Sabtu, 25 Juli 2015

SELAMAT DATANG PERTALITE

Bagi konsumen BBM jenis bensin, siang tadi (Jumat, 24.7.2015) adalah hari bersejarah. Patut diingat agar kelak sebagai saksi sejarah bisa bercerita kepada anak-cucu. Ya, mulai hari ini tepatnya siang tadi telah resmi diluncurkan BBM baru dengan nama PERTALITE di SPBU Abdul Muis Jakarta. BBM produk baru PERTAMINA ini ada yang mengatakan bakal jadi pengganti Premium.


Premium, BBM dengan RON 88 beberapa waktu lalu memang oleh para pakar disarankan agar segera dihapus. Sebagai BBM dengan konsumen terbanyak pasti tidak mudah bagi produsennya menghapus begitu saja, maka saya kira dimunculkannya PERTALITE bisa dibaca sebagai strategi memasuki masa transisi. Mengingat masyarakat sudah terlanjur terbiasa dengan Premium yang murah, lalu kadung menganggap Pertamax sebagai barang mahal, ditawarkannya PERTALITE dengan harga jual antara Premium dan Pertamax tentu bisa mengurangi kesan memaksa konsumen agar membeli barang mahal.

Sekarang harga jual Premium di SPBU adalah Rp 7400 dan Pertamax Rp 9400, selisih 2000 rupiah pasti sangat terasa. Walau sebenarnya warga mampu dan siap membeli bensin dengan harga sepuluhribu rupiah, tapi karena sudah biasa membeli yang murah, bagaimanapun dianjurkan agar membeli yang lebih baik, dengan selisih harga yang lumayan pasti akan sulit dalam mengambil sikap. Dipaksa membeli Pertamax dengan menhapus Premium juga pasti akan memunculkan protes keras. Dan sekarang PERTALITE hadir dengan harga Rp 8400, akankah mampu mengalihkan pengguna Premium?

Jika tujuannya agar pengguna Premium mau meninggalkan “bensin jelek” itu dan beralih ke PERTALITE yang harus dilakukan Pertamina tak hanya menempatkan BBM baru itu di ruang antara, tapi harus ada penekanan agar warga bisa suka rela meninggalkan kebiasaan lamanya. Maka harga Premium dan PERTALITE harus tidak berselisih jauh. Artinya dengan harga PERTALITE sekarang Rp 8400, Premium harus dinaikkan setidaknya menjadi Rp 8200. Jika bertahan  seperti sekarang, dikahawtirkan pengguna Premium akan tetap memakai Premium, justru pengguna Pertamax yang akhirnya pindah ke PERTALITE..


Yang pasti PERTALITE baru ada di Jakarta, Bandung dan Surabaya, jadi saya yang di Brebes belum bisa menyicipi dagangan baru ini. Lagipula sendainya barang baru itu ada di sini dengan harga segitu—sama dengan harga bensin eceran—dipastikan tak akan laku. Karena masyarakat kita bukan pembeli barang bagus, mereka adalah pembeli produk yang laku di pasaran. 

7 komentar:

Agung Aritanto mengatakan...

ini neh produk baru pertamina yang lagi ngehits di media
iya ya masyarakat kita sukanya yg murah

EKA IKHSANUDIN mengatakan...

ternyata blm di semua daerah ya kang Pertalite ini bisa di belinya...

Gunawan Efendi mengatakan...

Baru di 3 kota aja ya adanya..

Pertalite lebih murah ya dari pertamax

Mbah dinan mengatakan...

semoga aja pertalite bisa menjadi suatu terobosan terbaik bagi rakyat dan gak bermasalah dengan mesin nantinya.

Asep Haryono mengatakan...

Wahahah banyakn ditulis nih Pertalite
Sering liat beritanya di koran koran
Belum ketemu sih apa ada dijual ya di Pontianak
Wahahah Kuper saya eh

Cilembu thea mengatakan...

selamat datang varian baru dari bahan bakar minyak kita dengan adanya pertalite kita konsumen bisa sesuaikan kebutuhan kendaraan kita tersayang agar lebih baik performanya dong

Muhammad Affip mengatakan...

Agung: murah meriah
Eka: katanya dua bulan lagi mas
Gunawan: beda kelas pastinya beda harga
Mbah dinan: ya, masak kita hidup bermasalah terus ya?
Asep: lha, saya aja ini sok tahu
Cilembu: begitu itu semestinya, tapi kalo ada yang lebih murah gimana?