Selasa, 18 Maret 2014

Bonsai yang Menarik

Pernah anda mendengar istilah Cina Benteng? Saya yakin bagi warga Jakarta sudah tidak asing lagi dengan istilah itu. Komunitas keturunan Cina yang sering disebut juga dengan ungkapan Cina Miskin ini adalah warga keturunan Cina yang hidup di kampung-kampung di Jakarta dan sekitarnya yang membaur dengan warga dari etnis Jawa atau pribumi. Walau tentu saja banyak dari mereka yang kaya raya, tapi biasanya yang lazim disebut Cina Benteng oleh orang-orang kampung adalah mereka yang kelasnya sama dengan orang-orang kampung pada umumnya.



Sekitar satu bulan yang lalu tak sengaja saat jalan-jalan ke Gramedia Matraman dan melihat buku-buku obralan saya mendapati sebuah buku tentang Cina Benteng ini. Tepatnya sebuah novel yang bercerita tentang sejarah satu keluarga Cina Benteng yang hidup turun-temurun semenjak jaman Mataram hingga jaman Orde reformasi. Buku yang tentu saja saya anggap menarik saat melihatnya, bukan saja karena judulnya, tapi lebih karena murah harganya.

Nama penulisnya asing bagi saya yang akrab dengan nama-nama populer sastrawan mutakhir. Judul bukunya tak pernah saya dengar atau membacanya di koran pernah jadi bahan diskusi (tentu karena pergaulan dan bacaan saya terbatas), juga tak pernah saya temui di rak-rak buku sastra di Gramedia sekalipun. Jadi ketika membelinya saya lebih tertarik dengan Cina Benteng-nya dengan mengabaikan kemungkinan isinya sangat jelek dan membosankan untuk dinikmati sambil duduk santai sendirian. Dengan jumlah halaman lebih dari lima ratus, harga dua puluh lima ribu kalaupun isinya jelek saya pikir tidak rugi.

Ternyata buku yang ditulis oleh Pralampita Lembahmata dengan judul BONSAI; Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng terbitan Gramedia Pustaka Utama bertahun terbit 2011 (cetakan pertama) ini lumayan mengagetkan. Walau ada beberapa hal yang menurut saya kurang, tapi capaian bahasanya saya anggap luar biasa. Semakin banyak bab yang saya baca semakin menarik dan membuat saya terkesan dengan kedalaman berpikir penulisnya. Pengungkapan peristiwa-peristiwa sejarahnya bahkan tak kalah dengan Remi Silado di Ca Bau Kan. Sampai saya merasa ini buku yang layak untuk jadi bacaan wajib anak-anak sekolah kita.

Pokok ceritanya tentu saja ada di BONSAI, pohon kuntet yang kita kenal selama ini sebagai seni dari Jepang. Saya kira penulisnya ingin mengaitkan kenyataan warga keturunan Cina yang kini ada di Indonesia dengan fenomena Bonsai. Orang-orang Cina menurut catatan sejarah telah hidup menetap di pulau Jawa (khususnya) sudah lama sekali, bahkan pada jaman Majapahit mereka sudah dikenali sebagai komunitas unggul karena gaya hidupnya yang lebih baik dari orang-orang Jawa. Mereka yang sudah turun-temurun mendiami nusantara ternyata kini seperti sekumpulan pendatang baru yang sedang berupaya membaur dengan pribumi. Mereka minoritas yang dikecilkan yang seakan tidak punya kontribusi pada tumbuh kembangnya negara Indonesia. Sejarah hidup mereka memang penuh kegetiran dalam banyak masa, dan Novel Bonsai ini menceritakan banyak peristiwa tragis yang menimpa warga keturunan Cina.

Saya merasa meruntung sempat membaca buku bagus ini, mengingat buku ini bukan buku yang ramai dibicarakan di tempat-tempat kajian buku-buku sastra unggulan. Mungkin buku ini tak layak jadi buku sastra unggulan, tapi saya merasa buku semacam ini layak berada di perpustakaan-perpustakaan sekolah kita.

12 komentar:

Ione Nasition mengatakan...

iya, karena selama ini kita tidak begitu memahami saudara kita satu ini , melalui bacaan ini diharapkan kita mengerti sedikit tentang etnis ini...

Obat Sakit mengatakan...

aku belum pernah dengar cina benteng ini mas

Wisata Murah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Wisata Murah mengatakan...

Assalamualaikum wr. wb
saya amati sobat ini penulis yang baik, cara menuangkan gagasan pikiran diatas tulisan dengan bahasa yang gamblang mengalir dan enak dibaca

ngomongin bonsai, saya punya teman karib yang mengelola situs khusus bonsai, ketepatan selain sebagai maniak bonsai,dia juga berprofesi sebagai wartawan sekaligus redaktur koran jawa pos, kalau di situs tersebut dia memakai nama iwan gajah

Alamat URL-nya ada di www.bursabonsai.com

disana banyak dishare mengenai segala jenis bonsai, mulai dari produk cina, jepang, termasuk karya master penjing indonesia yang karyanya pernah saya bauatkan reviewnya 2 tahun lalu

NB: mhn maaf komentar pertama saya hapus karena ada salah penulisan alamat URL situs dimaksut

slm sukses selalu
syukron

Muhammad Affip mengatakan...

Ione: menurut cerita orang tua dulu di desa saya ada lebih dari satu orang Cina, mereka akrab dan dikenal baik, tapi entah sejak kapan orang Cina tak ada lagi di desa saya yang kini tetap homogen

Muhammad Affip mengatakan...

Tomo: saya juga baru tahu setelah lama di jakarta

Muhammad Affip mengatakan...

Wisata murah: terimakasih untuk pujian dan informasinya

Seputar Dunia Ponsel dan HP mengatakan...

warga Cina di Indonesia adakah yang miskin ya cak?

Muhammad Affip mengatakan...

ponsel: yo akeh, sing dadi glandangan yo akeh

Joe mengatakan...

sepertinya menarik, kalau ke gramedia mau cari ah

PRofijo mengatakan...

Pernah denger istilah Cina Benteng, tapi belum tahu apa maksudnya. Ternyata....

Catatan Kecilku mengatakan...

Buku keren dg harga hanya 25rb... wah itu serasa dapat durian runtuh hehehe