Jumat, 30 Agustus 2013

Nokia Asha, Nokia Asu

Setengah tahun lalu istri saya membeli hape Nokia Asha 309. Dia sangat senang karena desainnya bagus, cewek banget. Pengaturannya mudah tidak serumit Android. Walau sempat terpikir harganya cukup mahal, karena hape  merek lokal dengan kualitas yang sama bisa didapat dengan harga setengahnya. Tapi untuk desain saya kira bisa dikasih "jempol".


Sayang hape yang sudah kadung jadi kesayangan itu tiba-tiba di awal bulan puasa kemarin bermasalah, yaitu ketika dibawa jalan-jalan ke Puncak tiba-tiba tidak bisa diisi batrainya. Awalnya saya menduga charger-nya yang bermasalah, karena biasanya begitu. Tapi setelah nanya ngalor-ngidul dinyatakanlah bahwa si hape yang bermasalah. Apalagi ketika diisi dengan casan kodok walau batrai sudah penuh ternyata di layar penanda batrai menunjukan batrai lemah, maka segeralah saya bawa si hape ke Nokia Care.

Mungkin hal ini ujian kesabaran saat puasa, karena setelah dibawa ke Nokia Care pelayannya bilang hape saya mesinnya rusak karena kemasukan air, kondisinya rusak parah dan tidak bisa diperbaiki. Penawarannya adalah ganti mesin. Bagi saya ganti mesin atau ganti batrai tidak soal, cuma kemudian dinyatakan garansi tidak berlaku karena kerusakan disebabkan oleh pengguna. Kok bisa?

Karena saya merasa dibohongi maka saya ambil saja hape rusak itu dan coba saya suruh adik saya menanyakan ke temannya yang tukang servis hape, ternyata dua jam selesai dan bisa seperti semula. Senang bukan kepalang istri saya, tapi kesenangan cuma datang sebentar. Hape yang baru sembuh seminggu itu tiba-tiba sakit lagi, kalau sebelumnya tidak bisa diisi ulang batrainya kini layar sentuhnya tidak merespon colekan.

Saya sempat menduga kalau hape rusak setelah didandani biasanya akan minta didandani lagi. Entah kangen sama tukang servisnya atau apa, yang jelas pengalaman saya begitu. Dulu pernah hape nokia saya terkunci lalu saya kasih ke tukang servis, tak lama setelah itu ringtone-nya pada hilang.

Entah bagaimana nasih Nokia kesayangan istri itu, sekarang lagi dicarikan layar sentuh kata teman yang tukang hape, semoga bisa waras dan bregas setelah kerusakan yang ini. Sebab kalau disusul kerusakan yang lain lagi, saya takutnya Nokia Asha bisa berubah jadi Nokia asu.

7 komentar:

Coretan Hidup mengatakan...

Wah, kok bisa gitu ya tanggapan dari Nokia Centernya. Kalau aku pribadi, sdh 1 tahun lebih tdk lagi menggunakan nokia krn sdh terlalu nyaman menggunakan hp android. Dan rasa2nya nggak rumit kok menggunakan hp android. Aku telah membuktikannya lho :)

Rawins mengatakan...

tolong cek rss feedsnya om
apdetan blognya tak pernah muncul di readinglist. kirain amblas kemana ga pernah update
heheh..

duniaely mengatakan...

semoga hapenya cepat baik kembali ya mas :)

BlogS Of Hariyanto mengatakan...

nge-cas pake cas-an kodok bisa membuat hape cepat rusak....,
kalo nggak salah LCD untuk Nokia Asha harganya sekitaran nggak sampe seratus ribuan, cuma2 harus hati2 belinya..karena kadang LCD-nya agak error kalibrasi layarnya....salam :-)

Muhammad Affip mengatakan...

Rawins:aku nggak paham macem-macem soal blog, nulis tok kerjane
mbak ely:makasih
Mas Har:sudah dicari katanya yang rusak layarnya dan barangnya gak ada

Dihas Enrico mengatakan...

wa wah ni kayaknya lagi emosi tingkat dewa....
hati-hati darah tinggi lho....

Rizkyzone.com mengatakan...

sama berarri masalahnya bang, saya juga pernah, kalau saya bukan hp tp televisi di kamar saya awalnya layarnya bergaris selesai di service giliran audiaonya lenyap, dugaan sih sama bianya mang bagian ini di service bagian yang lain minta juga