Senin, 31 Maret 2014

Burung Perkutut Mertua



Adalah lazim burung perkutut dipiara atau dipelihara oleh orang-orang tua kita di masa lalu. Mungkin sekarang sudah jarang kita jumpai tiang-tiang dari bambu menjulang di halaman rumah, yang dulu merupakan sesuatu yang umum sebagai kebiasaan orang jaman dulu menyediakan tempat bagi burung piaraannya itu manggung. Seingat saya istilahnya “manggung” untuk burung perkutut, karena di sangkarnya burung-burung itu tak sekedar makan dan berdiam atau dilihat keindahan bulunya, tapi ditunggu pula aksi panggungnya yakni menunjukkan keindahan suaranya.


Jangankan burung, kini orang kampung memelihara ayam yang bagi orang yang hidup di desa merupakan suatu kemestian saja sudah banyak yang tak lagi melakukannya. Namun tentu saja masih ada yang setia dengan kebiasaan lama, walau mungkin dengan niatan yang berbeda. Seperti di rumah mertua, kini ada seekor burung perkutut dalam sangkar yang setiap hari dipajang di teras rumah. Tentu saja sekedar dijadikan pajangan, karena kalau disebut manggung rasanya sejauh saya mengetahui burung piaraan itu tak pernah terdengar suaranya baik sore ataupun pagi.

Bagi orang Jawa memelihara perkutut memang punya nilai tersendiri. Banyak klenik yang melatarbelakangi kebiasaan yang entah sejak jaman kapan berlangsung. Makanya burung satu ini punya pasar tersendiri, karena harganya bisa mencapai jutaan bahkan ratusan juta yang pasti hanya orang-orang tertentu kini yang bisa bermain di pasar semaacam itu. Mereka yang awam tentu sekedar menonton atau ikut membicarakan di warung kopi. Karena untuk masuk ke dunia “keperkututan” tak hanya butuh uang, namun dibutuhkan juga pengetahuan tentang katuranggan.

Untuk soal mertua, entahlah apakah ada dasar pengetahuan tentang katuranggan ini? Saya menduga Beliau memelihara perkutut hanya untuk iseng saja. Karena disamping tak pernah berbunyi, pengurusannya juga seperti tak serius. Beda dengan orang-orang yang betul-betul memelihara, biasanya setiap hari selalu tampak dekat dengan burung piaraannya. Memandikan, membersihkan kandang, lalu mengajak bermain-main dengan bersiul-siul merupakan kebiasaan yang pasti dilakukan.

Semoga saja tak ada kepercayaan yang bisa membuat syirik dalam memelihara perkutut itu. Karena sudah bukan rahasia, dari sekian banyak jenis burung perkutut, padanya melekat bermacam-macam takhayul, dari yang masih bisa dinalar sampai yang “tak masuk akal” bisa kita dengar. Ada jenis burung perkutut yang konon bisa membuat pemiliknya hidup makmur. Ada yang bisa mengangkat martabat, dan tentu saja ada yang bisa buat modal jualan martabak. Dan untuk bisa mengenali jenis burungnya tentu saja butuh pengetahuan katuranggan seperti yang saya katakan di atas.

Saya berharap semoga ada misi mulia mertua memelihara burung, seperti memberi pengetahuan pada anak-cucu bahwa ada yang namanya burung perkutut di dunia ini, mengingat kini melihat burung terbang di alam bebas sudah sulit. Jangankan burung perkutut, burung kecil-kecil saja di pekarangan sudah sulit ditemui. Tentu di kebun binatang banyak burung-burung, tapi bagi orang kampung kebun binatang adalah sebuah nama, yang sangat mungkin seumur hidup hanya ada dalam lamunan.

10 komentar:

Obat Sakit mengatakan...

memelihara binatang peliharaan memang di desa kayak sudah menjadi wajib saja. Di kota boro2 ngingu karena tak ada lahan untuk melepas hewan peliharaan tadi. Diakali dengan cara membeli sangkar

Purnomo Jr mengatakan...

kok kbetulan bisa sama ya mas
mertua sy pun punya satu ekor perkutut juga loh :)

Muhammad Affip mengatakan...

Tomo: di rumah sebenarnya ada yg lain, cuma burung2 kecil
Purnomo: kapan kapan bisa dipertemukan kalo ada kesempatan

Wahyu Eka Prasetiyarini mengatakan...

wah pasti mahal banget ya mas harga burung perkutut nya ;)

Anthonie E. Pratama mengatakan...

katanya sih perkutut yang bagus bisa laku dengan harga yang selangit apa betul begitu mas :)

ditoko kita mengatakan...

perkutut itu seperti wajib dipelihara orang tua ya mas hehehe
kebanyakan kakek pada suka perkutut

Elsawati Dewi mengatakan...

kalau pagi-pagi dengar kicaunya serasa berada di gunung

SmuaInfo mengatakan...

emang misi mulia apa sampai pelihara burung perkutut sob...??? mungkinsaja cuma hobi :D

Alan Tirta mengatakan...

konon katanya burung perkutut bisa membawa aura positif dan menjauhkan dari makhul jahat :D

the others mengatakan...

Mertuaku juga pelihara perkutut... kalau suamiku suka burung berkicau