Rabu, 27 Februari 2013

Butuh Kereta Khusus Pria

Pemberlakuan Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Khusus Wanita di lintasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) sepertinya berhasil. Walau menurut saya penetapan waktunya tidak tepat, sejauh yang saya tahu kondisinya setiap melintas tak terlihat kosong. Pada jam padat penumpang pun tak beda dengan KRL jelis lain, kondisinya sama umpel-umpelan. Selamatlah buat para wanita yang ingin selalu berkumpul dengan sesama jenisnya.


Saya tidak tahu, apakah wanita lebih senang berkumpul dengan sesama wanita atau dengan pria, yang saya tahu ada wanita yang mengaku lebih suka bergaul dengan lawan jenisnya. Ada banyak alasan tentunya, dan itu bukan urusan saya. Maka meski sudah ada KRL khusus, masih banyak wanita yang  memilih berdesakan dengan pria. 

Saya tahu alasan pengadaan kereta khusus ini, yaitu mengatasi pelecehan seksual. Banyak memang berita tentang pelecehan seksual, yang tentu saja korbannya adalah para wanita. Wanita meski kini telah dianggap setara dengan pria, tapi anggapan padanya sebagai makhluk lemah tak mudah hilang, maka pelecehan seksualpun seakan tidak mungkin menimpa pria yang memang secara kodrati lebih kuat tenaganya dari wanita. Padahal pada kenyataannya, saya sebagai pria merasa sering mengalami pelecehan seksual di tempat umum.

Sudah lazim di jaman sekarang wanita-wanita berpakaian menantang di tempat umum. Bukan hanya menantang, merangsang malah lebih tepat saya kira. Dan di gerbong kereta yang padat, wanita dengan pakaian ketat mini, tubuhnya pating penthelus mendesak-desakkan dirinya yang wangi tepat di depan saya berdiri, benar-benar sesuatu yang mengganggu. Bukan saya tidak nyaman dengan bau wangi dan lain-lain yang ada padanya, tapi pada keadaan semacam itu saya dibuat sulit bersikap. Karena biasanya wajah-wajah di sekeliling saya akan mengamati terus ekspresi wajah saya. Saya cemberut takut dianggap tak memaklumi keadaan, mau cengengesan bisa-bisa dianggap melakukan pelecehan seksual.

Jadi saya diam-diam merasa ada ketidakadilan dalam hal ini. Mestinya kalau ada kereta khusus wanita, harus ada juga kereta khusus pria. Sebagaimana ada toilet pria dan toilet wanita. Sedangkan untuk kereta biasa yang penumpangnya campuran bisa tetap dipertahankan, toh ada manusia jenis tertentu yang sampai tua masih sulit mengenali jenis kelamin dirinya. Semoga pengelola kereta api membaca tulisan ini, dan kereta Khusus Pria segera diadakan, saya sudah capek naik kereta dengan wajah tegang padahal aslinya ingin senyum-senyum.

13 komentar:

Ratnawati Utami mengatakan...

nanti dianggap ngeres ya? wahahaha

zachflazz mengatakan...

saya pengguna kereta juga. pada saat saya ngejar kereta yang akan berangkat saya langsung masuk gerbong pertama yang warna pink itu. kayaknya sudah dianggap kesalahan besar dan semua mata disitu seperti menyuruh saya segera untuk berlalu ke gerbong berikutnya. begitu di gerbong berikutnya, saya hanya diam saja menyaksikan wanita-wanita yang nggak bisa saya perlakukan sama dengan perlakuan mereka terhadap saya. keluhh, hihi.. asemm! (tapi saya sering mengharapkan seorang temen saya yang asik diajak bicara, kebetulan wanita, untuk hinggap dan menetap di gerbong saya. saya memang standar ganda juga rupanya)

Rawins mengatakan...

itu yang kadang terasa ga konsisten
satu sisi ngotot pengen disetarakan, di sisi lain pengen dibedain...

mau dong yang pating penthelus...

ahmad muazim abidin mengatakan...

sebuah kondisi yang sulit untuk bersikap hhhehe... kalau seperti itu jadi susah mau ngapa2in.. mau nyalahin perempuannya juga ga mungkin, mau nyalahin diri sendiri juga g mungkin. yg mungkin adalah disalahkan orang lain jika cengengesan di kondisi seperti itu. di kiranya melakukan pelecehan

meilya dwiyanti mengatakan...

"Sedangkan untuk kereta biasa yang penumpangnya campuran bisa tetap dipertahankan, toh ada manusia jenis tertentu yang sampai tua masih sulit mengenali jenis kelamin dirinya

Huauahhaahhahah maksudeeopo ikii penggalan sing iki, mas ???

Hihihihihi

Dihas Enrico mengatakan...

mungkin maksudnya kalo ada kereta wanita,,maka otomatis wanita akan masuk ke kereta tersebutdan laki-laki tdk masuk ke kereta itu....
:)

Untje van Wiebs mengatakan...

Wahahaha iri ni ye kita punya kereta khusus wanita :p
Semoga diadain yah mas...
Bagian khusus pria, di atas gerbong wkwkwk

Muhammad A Vip mengatakan...

Ami:aslinya sih ngeres hehehe
zach:masuk gerbong wanita saya belum pernah, soalnya saya lebih senang naik di gerbong tengah, biasanya lega
rawins:enak aja, yang pathing penthelus itu nggak bisa dibagi
ahmad:pernah naik kereta empet-empetan enggak
mei:wah, itu saya nulis diluar kendali, alam bawah sadar
dihas:ya, begitulah
untje:di atap sudah ditidakbolehkan, laki-laki sekarang sedang dimusuhi kayaknya

tomo mengatakan...

barusan aku jawab ke Brasil naik sepur, eh..disini rupanya ada postingan sepur yang bagus bianget kang

andy langit mengatakan...

tp saya stuju kok, klo ada kereta khusus prempuan...

r10 mengatakan...

ya udah selamat berjuang, semoga cita2 ada kereta khusus pria terkabul :p

inarakhmawati.com mengatakan...

hehehe mungkin karena gender, pria itu dinilai lebih tangguh ketimbang wanita, makanya gak ada kereta khusus pria wkwkkw

salam kenal :)
kpn2 mampir ya sob ^^

inarakhmawati.com mengatakan...

komentarku dah masuk blm ya ? :-(