Laman

Senin, 14 Februari 2011

Tentang Budak Masa Lalu dan Maulid Nabi

Saya sering mengatakan pada kawan-kawan saya, "jangan jadi budak masa lalu." Tentu tak ada maksud saya ingkar akan peran masa lalu pada eksistensi saya sebagai manusia. Saya hanya ingin menguatkan kesadaran agar kita generasi muda tidak terbelenggu masa lalu yang belum tentu baik. Jelas tak bisa ditolak kenyataan bahwa yang kita jalani sekarang adalah bagian dari masa lalu. Tapi sebagai pribadi yang pasti unik sangat mungkin hadirnya kita membawa kebaruan. Jadi cukuplah masa lalu sebagai pelajaran.


Bukti bahwa saya tak anti masa lalu adalah saya tetap antusias dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini jelas berkaitan erat dengan masa lalu. Yaitu memeringati kelahiran manusia yang telah meninggal ribuan tahun lalu. Hal ini karena jelas manfaatnya, jelas kebaikannya. Sebagai pelajaran seperti yang saya katakan di atas, ketika jelas kebaikannya layak untuk diingat bahkan lebih dari itu diapresiasi.

Yang diperingati dalam acara Maulid ini, Nabi Muhammad SAW bagi saya jelas bukan budak masa lalu. Kalau baca sejarah, Beliau hidup pada masa ketika masyarakat Makkah -tempat kelahiran Beliau- hidup dengan pola-pola yang menghamba pada masa lalu yang buruk. Maka Beliau yang tidak setuju dengan pola hidup masyarakatnya menyingkir dan hidup menyendiri di pegunungan sunyi, di sebuah gua. Sampai akhirnya Beliau tercerahkan dengan bekal wahyu kembali turun ke masyarakatnya, mengoreksi keburukan-keburukan yang merendahkan drajat kemanusiaan dan menawarkan hal-hal baru yang dibutuhkan manusia demi masa depan.

Banyak orang-orang yang memiliki kepribadian mulia yang pernah hidup di bumi ini. Mereka umumnya menjalani hidup yang tidak nyaman karena harus berhadapan dengan teror dari kelomok-kelompok di masyarakatnya yang tidak setuju dengan jalan hidupnya. Tapi mereka adalah orang-orang yang teguh dengan keyakinannya sehingga sejarah mencatatnya sebagai sosok-sosok yang patut diteladani. Nabi Muhammad adalah salah satu sosok yang layak diteladani itu, maka kepada sahabat semua yang akan merayakan Maulid Nabi, mari teladani beliau untuk tidak menjadi budak masa lalu.

17 komentar:

  1. selamat merayakan Maulid Nabi

    BalasHapus
  2. met sore..yup, fokus aja pada masa kini

    BalasHapus
  3. Iya yah, nggak kerasa besok tuh udah maulid nabi.

    terlepas dari kontroversi boleh dirayakan atau tidak, yang penting saya menikmati liburannya.

    BalasHapus
  4. selamat maulid untuk semua..
    mudah2an Nabi Muhammad saw tetap menjadi tauladan bagi kita semua..

    BalasHapus
  5. selamat mulutan maz ya..
    Rasululloh teladan kita semua

    BalasHapus
  6. hidup ini berputar pada poros yang sama.. hal2 yg terjadi dimasa lalu banyak terulang dimasa kini.. dan kita terkadang sadar didalam ketidaksaran :)

    BalasHapus
  7. lidya:makasih...
    Fanny:gak bisa kayaknya deh...hehe
    Gaphe:selamat liburan juga
    Niee:semoga
    Tomo:Mulutan...semoga selalu
    Tukang Colong:hari raya? bukan...
    Goyang:sip!

    BalasHapus
  8. dan selamat merayakan maulid nabi semoga keteladanan nabi sampai saat ini senantiasa membimbing kita

    BalasHapus
  9. selamat hari maulid nabi Muhammad saw :)

    BalasHapus
  10. selamat merakana maulid :D
    *udah telat ya? hehe

    BalasHapus
  11. betul...
    mari kita teladani Beliau dalam setiap langkah kehidupan kita

    BalasHapus
  12. semakin baik orang di mata Alloh biasanya orang itu akan diambil dalam usia muda untuk jaman sekarang.
    kenapa ya..

    BalasHapus
  13. joe:semoga
    ocky:yaw yaw
    takuya:apanya yang telat?
    Attayaya:mari lah kemari...

    BalasHapus
  14. Tomo:waduh, nanya begitu kok sama saya...

    BalasHapus
  15. Untuk merayakannya dimesjid tempat tinggal saya diadakan lomba buat anak2..seperti membaca Al'quran, hafalan dsb...dan disekolah Dini juga di adakan lomba mewarnai dan hafalan ayat2 pendek.

    BalasHapus
  16. Ibu Dini:seru ya, di sini sepi aja tuh. Dulu saya kecil juga seneng kalo musim muludan.

    BalasHapus

komentarlah sebelum anda dikomentari