Selasa, 10 Agustus 2010

Siap Menikmati Sepak Bola Inggris dan Puasa Lagi

Besok tim nasional Inggris akan bertanding dalam rangka pemanasan sebelum pertandingan resmi menuju final piala Eropa 2012 dimulai. Nggak penting-penting amat. Karena disamping itu cuma pertandingan pemanasan, timnas Inggris juga nggak ada gregetnya. Sesuatu yang khas pada tim itu sudah tak ada lagi, padahal pemainnya itu-itu saja.

Sesuatu yang menyenangkan buat saya adalah sepak bola gaya Inggris yang tentu masih ada di pertandingan-pertandingan liganya, Liga Primer. Meski berlimpah pemain asing, tetap menurut saya ada sesuatu yang khas pada pertandingan-pertandingan di Liga Primer. Pertandingan yang cepat, tak terlalu seringnya bunyi pluit pelanggaran, sehingga pertandingan betul-betul mengalir dan enak dinikmati. Meski hampir merata gaya pertandingan di era sepak bola masa kini, tapi tetap Liga Inggris lebih menarik, buktinya liga ini termasuk liga yang paling banyak dinikmati di dunia.

Tak adanya batas pagar antara lapangan dengan bangku penonton juga menjadi ciri khas lapangan di Inggris. Di negara-negara Eropa yang lain pagar kawat menjulang masih ada untuk menghindari adanya penonton yang membuat onar dengan masuk ke tengah lapangan. Apa lagi di Indonesia, tak terbayang kalau lapangan di sini dibikin seperti lapangan di Inggris, dibentengi sedemikian rupa saja selalu ada wasit benjut-benjut kena pentungan. Apa yang ada di Inggris bisa jadi model yang menarik.

Yang menarik dari Liga Inggris saya sendiri tak terlalu mampu menjelaskannya, tapi permainan yang cepat rasanya memberikan gairah dan merangsang imajinasi. Seperti menonton film action saja, kadang saya berpikir begitu. Dan yang secara umum dapat dilihat pada pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh pemain-pemain Eropa adalah mental yang kondusif. Bayangkan dalam ketatnya permainan, tekling mengerikan, saling sikut, jatuh jempalitan tapi mereka tak mudah meluapkan emosi dengan berlebihan.

Jadi menonton bola pada akhirnya tak sekedar mengisi waktu, atau sekedar menghibur diri, tapi juga belajar tentang etika. Banyak hal tentu yang bisa diambil dari peristiwa pertandingan dua puluh dua orang berebut bola itu. Dan kalau besok nonton liga Inggris seusai sholat Tarawih dengan niat ngaji etika, di bulan Romadlon ini pasti berpahala. Apalagi setelah nonton pertandingan tidak hanya ribut berapa harusnya gol tercipta, tapi mendiskusikannya dengan mengaitkannya dengan hakikat puasa atau pokok agama yang lain, wah pasti pahalanya lebih gede lagi. 

Ini bukan sejenis fatwa atau apa yang sifatnya begitu serius yang mungkin akan memicu konflik antar golongan, ini sekedar posting yang maksudnya sekedar berbagi sesuatu yang saya anggap bermanfaat. Bagi yang menyukainya saya ucapkan terima kasih, kalau tidak suka berarti saya harus mohon maaf lahir batin sebelum masuk bulan Romadlon. Selamat berpuasa bagi yang merasa sudah baligh dan beriman.

10 komentar:

pakde sulas mengatakan...

pakde sangat suka sepakbola inggris yang penuh gairah, tingkat fairply sangat tinggi dibanding sepak bola eropah lainnya yang banyak intrik

Muhammad A Vip mengatakan...

setuju pakde

tomo mengatakan...

Wah ini dia yang aku tunggu2 kawand.
Liga inggris memang asyik untuk ditonton.
Selalu suka sprint kawan.

Umy Diary mengatakan...

pecinta bola bener

catatan kecilku mengatakan...

Aku sih gak suka sepak bola... hehehe

Lina Marliana mengatakan...

hobbynya para lelaki tuh, nonton bola..
Aku add follow no 10 tah sob.. met menjalankan ibadah puasa... :)

TUKANg CoLoNG mengatakan...

eh jadi dmn disiarin?

om rame mengatakan...

permainan kick and run sangat saya sukai, karena dengan tipe permainan seperti itu permainan menjadi Lebih aktraktif dan boLa berguLir begit deras seperti Luncuran roket yang meLesat menuju sasaran.
menjeLang menjaLankan ibadah puasa di buLan Ramadhan, saya turut mengucapkan haL yang sama. yakni, mohon maaf biLa seLama ini ada saLah daLam perkataan maupun priLaku. seLamat menjaLankan ibadah puasa, terima kasih.

Muhammad A Vip mengatakan...

Selamat berpuasa buat semua, trimakasih komennya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yup, setuju. belajar etika sambil nonton ya. btw, kalo mau tahu peserta lomba liat aja di postingan lomba menulis cerpen. tinggal klik sidebar kanan. di kolom komentar ada peserta yg daftar.