Kamis, 28 Oktober 2010

PESAN DARI SOEMPAH PEMOEDA

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928



Saya tak bisa membayangkan seperti apa suasananya ketika itu. Ketika sumpah itu disuarakan oleh  hampir seratus pemuda  yang hadir dalam Kongres Pemoeda di Jakarta pada tahun 1928. Apakah terjadi hiruk-pikuk dan rebutan makanan seperti setiap kali ada acara kumpul-kumpul sekarang ini. Atau suasananya tenang bahkan mungkin tegang karena waktu itu jaman kolonial. Gelap sungguh gelap.

Sering saya lewat depan Musium Sumpah Pemuda di Jalan Keramat Raya dan melirik sedikit ke rumah tua yang dulu jadi tempat para pemuda bersumpah itu. Rumah yang sekarang tampak sepi sekali itu pasti dulunya rumah yang bagus dan ramai. Kini rumah yang dijadikan musium itu dengan papan nama di depannya benar-benar terlupakan. Saya yakin banyak warga sekitar musium yang tak tahu kalau ditanya lokasi berlangsungnya Sumpah Pemuda dulu itu. Saya yang pernah tinggal lama di sekitar situ pun kalau tak membaca buku bahwa di daerah Keramat Raya ada rumah bersejarah itu rasanya tak menyadari keberadaanya walau setiap hari melewatinya.

Bangunan fisik saja yang tampak jelas di pinggir jalan terlupakan, bagaimana dengan sesuatu yang tak tampak seperti spirit dari Sumpah Pemuda itu. Ya, saya harus jujur pada akhirnya bahwa spirit yang luar biasa itu pun benar-benar gelap. Gelap tertutup oleh segala yang tampak sekarang ini. Dan karena gelap saya hanya bisa mereka-reka, dengan membaca teks yang ada kira-kira pesan dari sumpah itu begini:

Pertama  : Mereka mengaku tanah air Indonesia sebagai satu-satunya tumpah darah mereka.
Kedua     : Mereka mengaku satu bangsa, yaitu bangsa indonesia.
Ketiga    : Mereka menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.

Dari ketiganya, dua yang pertama mereka mengaku dan yang ketiga menjunjung. Sampai di sini saya malah bingung, kenapa mereka harus mengaku dan kenapa bahasa harus dijunjung. Akhirnya gelap juga. Wah, jangan-jangan bukan sumpah pemuda itu yang harus diperingati, tapi saya ini yang harus diperingati terus menerus agar jangan sampai tak tahu menahu dan bodoh. Untuk yang terakhir ini diperingati atau diperingatkan ya?

21 komentar:

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

selamat hari sumpah pemuda
wah aku jadi malu sejak lulus sekolah udah gak ingat tentang sumpah pemud -___"
harus kuubah nie akunya

Muhammad A Vip mengatakan...

yow yow

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met hari sumpah pemuda deh.

Popi mengatakan...

kalo diresapi dalem-dalem, merinding juga loh denger Sumpah Pemuda ini! bayangkan: saat itu para pemuda BERSUMPAH sedemikian rupa untuk tetap BerSATU? lah sekarang, para pemuda bisanya malah berSumpah Serapah ngajak berantem??..menangislah Indonesiaku!

Tomo mengatakan...

selamat hari sumpah pemuda

Tomo mengatakan...

untuk yang terakhir ya diperingati juga to kang hiks hiks

Rizky2009 mengatakan...

selamat hr sumpah pemuda,semoga tetep sengat u/ membuat indonesia menjadi lebih baik

catatan kecilku mengatakan...

Ternyata.... bunyi sumpah pemuda sudah banyak dilupakan oleh generasi penerus bangsa ini... :(

the others.... mengatakan...

Sepertinya... yg tepat adalah diperingatkan... hehehe

om rame mengatakan...

pemudanya diperingatkan agar tidak meLakukan tindakan2 yang keLuar dari koridor hukum komunaL, dan harinya diperingati untuk tetap mengenang perjuangan para pahLawan di masa itu bertujuan untuk meningkatkan niLai2 keutuhan bangsa.

pelintas batas mengatakan...

dengan momentum sumpah pemuda ini, mari kita lanjutkan perjuangan yang telah mereka mulai tersebut

Warna Tulisan mengatakan...

Selamat Sumpah Pemuda sob ...
semoga saja kita semakin berasatu dan bukannya muncul organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan

Rosi Atmaja mengatakan...

jujur, saya juga ngerasa semangat nasionalisme ini kian pudar... tiap hari yang didengar cuma sumpah serapah thd pemerintah dan wakil rakyat yg korup... hmmmm
just wanna say, I love Indonesia

edda mengatakan...

siiipp

Teras Info mengatakan...

Selamat hari Sumpah Pemuda ke-82 sobat....

Bersatulah para Pemuda Indonesia...

Febriyanto(フェブリヤント) mengatakan...

sekarang banyak yg bisanya cuman menyumpahi....... hha

sawali tuhusetya mengatakan...

bravo pemuda indonesia. meski tantangan semakin berat dan kompleks, jangan pernah surutkan langkahmu utk menjadi aktor perubahan.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

Diperingatkan agar diperingati brader..hehe

Muhammad A Vip mengatakan...

Saya ini pemuda atau bukan sih?

om rame mengatakan...

@ Muhammad A Vip
udah tua, cuma semangatnya aja yang masih muda :D

Muhammad A Vip mengatakan...

sebenernya muda juga Om...cuma