Sabtu, 13 Oktober 2012

Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Anda kenal KRI Dewaruci? Kapal yang terkenal karena telah menjelajah banyak benua itu dibuka untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikannya dari dekat. Tepatnya di pelabuhan Tanjung Periuk, cuma sayang tepat jam dua siang hari Sabtu ini (13.10.2012)  KRI Dewaruci akan ke Surabaya sebelum akhirnya pensiun di museum. Kapal yang sepertinya tak kalah hebat dari Black Pearl-nya Jack Sparrow itu meski masih bagus kondisinya tapi sudah dianggap tua dan layak istirahat.


KRI Dewaruci ketika dibicarakan kesannya ini kebanggaan bagi bangsa. Tadi pagi di salah satu stasiun tivi KRI Dewaruci disorot sedemikian rupa yang membuat saya ikut bangga juga sebagai anak bangsa. Cuma sayang, negri yang besar sekali ini cuma punya satu Dewaruci, mestinya seribu dengan nama dewa-dewa yang terkenal. Bahkan ketika KRI Dewaruci akan dimuseumkan penggantinya belum juga ada.

Indonesia adalah negara dengan sebagian besar wilayah geografis-nya laut, saya kira wajarnya negri ini memiliki angkatan laut yang hebat. Bukan hanya kapal perang yang canggih, lebih dari itu jumlahnya juga harus banyak. Dan mestinya juga negri ini adalah negri produsen kapal perang terkemuka di dunia, namun apa daya napsu gede tenaga kurang.

Anda semua pasti hapal dengan syair lagu  Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Lagu itu tadi pagi dinyanyikan para awak KRI Dewaruci dengan gagahnya dan saya tak meragukan kebenarannya. Bahkan saya menduga Nabi Nuh as. sebagai orang pertama di muka bumi yang membuat kapal berasal dari bumi Nusantara ini. Saya kira rumah Nabi Nuh as. ada di dasar Laut Jawa,  konon Laut Jawa dulu daratan.

Cuma Nabi Nuh as. itukan laki laki, jadi lagu nenek moyangku itu pasti tidak ditujukan untuk beliau. Sebab kalau lagu itu ditujukan untuk Nabi Nuh as. pasti judulnya Kakek Moyangku. Lalu siapakah nenek moyang kita itu, lalu kalau nenek moyang kita seorang pelaut, kakek moyang kita itu apakah seorang petani?

7 komentar:

Djangan Pakies mengatakan...

wah Dewaruci mau pensiun ?
Pemerintah perlu buat replika sejenis nih kayaknya, karena Dewaruci telah menelurkan buanyaak kadet

HALAMAN PUTIH mengatakan...

Sayang sekali ya, Indonesia yang negara maritim ini justru berorientasi daratan. KRI Dewa Ruci sebagai simbol kejayaan di laut harus pensiun, sementara penggantinya belum ada. Kreativitas anak bangsa perlu dicetak lagi untuk bisa membuat kapal sekelas Dewa Ruci.

dunia kecil indi mengatakan...

wah, sudah mau dipensiunkan? baru tau aku. harusnya kalau nenek moyang kita pelaut sudah ada gantinya dong, ya...
sepertinya kakek moyang kita juga pelaut, cuma gak masuk ke lirik lagu, hehehe :p

BlogS of Hariyanto mengatakan...

Indonesia ternyata masih bertahan dengan kebanggaan yang lama tanpa pernah mau memperbaharuinya,
btw-kalau nenek itu adalah kata umum untuk panggilan kakek atau nenek ...jadi kakek atau nenek..tetap sama dipanggil nenek :)
Nabi Nuh dari Indonesia...ach sobat satu ini paling bisa melempar wacana :)

Popi mengatakan...

nenek moyang kita pelaut, kakek moyang kita pasti Tengkulak-nya..
hehe..

Muhammad A Vip mengatakan...

Djangan Pakies:katanya nanti 2014 baru ada gantinya dan sedang ditenderkan
halaman Putih:yang lucu justru penggantinya nanti yang bikin bukan orang indonesia
indi:laki-laki dari dulu memang senang mengalah
Haryanto:makasih mas atas penjelasannya
Popi:kakek kita pembuat perahunya, nenek yang jalan jalan (perempuan memang selalu dienakkan)

jelly gamat mengatakan...

ane jadi ikutan bingung kalo ngomongin nenek moyang,, mungkin lagu itu hanya sekedar lagu yg bersifat menghibur tanpa adanya kebenaran dari liriknya..