Jumat, 07 Maret 2014

Jojon Pergi, Pelawak Mati


Rasanya saya sudah memikirkan hal ini, yaitu matinya pelawak sejati, pelawak yang bagi saya benar-benar seorang pelawak. Di tengah ramainya sosok-sosok tengil yang setiap hari di layar televisi pecicilan mengajak halayak ramai tertawa tanpa ada lucu-lucunya, saya benar-benar merindukan kehadiran seorang pelawak yang dulu gampang disaksikan. Saya rindu Asmuni, Timbul, Dono dan Kasino dan beberapa pelawak yang kini telah tiada.


Pelawak-pelawak yang benar-benar melawak satu demi satu telah pergi. Mereka pergi meninggalkan pengganti yang menjengkelkan. Karena para pengganti itu ternyata hanya sosok-sosok yang sekedar tampil untuk mengajak orang tertawa bersama tanpa makna. Bahkan banyak diantara mereka dalam penampilannya sekedar melontarkan kata-kata cabul atau saling menjelek-jelekkan satu sama lain. Saya pun benar-benar rindu pelawak yang menghargai penontonnya.

Tentu saja sekarang masih ada pelawak yang saya akui kepelawakannya, tapi beberapa diantara mereka saya angap telah larut dalam ketidak-nggenah-an yang kini sudah lazim. Mereka mabuk uang dan abai pada  kesungguh-sungguhan. Mereka kini sekedar hadir sebagai orang bayaran yang bekerja sekedar pula meramaiakan acara. Guyonan mereka tak lebih lucu dari candaan sehari-hari dalam pergaulan yang bisa ditemui di sembarang tempat.

Yang konsisten pada karakternya, sebutlah Tarsan, bagi saya pelawak senior ini tidak luar biasa, tidak inspiratif, hampir tak ada lawakannya yang fenomenal. Malih dan Bolot sudah tak lagi tampil berpasangan, padahal mereka duet fenomenal yang mewakili mewakili masyarakat Betawi. Dan ketika tak lagi melihat Jojon tampil di panggung lawakan tapi lebih sering muncul di sinetron pikiran tentang matinya pelawak benar-benar hidup di kepala.  Tampilnya Jojon yang tidak sebagaimana biasanya beliau tampil telah menggugah kerinduan pada dunia lawak masa lalu, dan kini Jojon pun benar-banar  telah pergi, pergi meninggalkan saya yang rindu pelawak yang saya anggap kini telah mati.

Selamat jalan Om Jojon, sebagai pelawak sejati lawakan anda tak akan pernah hilang dari ingatan, di sisa umur saya, saya yakin masih akan tertawa ketika mengingat anda dalam banyak kesempatan. Pelawak mati pasti ditangisi, tapi pasti akan ada senyum bahkan mungkin tawa bermakna yang mengikuti. Dan semoga kerinduan ini tak menjadi-jadi.

6 komentar:

fb mengatakan...

Pelawak yang sekarang, lawakannya suka menghina orang lain.
Kalau Jojon termasuk pelawak yang beretika.

Elfrida Chania mengatakan...

Pak Jojon adalah pelawak yang legendaris kalau menurut saya. Pas tahu berita tentang wafatnya beliau, jujur saya kira itu hoax, tapi ternyata bukan -_-

Ione Nasition mengatakan...

semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya...amin... salut ma pak Jojon, kalau melawat ngak pernah jorok dan menghina orang lain

joe mengatakan...

indonesia kehilangan tokoh lawak yang melegenda, selamat jalan oom

Muhammad Affip mengatakan...

fb: semalam dorce diwawancara JakTV juga bilang hal yang sama
elfrida: ya, beliau akan dikenang lama

Muhammad Affip mengatakan...

Ione: kita doakan bersama, amin
Joe: selamat jalan-jalan hehe