Laman

Kamis, 19 Mei 2011

Lulus SMU, Pesta Seks, Aku Tak Tahu

Tentu saja hal ini karena aku sudah bukan lagi anak sekolah dan tidak hidup di lingkungan sekolah. Maka kalau sampai tidak tahu kalau anak-anak SMU baru saja merayakan kelulusan mereka, apalagi sampai mengadakan acara Pesta Seks segala, mohon diwajarkan. Walau tidak kaget dengan berita yang kubaca di koran dan internet, tapi karena rasanya baru pertama membaca berita semacam ini, siang malam jadi kepikiran terus, ini persoalan baru atau sesuatu yang sebenarnya sudah sering terjadi. Soalnya kalau melihat kenyataan harian, heboh soal Pesta Seks apalagi dikomentari beberapa tokoh dengan seakan apa yang berlangsung adalah persoalan yang benar-benar baru, rasnya ini semua membuatku bengong.


Mungkin karena ada data bahwa penjualan kondom meningkat di hari kelulusan dan pembelinya anak-anak SMU, maka para pemerhati anak-anak mulai benar-benar bicara. Kalau sebelumnya walau Pesta Seks itu sering tapi karena hanya sekedar berita yang mungkin saja salah informasinya maka tak diseriusi. Lumayanlah, tapi kemudian tindakan apa yang mungkin untuk menanggulangi semua ini, untuk mengatasi sesuatu yang dianggap tidak pantas dilakukan remaja di negri yang konon agamis ini.

Dunia pendidikan di negri ini sudah tak bisa diandalkan lagi untuk menjaga keluhuran manusia. Sekolah hanya memproduksi robot-robot, atau malah zombie. Masyarakat hanya segerombolan daging-daging berbentuk indah yang bergerak kesana ke mari dihalau keadaan. Negri ini tidak dikelola tapi dijarah ramai-ramai oleh penghuninya dan teman-temannya. Maka ribut Pesta Seks anak SMU bikin bengong sekali lagi. Karena bukannya sedang memberitahu kalau aku tukang ronda atau tukang ngintip, menyaksikan anak-anak ABG bergerombol dan berasyik masyuk bukanlah hal aneh di negri ini dari kota sampai ke desa. Di kampung padat penduduk di Ibukota, ABG saling memuaskan nafsu birahi tidak butuh tempat tersembunyi, bahkan sudah jadi hiburan bagi orang tua yang tak punya kerjaan (aktifitas seksual ABG Jakarta di taman kota seperti di TIM atau Taman Menteng dan di gang kampung selama ini dibiarkan karena bisa ditonton atau diintip bahkan oleh orang-orang tua).

Maaf saudara sekalian atas bahasan kali ini yang sedikit payah, maksudku dari semua itu adalah bahwa ketidak jujuran kita selama ini yang tak mau mengakui kenyataan atau mungkin karena tak mau peduli dengan yang berlangsung di lingkungan, adalah bagian dari arus yang kini menempatkan kita di pusaran yang mengerikan ini. Mengerikan? Entahlah, rasanya malah meyenangkan. Menyenangkan karena kini ada keinginan di dalam diriku kembali ke masa remaja dan menjadi mereka yang tidak seperti aku yang culun di masa lampau.

22 komentar:

  1. padahal bisa jadi penjualan kondom d hari biasa juga banyak.. ini cuma disangkut pautkan aja kesannya menurutnya saya mah bos.. biasa kerangka media

    BalasHapus
  2. Hah? Maksudnya Fip? Ingin kembali ke masa lampau dan menjadi spt mereka? Aaah... aku sih nggak ingin tuh... dan drpd mikir begitu kayaknya skrg aku terserang panik luar biasa deh... gara2 baca posting ini...

    Bagaimana nasib anakku nanti?
    Ya Allah... jauhi sama yg beginian... biarin aja anakku jd anak polos dan culuuun... huhuhuuuu...

    Amin..

    BalasHapus
  3. Wah ... yang bener ? waw seolah lulus SMA juga lulus dari kekangan aturan norma.
    hhihhi keinginannya lucu juga mas ^^

    BalasHapus
  4. miris juga dengernya...
    yah tapi kita juga gak bisa ngalahkan mereka karena banyak faktor mempengaruhinya.Mis: banyaknya konten porno yang mudah didapat, dan pengawasan orang tua yang kurang dikarenakan ke2 orang tua sibuk bekerja..

    BalasHapus
  5. Aku Menangis. hiksssssss
    Entah pergaulan anak2ku kelak, Ya Rob moga jadikan generasi nanti lebih baek...

    BalasHapus
  6. anak sekaran g duh...kacau deh.

    BalasHapus
  7. "aktifitas seksual ABG Jakarta di taman kota seperti di TIM atau Taman Menteng dan di gang kampung selama ini dibiarkan karena bisa ditonton atau diintip bahkan oleh orang-orang tua" ??? buseeet dah..orang2 tua bukannya ngelarang malahan ikutan nonton..

    hhahhaa, di masa lampau, biar culun yang penting masih bener deh sob..daripada jaman sekarang..

    BalasHapus
  8. aahh,, gila! Parah bener dah.. emangnya udah merasa diri paling keren sedunia gitu baru lulus SMA aja udah pesta sex begituan.. Uang aja masih minta ortu >.<

    Ngeri deh dengan kondisi remaja sekarang,, apa emang gak bisa diredam gitu perilaku aneh mereka :(

    BalasHapus
  9. hah yg bener bang
    hmmm kasihan masih muda udah pesta2 seperti itu, suatu hari nt mereka pasti akan menyesal bgt udah kayak gtu

    BalasHapus
  10. Tarik nafas dalam, Miris emang ya...

    BalasHapus
  11. tahun ini namaku ga ada di pengumuman kelulusan. Kyaaaa!

    BalasHapus
  12. ini yang namanya tak senonoh sama sekali mas
    bukan mencerminkan orang timur

    BalasHapus
  13. hehe sama mas
    aku juga culun dulu tak tahu sama sekali
    malah malu bertemu dengan cewek hehe

    BalasHapus
  14. goyang karawang:bisa jadi mas
    lyli:kadang orang tua kalau punya anak gak gaul malu dan dimarahi, seakan itu akan mengurangi rejekinya nanti
    fictions world:bukan soal lulus sekolah lalu bebas kekangan norma, tapi kondisi masyarakat memang sudah tak menabukan hal ini lagi
    i one:memang gak bisa disalahin, sudah begini keadaannya
    cerita dewasa:ya, bagaimana nanti ya
    fany:mungkin dari dulu
    opi:sekarang culun diejek
    niee:mari kita perbaiki, gimana caranya ya?
    ria:semoga mereka tidak menularkan pada anak2 mereka nanti
    ude:tarik terus
    tukang colong:rasain!
    tomo:sekarang sudah jadi identitas ketimuran mas, hehe
    noeel:halah

    BalasHapus
  15. Iya. Sungguh menyedihkan mengetahui kalau anak2 sekarang ini berani melakukan yang melanggar norma agama dan kesopanan. Dengan dalih meluapkan kegembiraan karena telah lulus SMU mereka sampai melakukannya samapai sejauh itu

    BalasHapus
  16. aku abs lulus SMA, tapi nggak merayakan dgn pesta seks loh :/

    BalasHapus
  17. ifan:gak usah sedih
    Feli:oke deh

    BalasHapus
  18. kadang hal itu terjadi karena didukung oleh lingkungan.

    BalasHapus
  19. beginilah kalau FPI dibiarkan bekerja sendiri, mana kerja aparat hukum, guru, orang tua?

    hal beginian bisa terjadi krn mereka kurang mengawasi atau malah sengaja membiarkan

    dan akhirnya moral bangsa rusak

    BalasHapus
  20. attayaya:ya, lingkungan mendukung untuk saat ini
    Rio:anggota FPI ya bro?

    BalasHapus
  21. itu mah bisa-bisanya saja mengait-ngaitkan...
    :)

    BalasHapus

komentarlah sebelum anda dikomentari