Rabu, 04 Agustus 2010

Puasa Sebentar Lagi

Sebenarnya saya nggak terlalu memikirkan kapan tepatnya bulan Romadlon dimulai untuk kita puasa di sana, tapi ribut-ribut di kanan kiri membuatku jadi terbawa keadaan. Kapan puasa kan nggak penting bagi orang macam saya yang cuma anggota masyarakat yang hidup di dalam tatanan negara, karena sudah ada yang mengurus. Kalau sudah ditetapkan, sebagai warga tinggal jalan, ya toh!?

Puasa kata seorang teman jatuh hari rabu depan. Wah, sudah seminggu lagi kalau begitu. Tapi perasaan biasa-biasa saja. Beda dengan dulu waktu masih kecil dan tinggal di kampung, suasananya begitu terasa dan menyenangkan. Sekarang entah karena sudah banyak yang dipikirkan apalagi harga bahan makanan pada melambung dan bikin pusing perasaan jadi sulit buat senang.


Entahlah. Yang jelas sama dengan suasana Agustusan, dulu juga menyenangkan dan heboh sekali, sekarang anteng-anteng saja. Tapi jangan-jangan cuma perasaanku saja. Seperti waktu yang kadang rasanya begitu cepat, kadang juga terasa lambat. Ya, dunia ini bisa jadi polanya tetap sama, pribadi-pribadi yang ada di dalamnya bisa jadi yang berubah. Entahlah!

Dulu waktu kecil menjelang puasa di musholla selalu ramai unggah-unggahan, yaitu tradisi bergantian orang bagi-bagi makanan. Petasan sudah setiap hari berbunyi. Anak-anak yang kalau malam keliling membangunkan orang sahur sudah mulai menyiapkan segala peralatan. Kuburan dibersihkan dan lain-lain yang khas sekali. Tentu saja itu masih ada, tapi bagi saya yang telah tercerabut dari masa lalu semua itu cuma kenangan. Ya, hidup harus berubah dan berganti wajah.

Buat yang akan menjalankan ibadah tahunan itu, saya ucapkan selamat menempuh hari-hari menyenangkan dengan berdiet, semoga yang gendut-gendut bisa langsing. Yang langsing tidak kurus dan yang kurus kulitnya tambah mulus. Marhaban ya Romadlon.

17 komentar:

Fajar mengatakan...

bisa jadi karena kita udah gedhe ya...

Camajuyas mengatakan...

yach...agustusan ini bareng dengan puasa.....kunjungan sore.....

Muhammad A Vip mengatakan...

Kayaknya sih, Fajar

Muhammad A Vip mengatakan...

Jayus: dulu proklamasi dibaca pada bulan puasa juga

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

cepet ya. tau2 dah puasa

Muhammad A Vip mengatakan...

cepet, soalnya udah pada pake motor jadi bisa ngebut

tomo mengatakan...

Mari persiapkan mental dan fisik untuk menyambutnya

etam grecek mengatakan...

kalau saya sebagai muslim bulan ramadhan bukan bulan biasa tapi bulan yg sangat luar biasa....
dan kapan jatuhnya tanggal awal ramadhan sngat penting sebab jng smpai sudah masuk tnggal yg ditetapkan oleh pemerintah kita tidak berpuasa krna tdk tidak tahu...dr kecil smpai sdh punya anak kecilsaya tetap antusias menyambutnya...

waroeng coffee mengatakan...

mohon maaf lahir bathin, moga puasa ramadhan kita diberkahi oleh Allah, amin...

tomo mengatakan...

sebentar lagi puasa.tiada terasa ya sudah akan puasa lagi

uswah mengatakan...

menjalin silaturrahmi

hikmah mengatakan...

bagi yang belum lunas puasanya tahun lalu silahkan di bayar dulu

Muhammad A Vip mengatakan...

Tomo:Puasa ternyata butuh persiapan fisik dan mental ya gan?

Etam:Puasa adalah ruang latihan untuk menempa stamina keimanan kita, harus antusias, bukan begitu?

Warung :warung kopinya buka siang apa tutup?

Muhammad A Vip mengatakan...

Uswah:wajib layaw

Hikmah:siapa itu?

Indahnya Kebersamaan mengatakan...

Wah puasa bentar lagi ahrus jaga semangat dan pastinya saat puasa dilarang bermalas-malasan

Ferdinand mengatakan...

Weleh masa bulan Puasa bulan Biasa haha.....klo buat aku sih sama kaya Boz etam luar biasa hhe...

slam knal. aku Follow sekalian(DJ SITE)... Follow balik ya Sob... thnx..

Muhammad A Vip mengatakan...

Indah dalam kebersamaan di bulan puasa oke.

Bung Ferdinan, sip lah!