Setelah menunggu hampir satu tahun akhirnya datang juga. KTP saudara-saudara, lebih tepatnya e-KTP. KTP model baru yang merupakan proyek Departemen Dalam Negri itu kini sudah berdiam tentram di dompet. Bentuknya sekilas tak beda dengan KTP lama, cuma sekarang ada hologram di bagian depannya.
Saya senang dapat KTP baru bukan karena sudah bosan dengan KTP lama, tapi karena sudah dua bulan terakhir saya tak punya KTP. KTP lama itu kecopetan di dalam KRL (Kereta Rangkaian Listrik). Semoga KTP baru ini awet dan betah di dompet, dan tentu saja harapan lainnya adalah agar dijauhkan dari tangan-tangan jail.
Jadi saya dapat KTP baru tanpa menukar dengan KTP lama. Kata orang yang sudah lebih dulu mendapat KTP jenis baru ini mestinya saat mengambil KTP baru harus menyerahkan KTP lama, tapi sepertinya di desa saya aturan itu tak berlaku. Adik saya yang mengantar KTP baru itu dari desa pun mengaku masih memiliki KTP lama padahal sudah dapat yang baru.
Mestinya Benar-benar Baru
Soal KTP baru ini saya punya harapan yang lebih sebenarnya, yaitu modelnya betul-betul baru. Saya bayangkan KTP baru ini karena menyimpan data-datanya secara digital mestinya di bagian fisiknya tak perlu lagi mencantumkan rincian data diri pemiliknya. Hemat saya cukuplah nama, foto dan nomor KTP saja. Seperti kartu ATM atau Kartu Tanda Anggota Perpustakaan Nasional. Untuk keperluan tertentu cukup dipindai dengan mesin pemindai yang konon sudah atau sedang diadakan.
Keinginan saya itu karena sekarang banyak orang tak punya rumah tinggal, terutama warga Jakarta. Di Jakarta orang bisa pindah tempat tinggal berkali-kali dalam setahun, lalu apa artinya alamat yang tercantum di KTP itu. Mestinya data alamat tersimpan di buku induk saja agar mudah ditambahi atau dirubah. Jadi kalau si pemegang KTP berpindah tempat tinggal cukup lapor aparat setempat dan aparat mengolah perubahan alamat itu.
Juga mestinya tidak sekedar sebagai kartu identitas kependudukan, coba bisa berlaku sebagai ATM atau apapun yang bisa dikoneksikan dengan banyak hal. Tapi sudahlah, semoga nanti di masa mendatang ada upaya pembaruan lagi. Terutama masa berlakunya yang seumur hidup, biar tak menghabiskan anggaran negara.

Dicantumkan informasi yang lengkap termasuk alamat, karena penggunaan KTP yang begitu luas misalnya jadi jaminan kalau gak bisa bayar bensin di eceran .. he he he
BalasHapuswadyh gawat, saya daftaer untu buat dan foto mata aja belom,
BalasHapusweleh2..
lho kok ktpku ga ditulis alamatnya ya. wah payah ki.hehe
BalasHapusM. Isnaeni:kalo begitu salah penjualnya, karena gak punya pemindai
BalasHapusYudi:payah ente
Wisata:hahaha...KTP palsu iku
Lebih asik lagi kalo KTP bisa digunakan untuk diskon di berbagai tempat ya, hehehe...
BalasHapuskalau di sini SIM berlaku seumur hidup mas, tapi nggak mudah mendapatkannya spt di sana yg bisa sehari jadi :)
BalasHapusditempatku ngambilnya harus ditukar pake ktp lama mas, untung wae gak ditukar gorengan :D
BalasHapusbtw, iframe yutubnya dipasang dimana tow? maap, baru liat gplus. kaboor
Ih...aku sebenarnya sudah dapat E-KTP ini. Berhubung terdapat kekeliruan data, mau tidak mau E-KTP yg seharusnya sdh berada di genggaman, harus diperbaiki dulu. Dan sampai sekarang, tidak ada kabar tentang perbaikannya. Terpaksa untuk sementara aku pakai KTP siak
BalasHapuswaaah udah jadi...
BalasHapuspunya saya blm jadi jee...
hiks hiks...
waaah udah jadi...
BalasHapuspunya saya blm jadi jee...
hiks hiks...
Tar kl gw jd presiden, gw bkn ktp yg kueceh
BalasHapusalhamdulillah, selamat ya atas ktp barunya, semoga harapannya akan KTP baru bisa terwujud :-)
BalasHapuskalo di tempat saya mah kayaknya udah dari tahun lalu dibagiin E-KTP.
BalasHapussaya jga udah dpet dr bulan april lalu sob
BalasHapusternyata bentuk e-ktp-nya kurang memuaskan
BalasHapuse ktp kita memorynya ga banyak, jadi blm bisa multifungsi buat bayar e-tiket commuter line misalnya
BalasHapusktp saya katanya tidak terdaftar karena proses pengambilannya tidak sesuai prosedur, bagi saya biarlah
BalasHapus