Rabu, 22 Juni 2011

Jakarta di 484

Di dalam Kopaja yang melaju zigzag lamat-lamat kudengar suara seorang lelaki menjelaskan entah kepada siapa, katanya sekarang adalah hari kelahiran kota Jakarta. Lelaki itu berulang-ulang mengatakan itu, entah kenapa tapi aku tak berani menengok ke arahnya. Yang jelas ungkapan Jakarta dilahirkan itu membuat saya senyum-senyum terus sampai saat ini. Apa benar Jakarta pernah dilahirkan?


Kupikir hari jadi lebih tepat daripada dilahirkan, tapi sudahlah. Toh hari jadinya ini yang diperingati setiap tanggal 22 Juni pun sampai sekarang terus jadi perdebatan. Konon tak ada dokumen otentik yang dapat memastikan kapan tepatnya kota Jakarta ini pertama kali dibangun. Acuan selama ini adalah naskah berjudul "Dari Jakarta ke Jayakarta" yang diserahkan  Mr Dr Soekanto, kepala Arsip Nasional dan guru besar sejarah pada Fakultas Kedokteran UI yang dibahas di Sidang Istimewa DPRD Jakarta pada tahun 1956. Dinyatakan tanggal 22 Juni 1527 adalah hari paling dekat pada kenyataan dibangunnya kota Jakarta oleh Fatahillah.

Soal perdebatan hari jadi kota Jakarta ini, pernah pada suatu kesempatan seorang budayawan Betawi mengatakan bahwa tidak benar Fatahillah yang membangun Jakarta pertama kali. Jakarta menurutnya sudah ada semenjak awal abad pertama masehi. Lebih jauh dikatakan kalau kedatangan Fatahillah di Jakarta sesungguhnya adalah untuk menjajah. Namun sepertinya pendapat itu cuma angin lalu dan memang rasanya tak perlu ribut-ribut soal semacam itu. Entahlah kalau aku seorang sejarawan.

Yang rasanya penting untuk dibahas adalah apakah usia 484 tahun itu tua atau muda untuk umur sebuah kota. Menurutku 484 tahun untuk Jakarta adalah sudah sangat tua. Jakarta kelihatannya sudah kepayahan menjalani hidup. Isinya penyakit dan penyakit-penyakit yang ada sulit diobati. Jakarta sudah waktunya untuk melepas beban hidup, menikmati hari tua dengan beristirahat atau bermain-main dengan cucu. Tapi siapa cucunya?

Gambar: rakyatmerdekaonline

24 komentar:

NuellubiS mengatakan...

yang penting jakarta bisa bikin warganya nyaman. hehehe

Aina mengatakan...

cucunya jakarta = polusi dan macet ya?

Lidya mengatakan...

jakarta macet :-D

Popi mengatakan...

bentar lg pesta SALE dong!!

choirul mengatakan...

Jakarta sudah tua banget usia segitu... semoga semakin baik aja

Baha Andes mengatakan...

duh jaka-rta umurnya dah tua ya... tapi ko belum dewasa.

Muhammad A Vip mengatakan...

Noeell:tambah pusing malah.
Aina:au ah gelap!
Lidya:kalo siang.
Popi:gak tau.
choirul:ubannya sudah merata
Baha:sudah pikun malah

IbuDini mengatakan...

Karna semakin macet makanya Jakarta tidak bisa bermain dengan cucu-cucunya.

Lyliana Thia mengatakan...

Cucunya Jakarta udah banyak.. Dan beranak pinak... BoDeTaBek.. Dan akan semakin banyak saja kota2 satelit yg bakal jd cicitnya Jakarta... :-D

Gaphe mengatakan...

cucunya yaa yang tinggal dan morotin duitnya. hahaha.. secara eyang-eyang biasanya bagi2 duit sama cucunya. *halah.

yah, berapapun usia jakarta tetapi kebanyakan isinya cuman mikir buat keuntungan dirinya sendiri.. *ya nggak sih?

pakde sulas mengatakan...

tak pentinglah kapan berdiri, kapan dibangun, yang lebih penting adalah kota kota jakarta masih nyaman untuk bertempat tinggal dan mencari nafkah

Resep Masakan mengatakan...

Salam kenal dari Resep Rumah Makan Indonesia. Ditunggu kunjungan baliknya! :)

Rawins mengatakan...

sudah tua ya...
pantesan makin rumit
hehe...

kapan ibukota dipindahin ke luar jawa..?

Harto mengatakan...

walopun sekarang jakarta sudah nampak tua dan sakit-sakitan, mungkiiiin nanti kalo anak cucunya dah pada gede n bisa mimpin jakarta, mudah-mudahan jakarta akan kembali lagi sehat, sejahtera, aman dan nyaman untuk ditinggali oleh nenek n kakek2nya.

selamat ulang tahun kota jakarta, semoga ga nambah macet n ga amburadul lagii...

semoga sukses selalu n TETAP SEMANGAT

Muhammad A Vip mengatakan...

Ibudini:kasihan dong jakarta bu
Lyli:iya, bogor, depok, tangerang, bekasi itu cucunya. cucu atau anak?
Gaphe:sakit-sakitan mana sempet bagi duit
Pakde:bener pakde, yang penting nyaman
Resep masakan:salam kenal juga
Rawins:hehehe
Harto:tetap semangat jakarta

Fiction's World mengatakan...

wah Jakarta udah 4 abad ya usianya :O
tapi kayaknya dalam ukuran kota, 4 abad itu masih dibilang anak kecil kali ya, apalagi melihat tingkah polah Jakarta :D

Muhammad A Vip mengatakan...

tiara:anak kecil?

horizonwatcher andre mengatakan...

semoga jakarta bisa membaik dan tidak makin amburadul ke depannya

Dhe mengatakan...

udah stua itu kah jakarta??
mm.. wlw udha stua itu, ttp aja dhe blom pernah nginjakin kaki ke jakarta :D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kalo Jakarta dilahirkan, ibunya sopo ya

Muhammad A Vip mengatakan...

andre:semoga deh
Dhe:yah, gimana sih.
Fany:ibunya mpok nori :P

nuel mengatakan...

blog anda saya review

http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/06/10-blog-yang-menarik-perhatian-saya.html

[L]ain mengatakan...

cucunya ya kalian2 yang tinggal di jakarta.
kakek jakarta udah tua, cucu-cucunya harus merawat si kakek dengan baik dong, biar tetap tampak terurus biar usianya udah senja

Muhammad A Vip mengatakan...

lain:sip deh