Rabu, 28 November 2012

Stop BBM Bersubsidi

Seorang teman komen di facebook saya, menurutnya "mending gak usah ada bahan bakar bersubsidi..." jadi stop subsidi BBM. Kalau melihat kenyataan di SPBU, pembeli BBM bersubsidi yaitu SOLAR dan PREMIUM selain angkutan umum dan sepeda motor ternyata mobil-mobil yang bisa dibilang mewah. Mobil yang harganya sampai satu milyar gampang ditemui menggunakan PREMIUM yang konon aturannya untuk warga kelas bawah. Jadi kalau dikatakan subsidi tidak tepat sasaran memang benar dan aturannya sepertinya juga memang tidak memungkinkan untuk tepat sasaran.


Mestinya yang disubsidi itu angkutan umum, sebab jelas alasannya. Untuk mobil pribadi siapapun pemiliknya tak semestinya mendapatkan BBM bersubsidi itu. Bahkan untuk jenis sepeda motor pun mestinya subsidi itu tidak berlaku. Tapi memang sulit mengaturnya, bahkan seandainya ada SPBU khusus untuk angkutan umum pun tidak tertutup peluang adanya akal-akalan.

Tapi konon ada upaya pemanfaatan bahan bakar gas yang jumlahnya melimpah. Bajaj sebagai angkutan umum di Jakarta sepengetahuan saya sudah banyak yang menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG), yaitu bajaj yang berwarna biru. Bus Transjakarta juga banyak yang pakai BBG, lalu kenapa tidak diperbanyak saja tempat-tempat pengisian BBG ini. Kemudian semua angkutan umum diharuskan menggunakan BBG. Untuk tukang ojek, setahu saya ada sepeda motor yang bisa menggunakan tabung gas 3 kilogram.

Dalam bayangan saya pengalihan ini mudah karena sudah berlangsung, jadi tinggal memperbanyak SPBU-nya. Gas juga konon melimpah. Cuma memang saya tidak tahu kerumitan-kerumitan di tingkat birokrasi sana, lagi pula pengusaha sepeda motor juga tidak ingin konsumennya menyusut jadi pasti ada pergerakan-pergerakan tersembunyi. Ya sudahlah, toh saya kemana-mana masih jalan kaki.

17 komentar:

r10 mengatakan...

tahap pertama: jabodetabek musti bebas bbm subsidi, krn banyak orang kayak, mobil mewah

angkot pakai gas aja

Rawins mengatakan...

mending dihapus saja
subsidi itu baik tapi tidak mendidik
membuat orang ketergantungan dan berpikir tentang penyelewengan

alkatro com mengatakan...

mending subsidinya alihin ke blogger wae yo mas

Ferdinand mengatakan...

Aku pernah moto Mobil Honda Jazz beli premium sob... niatnya biar tuh orang malu tak foto2 eh malah biasa2 aja reaksinya...

bener sih mending nggak usah ada subsidi

a.i.r mengatakan...

kalo motor tua dengan CC yang kecil plus irit harusnya diberikan keringanan dengan BBM Subsidi...

Muhammad A Vip mengatakan...

rio: jakarta memang kepalanya indonesia
Rawins:nah gini ini wong indonesia top
alkatro:setuju kuwe
ferdi: dipajang fotonya di mana-mana juga pasti malah seneng, tambah ngetop jarene
air:oke khusus buat anda

Bola Tangkas mengatakan...

setuju dengan sobat. Segera berhentikan BBM subsidi, karena BBM bersubsidi hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan negara dan rakyat miskin.

Muhammad A Vip mengatakan...

Bola:wah, semangat banget ente

kharis alimoerdhoni arief mengatakan...

HIDUP BBM Bersubsidi "KAYA MISKIN same aje".... sudah bayar pajak?

Kliknans mengatakan...

sekarang didaerah ane lagi sulit BBM, apalagi premium... uang gaji ane bisa abis kalo dibeliin pertamax tiap hari.... :(

Popi mengatakan...

bentar, bentar! motor pake tabung gas 3 kg? ciyus? jadi kemana2 dibelakangnya bawa gas ijo itu?

Miftahgeek mengatakan...

Kalo saya, entah kenapa daripada SPBG lebih suka kendaraan listrik. Dengan asumsi jika SPBG dan SPBU pemilik kendaraan harus ke stasiun pengisian bahan bakar nya dulu, sementara kendaraan listrik dapat juga dilakukan di rumah. dan jelas lebih non polusi kendaraan listrik.

Sementara sulitnya pengalihan dari BBM subsidi ke non subsidi dikarenakan masyarakat Indonesia susah move on, siapa sih yang dikasih lebih murah justru milih yang lebih mahal. oleh karena itu pandangan saya diupayakan tidak ada subsidi tambahan yang lain, karena pada saat subsidi tersebut akan dihapus, masyarakat akan ngamuk.

Muhammad A Vip mengatakan...

Popi: bu, ada motor indonesia merek kanzen yang dibikin untuk itu lho, tabung gasnya disimpan di bawah tempat duduk

Dihas Enrico mengatakan...

subsidi itu bagaikan pedang bermata dua..
sangat tajam bung....

Muhammad A Vip mengatakan...

Dihas: pedang bermata satu juga tajam lho

Dihas Enrico mengatakan...

makanya..
bermata dua lebih tajam.
:P

niee mengatakan...

kalau pendapat aku seh mending dihapus aja, dijadikan seperti malaysia yang subsidinya ke beras dan makanan pokok lainnya. Toh kalau bener bener miskin gak mungkin bisa beli motor sekalipun dan kalau sudah beli motor pasti mampu beli pertamax.

birokrasi itu gak sulit, yang sulit itu orang-orangnya :P