Selasa, 22 Maret 2011

Novel Ratna Sarumpaet


Apakah generasi muda sekarang masih ingat dengan peristiwa yang pernah terjadi lewat dari sepuluh tahun yang lalu di Maluku? Yang jelas saya masih ingat, peristiwa berdarah itu dulu rutin jadi bahan diskusi bersama teman-teman. Luka bangsa yang kini sepertinya telah membaik, yang bagaimanapun sakitnya luka itu tak boleh dilupakan karena kelak anak cucu layak belajar darinya. Dan konflik di tanah Maluku itu kini telah diabadikan dalam sebuah novel berjudul Maluku Kobaran Cintaku oleh Ratna Sarumpaet.


Buku yang kini bernama novel ini konon awalnya adalah bahan naskah untuk film. Novel ini telah terbit sejak tahun lalu dan telah pula didiskusikan di banyak tempat. Isinya banyak menuai pujian jadi saya tidak akan menambahi puja-puji lagi di sini. Saya sekedar akan membicarakan sampul novel ini yang mengusik pikiran saya.

Perhatikan sampul novel ini yang berwarna biru dengan gambar wajah seorang gadis yang murung. Di sana nama penulis begitu besar, menyita perhatian kita yang meliriknya pertama kali. Seingat saya biasanya sebuah buku atau novel tulisan yang paling besar yang tertera di sampul adalah judul. Tapi di sini judul walaupun masih tampak jelas diletakan pada posisi kebalikannya.

Entahlah, apakah masalah ini layak dijadikan bahan diskusi atau tidak. Yang jelas saya memikirkan ini. Apakah ini bagian dari strategi dagang penerbit, yang dianggapnya nama penulis yang tokoh seniman yang selama ini terkenal vokal akan mengundang pembaca penasaran. Mungkin juga, karena walaupun Maluku sebagai pulau sangat terkenal dan konflik yang pernah berlangsung di sana juga menyita perhatian banyak orang pada kenyataannya Maluku terkesan bukanlah nama yang misterius yang mengundang banyak tanya orang. Saya sendiri selama ini lebih tertarik pada Papua daripada Maluku.

Yang jelas Ratna Sarumpaet telah menulis tentang Maluku. Semoga Maluku tetap damai dan seluruh anak bangsa tahu kalau ada pulau indah bernama Maluku di nusantara ini yang perlu untuk dibaca lebih jauh.


10 komentar:

Gaphe mengatakan...

nggak ngerti kenapa nggak suka sama buku2nya ratna sarumpaet.. nggak suka aja sih.
#nggak ada alasan apa-apa

Muhammad A Vip mengatakan...

nggak suka kok nggak ada alasan, gimana toh?

niee mengatakan...

wah gak pernah baca tulisannya Ratna sarumpaet,, soalnya aku lebih suka novel bergenre fantasi seh :D

Gaphe mengatakan...

sama kayak cinta kan?.. nggak butuh alasan untuk mencintai seseorang..
#dalem

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

belum pernah baca karyanya.

Aina mengatakan...

rasanya aneh ya liat buku tapi yang digedein nama pengarangnya... hmmm, ya mhkin emang bener karena Mbak Ratna udah punya nama besar,,, coba yang bikin novel AINA namanya segede gaban gitu pasti kagak laku!! heeee

Popi mengatakan...

mungkin nama Ratna Sarumpaet untuk menarik minta pembeli, makanya jadi dibikin lbh gede! Saya blm pernah baca novel karangan dia! yg jelas kalo cara bertuturnya ternyata mirip2 Ayu Utami, Dee atau Djenar Maesa Ayu..saya ga gitu suka! 'sastra' banget! berat buat saya! hehe..

IbuDini mengatakan...

terus terang saya belum pernah baca hasil karya Ratna Sarumpaet...mungkin bila sudah penasaran akan di cari juga nanti.

attayaya-bom-earth mengatakan...

semoga Maluku damai selalu
tiada huru hara yg mengharu biru

Muhammad A Vip mengatakan...

Gaphe:hehe
Nie:waduh
Fany:baca dong
Aina:perlu dicoba itu
Popi:masak sih?
Ibudini:carilah bu. kayak barang ilang.
attayaya:semoga