Laman

Sabtu, 30 April 2011

Keluarga Bahagia

Kemarin pernikahan Pangeran William melawan Kate Middleton berlangsung luar biasa. Di warung kopi, di rumah kontrakan, di rumah gedongan pesawat televisi dibuka lebar-lebar demi menampilkan peristiwa yang konon katanya akan jadi peristiwa pernikahan termegah abad ini. Dan pastinya banyak yang mendoakan mereka agar menjadi keluarga yang bahagia. Lalu seperti apakah keluarga bahagia? Mungkin yang seperti ini.

Ada beberapa blog yang dikelola oleh ibu-ibu yang selama ini saya kunjungi, dan rasanya blog milik Ibu Lidya punya kesan tersendiri sebab ibu satu ini mengaku setiap hari setia menemani anak-anaknya di rumah. Dua anak tercintanya Pascal dan Alvin sering jadi bahasan bahkan masing-masing dibuatkan blog. Saya menilai dari semua yang tampak sepertinya keluarga Ibu Lidya keluarga bahagia. Keluarga yang senang bercerita dan menceritakan segala yang berlangsung di rumahnya.

Setiap hari menemani anak-anak dan membimbing mereka dalam segala hal bagi seorang ibu tentu saja bukan hal yang luar biasa. Tapi rasanya tidak setiap ibu bisa melakukannya, apalagi di jaman sekarang ketika banyak ibu-ibu yang sibuk diluar rumah dan meyerahkan anak-anak pada pembantu. Saya merasa keluarga Ibu Lidya adalah keluarga yang inspiratif yang di rumahnya anak-anak tumbuh dalam pengawasan ibu. Karena bagaimanapun kebiasaan lama yang menempatkan ibu sebagai pengurus rumah tangga dan penjaga anak-anak adalah tradisi yang tidak salah. Menjadi ibu rumah tangga juga profesi dan kalau ikhlas menjalaninya pasti lebih baik daripada bekerja di luar meski dengan penghasilan yang banyak. Dan Ibu Lidya sepertinya menikmati profesinya.

Apa yang menjadi dunia Ibu Lidya saat ini mengingatkan jaman saya kecil. Entah sampai umur berapa yang pasti sudah sekolah, segala keperluan saya tetap diurus ibu. Mandi, memakai baju, bahkan tidurpun dikeloni. Cuma karena jaman dahulu tak ada blog jadi ibu saya ceritanya lewat mulut, ke tetangga diceritakan segala kehebatan saya. Bahkan ketika bepergian di angkutan umum saya selalu jadi bahan obrolan. Andai dulu sudah ada blog.

Saya berdoa lewat tulisan ini semoga keluarga Ibu Lidya tetap bahagia dan terus menceritakan kebahagiaannya kepada dunia dan semoga ceritanya menjadi inspirasi bagi ibu-ibu yang ingin dicintai anak-anak. Mari bahagiakan keluarga dan bahagiakan dunia.

19 komentar:

  1. Terima kasih atas tulisannya. Saya hanya ibu biasa saja kok, yang juga suka kerepotan mengurus anak2 dan rumah. Tapi dengan adanya internet semua rasa lelah bisa terobati.

    Saya selalu menunggu2 saat santai untuk konek inet, mungkin banyak yg tidak percaya ya, saya sudah cukup senang berselancar didunia maya.

    BalasHapus
  2. mbak Lidya memang luar biasa hebat!!!
    seorang ibu sejati, SUPERMOM yang inspiratif...
    setuju sekali dengan postingan ini

    BalasHapus
  3. suka terharu kalo baca blog semacam itu
    aku suka merasa kecil didepan mereka
    kenapa aku cuma bisa nulis ngaco di blog..?

    BalasHapus
  4. Wah bener2 Ibu yang teladan yah... Memang menjadi Ibu yang full time bukan pekerjaan yang mudah... aku akuin sangat susah... apresiasi tertinggi bagi yang sanggup melakukannya...

    BalasHapus
  5. saya ikut mendoakan...saya suka keluarga bahagia...semoga kita semua memilik keluarga yang kita idamkan...

    amin :)

    BalasHapus
  6. Keluarga bahagia memang menjadi idaman bagi semua orang yang berumah tangga. Karena rumah tangga yg bahagia adalah kunci menuju keharmonisan dan ketentraman seluruh anggotanya. Tapi tidak mudah sih, dalam menjalani mahligai rumah tangga tsb, pasti ada saja riak2 kecil yang bakalan menjadi penghalangnya. Dan disitulah dituntut untuk selalu salaing pengertian dalam mengurus segala hal yang berhubungan dgn rumah tangga tsb

    BalasHapus
  7. pagi.
    keluarga bahagia adalah dambaan semua orang ya termasuk saya sendiri.
    Semoga dapat tercipta kebahagiaan dalam rumah tangga yang telah kita ciptakan ini.

    Salam buat beliau maz.
    semoga bahagia tercapai

    BalasHapus
  8. iya mas yaa.. keluarga bahagia itu bukan cuma karena orang / keluarga itu kaya, tapi karena dikeluarga itu ada cinta. wheheheheeeee

    BalasHapus
  9. link paragraf 4 menuju profile blogger "not found"

    tadi baru aja abis ke tempat fitrian

    BalasHapus
  10. Amin...semoga semua keluarga Indonesia dan jg keluarga kita akan bahagia selamanya.....tidak hanya kel ibu Lidya saja yg bahagia....

    BalasHapus
  11. iyah,,,, cerita dalam blognya Mbak Lidya asik banget... isinya dunia anak-anak... inspiratif deh pokoe,,, moga kelak bisa kayak mbak lidya yang setia mengikuti tumbuh kembang anak...

    BalasHapus
  12. aku uda komen lom siii???

    BalasHapus
  13. semoga kebahagiaan terjadi di keluarga kita semua.. :D

    BalasHapus
  14. saya kagume dengan mereka (termasuk ibu/mbak lidya) yang masih sempat ngeblog, di sela-sela mengurus buah hati, keluarga dan kerja

    BalasHapus
  15. putranya ibu lidya, pascal si anak sholeh... dia punya rasa ingin tahu yang besar

    BalasHapus
  16. berbahagialah seorang Ibu yang selalu menemani anak2nya dirumah dan si anak lebih bahagia karena setiap pulang sekolah senantiasa disambut senyum ibunya! (hikks..sedih karena sy ga bs sprt itu! :( )

    BalasHapus
  17. Perkembangan, tingkah laku dan gaya selalu di perhatikan oleh sang ibu...karna sedikit perubahan pada anak sudah merupakan kebaggaan bagi para ibu.

    BalasHapus
  18. amiin
    saya kadang mikir juga apa suatu hari nanti kalo punya istri, apa mau menjadi ibu beneran yang mampu ngurus anaknya hehe…numpang ngayal di siang bolong…

    BalasHapus
  19. Pasti Mbak Kate dulunya sering makan magnum...makanya bisa jadi keluarga kerajaan, haha. Gua juga mau coba makan Magnum ah...siapa tau diangkat anak ma Queen Elizabeth,,,heheh

    BalasHapus

komentarlah sebelum anda dikomentari