Jumat, 29 April 2011

Dunia Kereta Api Kita

Kemarin seseorang sembari menunjukkan foto-foto kereta api jaman dahulu berkata begini: Untung kita dijajah Belanda, kita sekarang punya kereta api. Mendengarnya saya sempat tertegun dan ingatan langsung melanglang ke tempat-tempat yang berhubungan dengan kereta api. Rasanya omongan itu tidak salah, apalagi ketika dia melanjutkan begini: Kita bukannya memperbaiki dan menambahi, malah merusak dan mengurangi. 


Jalur kereta yang kita miliki sekarang memang tak bisa disangkal peninggalan jaman kolonial. Stasiun-stasiun yang ada juga masih jelas menunjukkan itu. Stasiun di sepanjang jalur kereta di Pulau Jawa atau beberapa stasiun di Jakarta rasanya masih di bentuk awal ketika dibangun oleh pemerintah kolonial. Ketika ada di luar kota dan berhenti di stasiun yang letaknya jauh dari pemukiman saya sering membayangkan tengah hidup di jaman dulu.

Saya tak berharap bangunan-bangunan tua itu diganti dengan bangunan model baru, tapi demi pelayanan mestinya ada penambahan yang bisa menunjukkan ada pembaruan. Ada penambahan jalur juga dan manajemen trefik-nya juga mestinya diseriusi. Konon ada rencana membangun jalur kereta baru, seperti jalur ke bandara Soekarno-Hatta, tapi entah kapan itu terlaksana.

Dan rasanya daripada membangun jalan layang baru di dalam kota, akan lebih baik kalau dibangun jalur kereta yang bisa di dalam tanah atau jalur layang. Apalagi penumpang kereta di Jakarta setiap hari tak pernah sepi, bahkan sampai naik di atas gerbong dan berdesakan di kereta AC. Coba moda transportasi  ini diprioritaskan.

Gambar: noenkcahyana.blogspot.com

14 komentar:

Popi mengatakan...

saya memimpikan kereta api yang jalannya bak petir melesat kayak di negara2 tetangga..(singa, hongkong..). dan bukan jalannya terseok-seok bak kodok!

Muhammad A Vip mengatakan...

Popi:kodok bukannya melompat?

IbuDini mengatakan...

Kelajuan sepeteri MRT boleh juga ya...sebentar udah nyampe.

Rasanya bangunan model baru gak perlu ya, yang penting perbaikan , perawatan dan mungkin penambahan atau fasilitas ...biar bisa berjalan dgn baik

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tul, mestinya bangunan itu dilestarikan ya

aciid !!!!!! mengatakan...

semuana kembali terhadap kesadaran diri kita masing2 kk.
oleh karena itu perlu sosialiasasi untuk membuat yang ada disekitar kita jadi mengerti :)

Rawins mengatakan...

sedih juga kalo inget banyak jalur penuh kenangan waktu aku kecil harus hilang sekarang. seperti jalur ss banjar cijulang. jalur sds purwokerto - wonosobo
hiks sedih...

Gaphe mengatakan...

yaa bukti kalo mentalnya masih jajahan, apa-apa manut. nunggu perintah, gak ada inisiatif.. kalo ada, takut salah.. itu kan peninggalan penjajah..

kalo mau berkembang yaa semestinya inovasinya muncul donk.. masa kalah sama tetangga. *nulis rada emosi nyalahin pemerintah

lidya mengatakan...

Pascal punya DVD kereta api keren2 deh ga kaya disini :)

r10 mengatakan...

mas senang sekali posting seputar kereta yah :D... aku ingin sekali indonesia punya KA peluru macam TGV :D

kan keren jakarta-surabaya 2 jam sampai

Magic Paper mengatakan...

bener banget tuh, udah untung kita punya kereta api,, malah kita rusak.... waduh,,,

Tomo mengatakan...

pagi mas
wah informasi ini memang sedang aku tunggu mas.
seputar kereta api.

Aku telah sering kali melihat bahwa kereta api di Indonesia ini modelnya sudah tak karuan.
Bahkan ada yang tidak layak beroperasi lagi menurut pandangan orang awam.

Sangat jauh beda sekali dengan kereta api luar yang aku lihat di televisi.
Mungkinkah ke depan kereta api Indonesia akan memiliki kereta api yang lebih bagus lagi hingga senang kita menaikinya

TUKANG CoLoNG mengatakan...

dan ketika kita udah merdeka, ga banyak kemajuan positif yang bisa kita buat

Muhammad A Vip mengatakan...

IbuDini:sip bu
Fany:mari lestarikan
Acid:mari dong
Rawins: jalur kereta kecil yang untuk ngangkut tebu juga sudah pada habis di daerah saya
Gaphe:hehehe
Lidya:semoga nanti kalo gede bisa bikin buat di sini
Rio:jakarta-surabaya 2 jam? kambing yang kena tabrak bisa langsung jadi brekedel
Magic paper:waduh
Tomo:mungkin, asal jangan keburu kiamat
Tukang colong:benar itu bro

Lyliana Setianingsih mengatakan...

Baca posting ini aku jadi mikir, pajak yang kita bayar itu, kemana larinya ya...?