sembuh dari hiatus :-P

zachflazz mengatakan...

Kang Avip mulai mengamuk rupanya. saya mendukung Kang!! apa-apa wanita yang diekspos, kadang-kadang merasa sebagai makhluk lemah yang harus dilindungi, tapi sering juga ngaku sebagai makhluk kuat yang menyaingi lelaki. makanya sekarang wanita harus sarungan juga deh

ahmad rizal samsi mengatakan...

wahahaha.. bemana nih tanggapan para wanita-wanita nya nih

naza mengatakan...

yah soalnya kalo sarung kurang seru , paling cuman kotak kotak doang gan. ( jadi ingat pakde jokowi) hi hi hi

Obat Sakit mengatakan...

sarungnya modelnya gampang dibuat jadinya ya jilbab yang lebih ngetrend

Coretan Hidup mengatakan...

ya, karena mungkin cara berbusana pria segitu-gitu aja, Nggak bisa terlalu dotak-atik meski pakai sarung sekalipun. Lagian klau dimacam-macamin, kok, kayanya malah ribet ya :)

Muhammad A Vip mengatakan...

mei:kalo aku karena sarung banyak, tak jadiin celana. akhirnya celana bukan sarung lagi, bener-bener gak mungkin ada pengembangan dalam dunia sarung
Una:hihihi...gugat lebih tepat
tomo:laki2 juga boleh indah toh?
Thia:jarang nongol kirain kapok ngeblog, selamat datang lagi deh

Muhammad A Vip mengatakan...

zach;ya, ngamuk kang...lagi stress
ahmad:wanitanya pada seneng tuh
naza:sarung batik ada lho, cuma sekarang jarang
ifan;laki-laki aslinya nggak suka ribet emang

Dihas Enrico mengatakan...

soalnya kalo sarung dimodifikasi bakalan susah...
jadinya malah kayak ninja...
itu lho pose kalo pas ronda..
sarungnya dijadiin kerudung kepala...
:)