Laman

Sabtu, 16 April 2011

Cinta Damai

Kemarin terjadi lagi ledakan bom yang mengakibatkan puluhan orang jadi korban. Pelakunya tentu orang yang tidak akrab dengan perdamainan. Kalau tidak akrab, apakah juga mencintainya? Ada pepatah mengatakan "Tak kenal maka tak sayang", dan kalau tak sayang pasti akan dianggap tak cinta. Jadi pelaku bom itu anggap saja tidak cinta damai seperti Ibu Popi.


Namanya mengingatkan saya pada masa lalu, tapi di sini saya tak akan bercerita tentang masa lalu saya, sebab yang akan saya bahas adalah Ibu Popi: seorang ibu dari tiga anak yang sibuk bekerja, mengurus keluarga dan blog-nya. Tak cuma satu blog yang dibangun ibu hebat ini, tapi satu saja yang saya bahas di sini, sedangkan yang lainnya buat kapan-kapan kalau sudah tak ada lagi blog yang bisa direview.

Blog-nya sederhana dan postingnya juga tidak rutin setiap hari, tapi pilihan warnanya yang adem bikin saya hanyut ke masa lalu (kok masa lalu lagi?). Isinya tentu tak beda dengan umumnya blog, yaitu cerita kehidupan sehari-hari pemiliknya. Dari soal pekerjaan, perjalanan, makan-makan dan apa lagi ya...? Pokoknya lumayan untuk memenuhi ruang memori di kepala, dan bagi yang suka puisi bisa dicari di sini.

Sedangkan untuk masa lalu saya...(lho kok masa lalu saya lagi?) Sorry, yang jelas dari mengunjungi dan menyimak isi blog yang semacam ini, yang bercerita tentang keluarga dan anak-anak membuat saya tak terlalu khawatir ketika memandang masa depan dunia. Karena ternyata masih banyak ibu-ibu yang tak sekedar memberi anaknya makan kenyang saja tapi ada hal lebih yang mungkin tidak terlalu dianggap penting namun sebenarnya penting, yaitu jejak untuk keteladanan lewat tulisan. Jejek apapun bentuknya saya rasa penting untuk  anak-anak, bukankah sorga di bawah telapak kaki ibu? Dan blog ini adalah jejak yang bisa dicermati oleh anak-anak. Semoga dunia terus menjadi baik.


20 komentar:

  1. Amin...doa dibait terakhir, semoga di dengar oleh-Nya

    Salam kenal kembali...maaf aku follow ya, dan jgn lupa balas follow ya...

    BalasHapus
  2. abis ke TKP...ternyata bener blognya ibu Popi adem.... hehe....
    (emangnya kayak berteduh di bawah pohon???)

    BalasHapus
  3. Hasil review mas vip ini selalu bagus buat dibaca :D

    BalasHapus
  4. sudah lama nich, tidak mampir ke sahabat ku ini..."damai itu indah"

    BalasHapus
  5. berarti blog ini bisa dibaca anak saya ya

    BalasHapus
  6. wah, meluncur ke sana akkh.

    BalasHapus
  7. wah, kalo saja semua ibu juga memiliki pola pikir yang setidaknya setipe.. pasti akan lebih baik anak-anaknya.. belom pernah punya anak sih, jadi nggak tau kebiasaan sehari2nya ngapain. ahahaha

    BalasHapus
  8. Benar banget. Blog adalah salah 1 jejak yang dapat kita wariskan kepada orang-orang terdekat kita. Setidaknya mereka akan tahu bagaimana kehidupan kita dimasa lampau. Tentu alangkah baiknya jika meninggalkan jejak tersebuat dalam keadaan yang baik tentunya

    BalasHapus
  9. wah, setuju mas pemaparanmu tentang mbak popi. aku juga salut dengan beliau.keren:)

    BalasHapus
  10. Masih tetap review blog setiap akhir pekan ya? Makasih utk review-nya... karena ternyata banyak blog yg belum sempat aku kenal sebelumnya.

    BTW, maaf baru sempat mampir sekarang karena sedang sibuk dengan diklat nih sekarang.

    BalasHapus
  11. Semoga kita semua cinta damai.. dan gak ada bom2 lagi ya?

    BalasHapus
  12. Untung mama juga punya blog... bisa jadi kenangan terindah dari mama utk Shasa.

    BalasHapus
  13. kalau tiap orang tua seperti Ibu Popi, mungkin Indonesia bakal tentrem, aman dan damai. salut. :)

    BalasHapus
  14. hehe..thanks! (malu, sambil ngumpet di kolong meja!)

    BalasHapus
  15. Sepertinya saya harus segera kesana untuk memastikan apa benar yang blog ini katakan tetang ibu satu itu.

    BalasHapus
  16. sip...
    lagi mengulas blognya Popy ya...
    nice blog i see..

    sedj

    BalasHapus
  17. udah berkunjung keblognya... nice blog... thanks infonya. bro :-)

    BalasHapus

komentarlah sebelum anda dikomentari