Kamis, 10 Februari 2011

Bagaimana Menulis Mudah

Saya baru saja usai membaca bukunya Pak Hernowo: Mengikat Makna Update yang didalamnya membahas masalah yang sering dialami banyak orang yang ingin menulis, salah satunya yaitu merasa punya ide tapi ketika akan dituangkan dalam bentuk tulisan seperti semuanya hilang. Dan buku Mengikat Makna itu menjelaskan banyak hal yang saya rasa membantu.

Di sini saya tidak akan membahas banyak hal mengenai isi buku itu, yang saya ingin urai sekedar ketertarikan saya pada pembagian adanya Ruang Privat dan Ruang Publik dalam menulis. Sesuatu yang saya yakin akan banyak membantu bagi banyak orang, karena saya pikir pengetahuan tentang hal ini dapat mengurangi beban yang sering melanda calon penulis: ketegangan.

Ketertariakan saya pada dua istilah itu juga karena saya ingat pada yang pernah disampaikan Damien Denatra yang tahun kemarin menjadi penulis paling produktif bahkan sampai memecahkan beberapa rekor dalam menulis. Menurut Damien Dematra agar bisa lancar dalam menulis hindari berpikir. Menurutnya lupakan segala aturan, cukup tuliskan segala yang terlintas dalam ingatan. Dan apa yang dikatakan Damien Dematra ini yang kemudian dalam buku Mengikat Makna saya ketahui disebut dengan Ruang Privat: menulis untuk diri sendiri.

Sedang yang disebut sebagai ruang publik adalah yang menurut Damien Dematra dinamakan proses editing. Di sinilah tempatnya untuk berpikir. Di sinilah segala teori, aturan dan norma bisa dilibatkan. Karena di sini bisa diibaratkan berlangsung kegiatan memasak sebelum tulisan dipubikasikan, di mana kesadaran akan adanya orang lain yang akan menjadi pembaca (orang yang akan menikmati tulisan) diperhitungkan. Tujuan menulis tentu (meski tidak selalu) karena adanya keinginan hal-hal yang berlangsung pada diri penulis diketahui orang lain, yaitu pembaca. Dan agar seseorang mau membaca, sebuah tulisan harus memenuhi selera pembacanya.

Agar lebih jelas silahkan beli bukunya bagi yang belum membacanya dan bagi yang sudah membaca agar tak sungkan-sungkan meminjamkannya kepada tetangga. Dan bagi yang sudah merasa pandai menulis silahkan membuat buku panduan menulis dan kalau sudah terbit jangan lupa bagi satu buat saya.

20 komentar:

Meutia Halida Khairani mengatakan...

memang kadang orang susah mau nulis apa. kadang jg berpikir, apa yg kita tulis udah bagus, gmn pendapat orang nanti ya?
makanya kalo mau nulis ngga usah banyak berpikir, hehe

Muhammad A Vip mengatakan...

Meutia:hehehe

Coretan Hidup mengatakan...

Aku sering mengalami hal seperti itu lho. Sewaktu menulis tiba2 bingung apa yang mau diceritakan. Kayanya sulit menguraikannya menjadi bentuk tulisan yang baku. Alhasil jadi stagnan dan bingung sendiri. Apa yang dipikirkan jadi buyar

niee mengatakan...

iya bener tuh, kadang aku ada buat cerita, tapi udah sampai 20 halaman berenti, gak ada ide lagi, hahaha..

Takuya mengatakan...

kalo setiap pembaca punya selera yang berbeda-beda gimana? hum..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, review buku juga ya...sip deh.ayo menulis terus

Gaphe mengatakan...

wah, gak dikasih tau dimana beli bukunya yah?.. di gramedia adakah?

memang kadang kebanyakan ide malah nggak jadi-jadi buat dituangin.. susah memulai kata-katanya.

Gaphe mengatakan...

hemmm komenku koq ilang yah..
komen lagi deh,

yah, nggak disebutkan dimana beli bukunya sama harganya yah?. di gramed ada nggak yaa..

saya soalnya juga sering gitu, kebanyaken ide malah bingung mau nulis darimana.. susah mulai kata-kata

attayaya_puisi mengatakan...

tulisan mandeg???
wooow di draft blogku banyak.
tulisan ga jadi, cuma simpen di draft.
menunggu angin surga untuk meneruskannya
hehehehe

Tomo mengatakan...

Kunjungan balasan maz.
Wah wah buku yang bagus itu maz.
Aku sendiri pernah mengalami hal ini.
Punya ide tapi serasa blank pikiran.
Belum lagi kalo suasana tak tenang dan banyak suara bising dilingkungan sekitar, ya malah blas ilang kabeh.
Mending ngrokok ae jika terjadi demikian.

Aku sendiri sih kurang bisa untuk menulis yang baik, tapi aku usahakan topik inti sudah termuat ya aku approve saja maz.
Susah aku kalo membuat prolog dan penutup.
Yang penting intine ae ben ora pati dowo.
Yang penting pembaca ngerti maksud sekalian robot google detect keyword atau diskripsi (nulis blog).

Kalau dalam hal resmi menulis tentu sangat dibutuhkan ketelatenan dan ide yang bagus biar banyak pembacanya.
Good night maz. Suwun kunjungan rutinnya.

Goyang Karawang mengatakan...

menulis untuk diri sendiri mungkin itu tips awalnya biar mudah dan ga da beban

M A Vip mengatakan...

Ifan Jayadi, niee, attayaya, Tomo:pokoknya sama lah kita ini.
Takuya:makanya dimasak dulu.
Fany:ayo, siapa takut.
Ghape:kan saya cantumin link-nya, ada ringkasan sedikit di sana dan ada harganya. soal beli di toko buku apa aja ada.
Goyang:yups!

Go-blogg mengatakan...

wach wach,soal menulis aku gak pernah bisa ..
hhe hhe.
makasih

my_selly mengatakan...

Hal ini yang saya alami ketika pertama kali menulis dalam blog saya sendiri. saya memang punya kerinduan untuk menulis hal-hal istimewa&menarik yang saya alami untuk bisa dibaca kembali, tetapi seringkali saya takut tidak sampai ceritanya karena terlalu ribet kata2nya.

IbuDini mengatakan...

Hadir untuk menyapa dan memberi salam....semoga hari ini diberi kelancaran.
Meskipun sudah di coba2 tapi susah juga...dan yang bisa ditulis hanya ocehan anakku dirumah.

Muhammad A Vip mengatakan...

Go blog:masa...
My-selly:hahaha
Ibudini:asyik ya bu.

catatan kecilku mengatakan...

Hahaha, suka banget aku dg paragraf penutupnya..! AKu termasuk yg mana ya enaknya...? :p

the others.... mengatakan...

Sampai saat ini aku belum merasa 'mudah' dalam menulis... masih perlu belajar banyak nih.

jejak langkahku mengatakan...

Shasa pengen bisa menulis dg lancar...

Muhammad A Vip mengatakan...

Mbak Reni: Sampeyan pasti yang siap bikin buku, ya toh?
Shasa:ayo terus nulis