Selasa, 14 Agustus 2012

Sekarang Agustus?

Mungkin bukan cuma saya. Mungkin anda juga. Ya, kemarin seorang teman dengan polos menyatakan kalau dia baru sadar kalau sekarang bulan Agustus. Katanya dia baru ingat ketika melihat orang-orang ramai memasang hiasan-hiasan berwarna merah putih di pinggir jalan. Saya juga tak begitu nyadar, entah mengapa sampai demikian?


Bulan Agustus seingat saya pada jaman saya kecil dulu begitu sakral, sehingga kehadirannya selalu ditunggu dengan antusias. Pada bulan ini biasanya (dulu), semenjak awal bulan rumah-rumah halaman depannya sudah ditanami tiang dengan bendera merah putih di ujungnya. Aneka lomba diadakan: dari balap karung sampai balapan becak, dari lomba makan kerupuk sampai lomba makan cabe rawit diselenggarakan dan penuh kemeriahan. Sekarang, sepi.

Apa karena sekarang Agustus berbarengan dengan Romadlon? Saya rasa tak begitu. Apalagi Agustusan sekarang bisa dibilang istimewa karena dulu saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pertama kali terjadi pada bulan Romadlon, harinya pun sama Jumat. Tapi sesuatu yang istimewa ini terasa begitu adem ayem, bisa jadi semua ini menjelaskan sesuatu.

Saya kira hal ini tak beda dengan cerita tentang banyaknya pelajar bahkan mahasiswa yang tak hapal sila Pancasila. Tidak antusiasnya masyarakat memasang bendera merah putih pun setahu saya sudah berlangsung beberapa tahun. Apakah ini senjakalanya Indonesia...ups!

11 komentar:

RIAN Ra-kun mengatakan...

nanti hari kemerdekaan deketan dengan hari raya :D

Dihas Enrico mengatakan...

yah kasian kalo mereka ga hapal pancasila...
bagaimana mungkin untuk melaksanakannya...

agustus sekarang ga istimewa...
soalnya ada di perantauaan...
:P

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ya bulan penting ini ya.bisa deket2 gitu harinya.

Rawins mengatakan...

berhubung warganya pada mudik
agustusannya diundur bulan september om...

Ugahari Nurul mengatakan...

hehehehe, mereka ga sempet masang tiang soalnya lebih seneng namem janur buat bikin ketupat, hehheee

Nedi Arwandi mengatakan...

emang bener mas Avip, Agustus sekarang gak kayak dulu lagi, entah apa penyebab hilangnya "kesakralan" Agustus sekarang ini...

Popi mengatakan...

jangan gitu donk!! Ini bukan senjakalanya Indonesia tercinta! Mungkin adem ayem gini karena sekarang lagi pada puasa, jadinya males mau lomba ini-itu!
Emang situ mau ..puasa2 disuruh panjat pinang atau balap karung?

eh..emang dulu proklamasi hari Jumat ya?

BKK SMK CB PARE mengatakan...

ya... saya juga prihatin.... banget pada situasi sekarang, masyarakat tak mau lagi memikirkan negaranya, memasang bendera merah putih saja lho... kok ya keberatan . bagaimana ini ? kadang aku berpikir apakah Indonesia harus dianeksasi negara lain dulu baru tumbuh jiwa nasionalisnya? mereka mungkin akan sadar setelah kehilangan . seperti banyak kasus mulai batik, keris , reog setelah diaku Malaysia baru rame2 pakai batik. ehm.... aneh

Muhammad A Vip mengatakan...

Rian:merdeka sekali tahun ini kayaknya
Dihas:istimewa dong...
Fany:bisa lah, siapa dulu sutradaranya
Rawins:masak sih, saya belum dengar pemberitahuannya
Nurul:sepertinya begitu
Nedi:warga sudaah tak tertarik dengan negara kayaknya mas
Popi:katanya, saya kan belum lahir dulu
BKK:apa mau dikata, beginilah kenyataannya

nuel mengatakan...

Ah nggak juga kok.... JAman saya SMA, agustusan juga sepi dan kebanyakan baru pasang bendera juga baru H-7-nya... -_-

uyoyahya mengatakan...

sama, di daerah saya juga perayaan HUT RI udah gak ramai kayak dulu...