Kamis, 09 Juli 2015

Musim Mudik 2015

Setelah musim puasa, kini musimnya mudik. Sepekan menjelang lebaran Iedul Fitri, apalagi yang ramai dibicarakan media kalau bukan mudik. Mudik atau kembalinya orang-orang yang ada diperantauan –di kota-kota besar— ke udik atau kampung halaman masing-masing. Mereka memanfaatkan libur panjang demi bersilaturohmi dengan sanak kadang yang lama ditinggalkan.


Sebenarnya orang mudik setiap saat selalu ada, tapi pada saat seperti lebaran Iedul Fitri mudik menjadi tema nasional karena berlangsung besar-besaran. Tak hanya melibatkan jumlah masa yang besar, namun juga jumlah uang yang besar dan biasanya korban jiwa dan materi dalam jumlah besar pula. Dan lebaran tinggal sepekan kedepan, maka bersiap-siaplah. Bersiap-siap bukan hanya bagi mereka yang akan mudik, tapi yang tidak mudik pun bersiap-siap menyaksikan hebatnya perjuangan orang-orang yang mudik itu.

Mudik memang penuh perjuangan. Dulu jaman naik kereta tak ada batasan penumpang, para pemudik tak hanya memadati gerbong kereta, bahkan mereka ada yang berdiri di lokomotif dan duduk di atap. Bis kota, sudah lazim memperlakukan penumpangnya yang manusia tak beda dengan barang rongsokan dijejal-jejalkan tak pakai aturan. Syukur kini kereta sudah punya aturan baru, bis kota pun sekedar pilihan moda angkutan, tapi sepeda motor akan tumpah ruah di jalanan dan siap memakan korban.


Tahun ini saya tidak mudik, karena sudah ada di udik. Biasanya waktu tinggal di Jakarta pun saya tak larut dalam tradisi tahunan ini, kalaupun pernah satu atau dua kali. Saya lebih sering menyimak peristiwanya, entah lewat surat kabar atau televisi. Biasanya ketika menyimak berita mudik, entah di sana ada kemacetan panjang, kecelakaan hebat atau peristiwa-peristiwa hebat lainnya, saya akan membayangkan diri berada di sana melakukan aksi-aksi heroik. Biasalah si tukang khayal.

Akhir kata, kepada calon pemudik saya ucapkan selamat berbuka puasa eh, selamat ngepak barang, semoga lancar tak terkendala suatu apa. Kepada warga udik, siap-siaplah menyeongsong saudara yang akan pulang membawa hasil, terimalah mereka dengan tangan terbuka (untuk menerima oleh-oleh). Dan kepada pemerintah, semoga sukses mengamankan warganya dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Selamat berpuasa !

Gambar: titan-art.blogspot.com

4 komentar:

EKA IKHSANUDIN mengatakan...

Selamat berpuasa juga Kang, Insya Allah saya mudik nya nanti lebaran Hari kedua... :)

Mas Huda mengatakan...

Alhamdulillah saya juga engga mudik...

Muhammad Affip mengatakan...

yang mudik dan yang gak mudik semoga bahagia selalu

Abdul Rozak mengatakan...

Minal Aidin wal fa idzin kang. Mohon maaf lahir dan batin