Jumat, 30 Juli 2010

Saatnya Menjelajah Enam Istana Kepresidenan

Selain Istana Merdeka yang ada di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta dan Istana Negara yang terletak dibelakangnya yang merupakan kediaman dan kantor presiden yang menjabat saat ini, kita tahu ada beberapa istana lain yang juga merupakan istana presiden. Seperti istana di Bogor, istana Tampaksiring, Istana Cipanas dan Istana Yogyakarta. Namun yang lebih familiar bagi banyak warga negeri ini tentu saja Istana Merdeka. Istana yang menghadap Lapangan Monas ini terkenal tentu karena letaknya yang di ibu kota negara dan sudah pasti karena setiap tanggal 17 Agustus di sana selalu diadakan upacara bendera yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi nasional.

Selain istana yang di Jakarta itu, istana yang juga cukup terkenal adalah Istana Bogor. Istana dengan pekarangan luas yang banyak di dalamnya rusa berkeliaran ini tentu saja yang paling unik. Banyak dihiasi patung-patung wanita telanjang, lukisan dari pelukis-pelukis terkenal dan benda-benda seni lainnya. Sesuatu yang tentu bisa dinikmati oleh siapa saja karena istana itu kini terbuka untuk umum.



Saya sendiri belum pernah masuk ke dalam istana-istana yang beberapa  diantaranya telah bisa dikunjungi masyarakat itu. Tapi tanpa mengunjunginya pun kini kita mungkin untuk menikmati keindahan dari peninggalan masa lalu itu. Adalah Asti Kleinsteuber, seorang pemerhati sosial-budaya, kemarin (28/7/2010) telah meluncurkan bukunya yang mengulas istana-istana kepresidenan di Indonesia yang di dalamnya dipenuhi foto-foto artistik. Buku setebal 328 halaman edisi luks  ini merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh independen yang membahas prihal istana kepresidenan.

Buku yang enampuluh persennya berupa foto-foto ini bercerita banyak tentang enam istana kepresidenan. Termasuk di dalamnya dibahas sejarah  yang melingkupinya. Di sana dimuat ratusan lukisan, benda seni dan karya arsitektur berkualitas dunia yang membanggakan sebagai warisan yang layak diapresiasi.

"Selama ini informasi tentang Istana Kepresidenan sangat terbatas, parsial dan kadang terkesan tersembunyi. Saya berusaha keras dengan bantuan semua pihak menyusunkan serakan keindahan tersebut agar menjadi ingatan kita tentang sejarah luhur bangsa Indonesia." Demikian menurut Asti dalam siaran persnya.

Buku yang telah dicetak sebanyak 2000 eksemplar itu dibandrol Rp. 940.000,-. Harga yang cukup mahal, tapi diharapkan oleh penyusunnya sendiri nanti kalau buku ini laku terjual akan dicetak edisi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas.

13 komentar:

tomo mengatakan...

Mahal sekali bukunya gan.
Gak kuat tuku

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met wiken

Muhammad A Vip mengatakan...

betul. bukunya memang sangat licin, tunggu edisi murahnya saja kalo begitu

Muhammad A Vip mengatakan...

sama-sama buat sang cerpenis manis :)

Arif Chasan mengatakan...

saya tunggu versi murahnya...
kalau ada sih ebooknya.. hehe.. ^^

Muhammad A Vip mengatakan...

Tunggu aja :D

joe mengatakan...

wah, hampir sejuta. dapat diskon gak ya?

om rame mengatakan...

nunggu beberapa waktu ke depan aja deh, biar turun harga duLu. kayak harga hape aja, hehehe...
terima kasih atas sharenya.

Umy Diary mengatakan...

kunjungan dimalam minggu

om rame mengatakan...

semoga dengan adanya buku tersebut, kita semua dapat mengetahui ada apa dibaLik istana kepresidenan yang identik dengan privasi terhadap pubLik.
terima kasih Om sudah berbaLas pantun, saya jadi merasa tersanjung nih. hehehe...

Muhammad A Vip mengatakan...

joe: coba aja nawar? :D

Om rame: tapi biasanya harga buku tambah laku tambah mahal.

Umy: okelah.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

pegel dong sampai 6 istana dijelajahi

Muhammad A Vip mengatakan...

Ketauan sang cerpenis nggak baca sebelum komen