Jumat, 28 Juni 2013

Delman dari Jakarte

Di Indonesia, di banyak daerah kita bisa menemui moda transportasi yang sama tapi berbeda nama. Seperti di daerah saya ada Dokar, kendaraan pengangkut manusia yang ditarik kuda itu di Jakarta namanya Delman. Sama persis saya kira, cuma entah pertama kali adanya dimana saya tidak tahu. Yang saya tahu baik Delman maupun Dokar sekarang sudah jadi barang langka.


Tak seperti Dokar yang kini sudah sulit ditemui, Delman gampang ditemui di Jakarta kalau kita jalan-jalan ke kawasan sekitar Monumen Nasional. Dulu Delman bisa beroprasi di area Taman Monas, tapi gubernur Fauzi Bowo sempat melarangnya beroprasi karena berkesan mengganggu. Untunglah ada Jokowi, gubernur baru itu kembali membolehkan Delman muter-muter di jalan raya sekitar Monas.

Bukan hanya membolehkan Delman beroprasi, Jokowi juga (menurut berita) memodali tukang-tukang delman dengan uang limaratus ribu rupiah agar kendaraan peninggalan nenek moyang itu tampil cantik. Hasilnya memang terlihat ramai seperti yang tampak di gambar. Cuma saya berharap lebih dari itu, yaitu delman-delman itu beroprasinya di dalam kawasan Monas.

Kawasan Monas yang berupa lapangan saya kira cocok untuk muter-muter delman, daripada di jalan raya bersaing dengan bus kota dan sedan presiden. Lagipula kalau operasi mereka berada di satu kawasan yang pasti, upaya pembinaannya dan pelestariannya akan lebih mudah. Bila perlu delman-delman itu diambil alih kepemilikannya oleh Pemprov DKI Jakarta. Dan selain di Monas, delman juga saya anggap cocok dioprasikan di kawasan Ancol, Ragunan dan Taman Mini. 




13 komentar:

papapz mengatakan...

setuju mas.. di daerah saya aja delman udah jarang, liat kudanya aja jarang.. padahal anak saya ingin nyobain naik delman juga hehe

sabda awal mengatakan...

di tempat saya juga ada mas, karena daerah saya terknal dengan wisatanya, namnya dataran tinggi karo yaitu berastagi

BlogS Of Hariyanto mengatakan...

kalo delman sebaiknya dijadikan salah satu ikon wisata, dengan demikian delman tidak hilang dari Jakarta :-)

Rian Ra-kun mengatakan...

di Padang namanya Pedati

lama saya gak Blog Walking. Apa kabar?
Selamat berakhir pekan ya :)

joe mengatakan...

berkunjung sobat, setelah lama minggat hehe

catatan-r10.com mengatakan...

delman ada 1 kok di daerahku, tapi cuma buat muter2 untuk wisata anak, keliling komplek

keke naima mengatakan...

yup Delman sebaiknya di area wisata aja. Kl turun ke jalan di Jkt udah padet jalannya :)

Huda Tula mengatakan...

kalau di kampung halaman saya di Lombok namanya cidomo (singkatan dari cikar, dokar, motor). Tapi di kota kecil saya kadang disebut becak, soalnya becak yang tenaga manusia di sini ga ada.

Rusydi Hikmawan mengatakan...

di lombok ada cidomo. emang jokowi terus aja bikin terobosan. sy salut ama gaya kepemimpinan jokowi, dia satu2nya yg paling progresif. gubernur sy pun kalah

capung2 mengatakan...

dibeberapa tmpat wisata di jakarta eksistensi delman memang msh digunakan

BlogS Of Hariyanto mengatakan...

hadir kembali untuk naik delman :-)

alkatro mengatakan...

biaya perawatan dokar + kudanya mahal mas, bapaknya temenku alih profesi jadi tukang es keliling
bulan kemarin malah ada festival gerobak sapi di kampung sodara,
asem arep nonton malah lali jadwale :D

Ferdinand mengatakan...

Kalo jaman dulu tahun2 70-ann, pas jalan2 ibukota masih tanah, kendaraan satu2nya selain Truk ya dokar itu... sayang sekarang terpinggirkan dan untunglah Jakarta milih gubernur yg tepat haha...