Minggu, 21 Juni 2015

Romadlon dan Nastar

Bulan Romadlon tak terasa sudah memasuki hari ke empat. Cepat waktu merambat, hingga sudah terbayang di meja makan ada banyak ketupat. Tahun ini saya puasa di desa, tentu saja ada sesuatu yang berbeda dari kehidupan puasa di Jakarta yang lebih semarak dan dinamis. Di desa waktu melenggang adem ayem saja, hingga tak berasa berlalunya.


Dalam suasana puasa yang tak rungsang, saya jadi berasa ngeh dengan keadaan. Seperti pada kue nastar, bertahun-tahun mungkin kue ini sering saya temui dan memakannya, tapi rasanya baru sekarang saya merenungi keberadaannya. Sejak kapan kue ini jadi bagian umat muslim dalam merayakan hari lebaran? Dulu rasanya tak ada nastar saat lebaran. Bermacam-macam makanan dibuat menjelang lebaran, saya masih ingat ada rempeyek, sagon, lepet tapi nastar tak hidup dalam ingatan saya. Hingga ketika kini di bulan Romadlon banyak orang bikin nastar dan ditawar-tawarkan sebagai kue lebaran saya jadi bertanya-tanya.


Konon kue ini kue orang Belanda, yang asal katanya dari Ananas dan Tart, kue yang ada nanasnya. Dan memang nastar mengandung selai nanas, walau kini sudah beragam macam isi selainya dan bentuknya pun beraneka rupa. Kini setiap hari saya ketemu nastar, karena istri saya sedang menggebu-gebu belajar membikinnya, juga ada seorang teman yang istrinya punya kebiasaan jualan nastar pada bulan puasa menawarkan dagangannya dan mengajak kami ikut menjualkannya.

Saya yakin nastar masih warga baru di dunia Islam. Tak seperti ketupat yang jelas filosofinya sebagai makanan saat lebaran, nastar bagi saya masih perlu kajian kenapa bisa terlibat dan berkesan jadi sesuatu yang khas di hari raya Iedul Fitri. Apakah karena harganya yang mahal, sehingga karena Iedul Fitri hari spesial makanan pun dipilih yang tak biasa dikonsumsi di hari-hari biasa. Sampai di sini saya menduga itulah alasannya kenapa nastar menjadi bagian dari lebaran.


Ini sekedar kesan saya, tentu saja. Saya sendiri belum bener-bener tahu pasti bahwa nastar pasti ada di rumah-rumah kaum muslimin saat lebaran nanti sebagaimana ketupat dipastikan ada. Saya sendiri baru menyadari keberadaan nastar saat ini, jadi kita lihat saja nanti di akhir bulan. Hihihi

7 komentar:

santika mengatakan...

kalau menurut saya ga ada hubungannya sama sekali, nanti juga ada lagi makanan yang baru setelah nastar.. kalaupun harus ada hubungan dengan iedul fitri, sungguh bahaya, bakal jadi sunah baru.. ups!!

Obat Tradisional Ulkus Peptikum mengatakan...

kalau lebaran di rumah saya selalu ada kue nastar :)

Nandar mengatakan...

Kue nastar kalo dihidangkan ke tamu cepet habisnya ya .. Ada temennya lagi yg kue salju itu.. Kue kue khas lebaran.

Hajir ™ mengatakan...

haha kue ini jarang ada dihari biasa cuma ada saat ramadhan menjelang lebaran ya jadi diburu orang

alkatro com mengatakan...

ngerti kuenya, tapi beneran baru tau hari ini namanya nastar :D

kemarin ada kolak biji salak, jebul isi salak = ketela dibungkus sama tepung

met puasa kang, banguun udah mo zuhur :)

liya aliycia mengatakan...

entar lebaran pasti ada kue nastar :D

Muhammad Affip mengatakan...

dijual nastar dengan harga murah, siapa mau hubungi saya