Jumat, 06 Agustus 2010

Krupuk dan Kemerdekaan

Siapa tak kenal krupuk? Keterlaluan kalau sampai tak mengenalnya.

Krupuk sebagai makanan entah asalnya dari mana. Maksudnya pertama kali ada krupuk di dunia tepatnya di desa apa kecamatan apa kabupaten apa dan seterusnya. Tapi kalau dari namanya, sepertinya krupuk itu dari Jawa. Dinamai demikian mungkin karena ketika digigit bunyinya "krupuk krupuk." Sama seperti kripik, makanan yang digoreng garing yang lebih tipis yang kalau digigit  bunyinya "kripik kripik." Orang Jawa kan terkenal kalau memberi nama sesuatu dibikin gampang saja. Tapi nggak selalu ding.

Krupuk di lingkungan saya banyak sekali macamnya. Ada krupuk mi, krupuk gender, krupuk antor, krupuk rambak dan masih banyak lagi. Dulu waktu kecil tetangga kanan kiri banyak yang jadi pengusaha krupuk (sekarang sudah pada tutup entah kenapa). 

Seperti krupuk mi, krupuk jenis ini tentunya gampang ditemui di banyak tempat. Krupuk mi ini ada dua cara dalam menggorengnya, ada yang pakai minyak dan ada yang pakai pasir. Sekarang umumnya yang ada di pasaran yang digoreng minyak. Saya lebih suka yang digoreng pasir. Dulu juga ketika masih kanak-kanak, biasanya menggunakan krupuk jenis ini untuk acara lomba makan krupuk.

Dan ketika ngomongin lomba makan krupuk, sangkut pautnya pasti dengan lomba Agustusan. Karena sudah tradisi di manapun di bumi Indonesia, ketika masuk bulan Agustus selalu diadakan bermacam lomba. Di kampung-kampung, di sekolahan, di kantor-kantor bahkan mungkin di hutan belantaranya. Dan lomba makan kerupuk biasanya selalu ada. Rasanya lomba makan krupuk inilah lomba pertama yang pernah aku ikuti dalam hidup ini.

Sampai di sini sudah jelas kiranya sangkutan antara krupuk dan kemerdekaan. Tapi ada sesuatu yang saya pikir lebih dari hubungan itu, yaitu bahwa krupuk ternyata makanan yang merdeka. Krupuk sebagai makanan bisa bebas berada di manapun. Krupuk bisa jadi lauk sarapan nasi goreng, bisa dilahap sambil jalan-jalan di taman, di gragas di dalam angkutan umum, buat nemenin makan mi pangsit dan bisa buat dorongan kalau kita ditraktir seorang teman makan malam yang ternyata makanannya nggak terlalu enak. Untuk yang terakhir tadi jelas sekali krupuk memerdekakan, seperti yang dialami seorang teman, dia inginnya selalu makan yang enak-enak padahal hidupnya pas-pasan dan agar dapat menelan makanan yang dianggapnya tidak enak ketika makan, krupuk inilah penolongnya.

Krupuk, makanan yang ringan bobotnya ini juga tak jelas apakah mengandung gizi atau tidak. Setahu saya krupuk dibuat cuama dari adonan tepung aci. Kalaupun ada krupuk udang, paling yang dicampur kepala udangnya. Tapi memang kebanyakan orang tidak terlalu mengurusi soal kandungan gizi atau segala yang rumit-rumit macam itu. Yang lebih penting sensasinya ketika dimakan. Ingat saja ketika menggigit krupuk, amohnya itu  mampu menghadirkan sesuatu yang hebat di perasaan. Tak perlu detil membahasnya, yang pasti melambungkan. Halah!

Sampai di sini saya jadi ingat seorang teman yang kini sedang belajar di Rusia. Dia senang jajan krupuk. Kalau jajan selalu krupuk. Apakah di Rusia ada krupuk?


14 komentar:

Fajar mengatakan...

makan bakso tanpa krupuk...rasanya ada yang kurang...om...

Camajuyas mengatakan...

sayang besok nggak ada lomba makan krupuk nih..soale bareng dengan puasa..

Muhammad A Vip mengatakan...

Begitulah.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kayaknya di Rusia gak ada kerupuk deh. hehee kriuk kriukk..lagi makan kerupuk udang nih

Yohan Wibisono mengatakan...

"Nice artikel, inspiring ditunggu artikel - artikel selanjutnya, sukses
selalu, Tuhan memberkati anda, Trim's :)"

harto mengatakan...

waaah kalo krupuk mie yang di goreng sama pasir ituuu yang bikin inget pada waktu dulu masih SD, krupuk mie dicelupin sambal goreng waaaah sedapnya. sampai sekarang saya kalo makan harus ada krupuk, kalo ga ada rasanya ada yang kurang

tomo mengatakan...

wah wah krupuk ini hidangan lezat kawand..
malah dilombakan segala di hari peringata tujuh belasan di desa-desa di penjuru tanah air.

Kalo menurutku krupuk itu asalnya dari tepung kawand tapi kalo aslinya berasal dari daerah mana belum ada yang mengetahuinya he3..

Itu kan Rusia saja sampe kepincut makan krupuk dan kripik juga he3..
La wong memang enak kok di maem
Suwun

tomo mengatakan...

wah wah krupuk ini hidangan lezat kawand..
malah dilombakan segala di hari peringata tujuh belasan di desa-desa di penjuru tanah air.

Kalo menurutku krupuk itu asalnya dari tepung kawand tapi kalo aslinya berasal dari daerah mana belum ada yang mengetahuinya he3..

Itu kan Rusia saja sampe kepincut makan krupuk dan kripik juga he3..
La wong memang enak kok di maem
Suwun

om rame mengatakan...

kaLo gateL di biLang ngegaruk, karena bunyinya garuk-garuk. hehehe...
makan pun kaLo enggak ada kriuk-kriuknya terasa kurang Lengkap.
saLam krupuk kemerdekaan.

febriyanto mengatakan...

makan kerupuk kyk makan angin, hhe..... angin yg enak...... :D

CORETAN HIDUPKU mengatakan...

Memang sudah menjadi tradisi kalau 17 agustusan pasti kerupuk laris manis sebagi media yang paling dicari utk perlombaan makan krupuk

Muhammad A Vip mengatakan...

Haha...ternyata semua orang penggemar krupuk.

Memorabilia mengatakan...

semoga kerupuk akan selalu ada.. ga seru makan tanpa kerupuk :)

Muhammad A Vip mengatakan...

Tukan pendukung lagi