Senin, 19 Juli 2010

Muslim Betawi dan Nasi Kebuli

Kemarin rasanya tumben, di masjid sebelah rumah sholat Subuh banyak jamaahnya. Biasanya sholat Subuh satu shaf saja sudah hebat. Sholat Maghrib dan Isya saja sepi. Tapi kemarin suasananya tampak lain, jamaah yang datang juga tampak banyak dari tempat jauh, kelihatan dari kendaraan yang mereka gunakan.

Rupanya ada acara pengajian atau yang sejenisnya. Yang jelas acaranya sholat berjamaah kemudian diikuti ceramah oleh dua tiga ulama. Acara yang ternyata kegiatan rutin mingguan, yang pelaksanannya bergilir dari masjid ke masjid. Saya memang baru tahu.

Acaranya sendiri cuma diisi ceramah tanpa ada diskusi atau tanya jawab meski tampak tak berjarak antara ulama dan umat. Sama seperti kegiatan Maulid yang ternyata di Jakarta--mungkin ini tradisi Betawi--yang berlangsung hampir sepanjang tahun. Setiap minggu selalu saja kalau diperhatikan ada sepanduk maulid yang acaranya begitu-begitu saja. Padahal Muludan kalau di tempat lain hanya dilakuakn pada bulan Mulud/Robiul Awwal (bulan lahirnya Nabi).

Ada yang menarik juga dari acara pengajian-pengajian yang dilaksanakan di Jakarta, yaitu dihidangkannya nasi kebuli di akhir acara. Nasi yang memasaknya dicampur kaldu ini khas dari Arab(?) atau dari India.. Biasanya dihidangkan pakai nampan dan dimakan kroyokan. Adanya nasi khas Arab ini tentu karena biasanya penyelenggara acara-acara rutin ini tokoh-tokoh Habaib yang masih keturunan Arab, yang jumlahnya di Jakarta cukup banyak.

Nasi kebuli ini entah di Arab sana dimakannya pada waktu kapan, apakah saat malam hari atau siang. Di Jakarta, sepertinya dalam acara maulid atau pengajian yang waktunya tidak tentu, bisa pagi, siang atau malam nasi kebuli selalu yang disuguhkan. Apakah nasi kebuli makanan tanpa aturan main? Entahlah, yang jelas kemarin pagi saya sarapan nasi kebuli ramai-ramai di halaman masjid dan kenyangnya sampai sore nggak ilang-ilang.


3 komentar:

Aby Umy mengatakan...

nasi kebuli tu kayak apa ya?
jadi penasaran

Arif Chasan mengatakan...

jadi lapar... ^^

tapi mendinglah masih ada pengajian daripada tidak sama sekali,, ^^

Muhammad A Vip mengatakan...

Aby@nasi kebuli itu nasi yang cara memasaknya dicampur dengan gule kambing. Jadi baunya kambing banget hahaha
Arif@oke