Rabu, 20 Juni 2012

Minimarket: Awas Kamu!

Kasus perampokan minimarket terus terjadi. Di Jakarta Timur minggu kemarin dua minimarket dijarah sekawanan perampok profesional. Sasaran para perampok itu adalah minimarket yang buka 24 jam. Meski demikian tak menutup kemungkinan perampokan berlangsung siang hari sebagaimana perampokan warnet beberapa waktu lalu di Depok.


Minimarket memang telah menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Tak hanya di kota-kota yang penduduknya senang belanja, di kampung pun minimarket tumbuh subur. Nama-nama top seperti Alfa dan Indomaret kini gampang ditemui di plosok-plosok menggoyang minimarket lokal. 

Yang lesu jelas para pedagang tradisional yang cukup membuka warung di depan rumah atau dengan menyewa kios kecil di pinggir jalan. Mereka para pedagang kelas warung biasanya lebih merupakan tempat utangan. Dan memang begitulah tradisi yang selama ini berlangsung di masyarakat, warga saling bantu-membantu dengan saling utang-piutang.

Apakah tradisi utang piutang ini ada kaitannya dengan kasus perampokan supermarket yang sering terjadi belakangan? Entahlah, yang jelas saya sedang berharap minimarket mau memberi utangan kepada warga. Saya pikir sistim utang akan mempererat hubungan antara pihak minimarket dengan warga. Bayangkan jika hubungan mereka erat bahkan sampai seperti keluarga. Maksud saya di sini adalah: warga akhirnya tak mungkin ada yang berdoa agar minimarket itu dirampok. 

Percayalah saya bukan perampok dan tak setuju dengan aksi pengambilan milik orang dengan batil. Saya hanya orang yang tidak setuju minimarket masuk ke kampung-kampung dan membunuh pedagang kecil. Biarkan masyarakat yang biasa hidup akrab dan saling bantu-membantu tetap melestarikan tradisinya. Biarkan ada orang utang di warung dan biarkan pemilik warung melayani tetangga mereka dengan cara kekeluargaan.

Apakah anda pemilik minimarket?




23 komentar:

Poerwanto Sigit mengatakan...

minimarket bak jamur dimusim hujan tumbuh sebur tiada aturan..
moga ada kebijakan untuk membatasi keberadaan minimarket tersebut. supaya pada waktu ke depan tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan..
apa ini yang namanya sebuah kemajuan atau malah sebuah kemunduran..ga tahu deh.

diniehz mengatakan...

Saya bukan pemilik mini market :D

serem ya kota besar. Kriminal merajalela. Sereeem..

Cak Tomo mengatakan...

aku bukan pemilik minimarket mas
hanya orang biasa saja
Apakah perampokan di sini bisa ditepis
Adanya perampokan karena ada kesempatan

kado ultah untuk anak mengatakan...

seumur-umur belon pernah masuk minimarket mas;
di toko online saja cuman jadi makelar doang
nggo sangu golek recehan xixixi

Claude C Kenni mengatakan...

Minimarket memberi kemudahan bagi kita yg hendak belanja bahan keperluan di mana pun dan kapan pun...tapi ya itu, resikonya malah mematikan usaha kecil seperti warung...

Begitulah seleksi alam, gua rasa...yg kuat akan hidup, yg lemah akan mati...

joe mengatakan...

tetap harusa da regulasinya yang mengatur pembukaan minimarket baru agar keberadaan pasar tradisional tidak semakin terpinggirkan

Asop mengatakan...

Waduh sekarang sampe pencuri pun ada yang profesional ya.... semakin mengerikan. :(

Return to My Blogg mengatakan...

ngeri juga. dan jadi resiko bagi pembeli dan pemilik minimarket pastinya :)))

RIAN Ra-kun mengatakan...

Keamanan sudah jadi barang mahal di kota besar. Enak tinggal di desa aja saya ah :D

Popi mengatakan...

yah..baru aja berniat mau buka minimarket, udah dpt anceman!
ampunn..bang!

Ario Antoko mengatakan...

saranku bikin minimarket sebelah masjid dan masjidnya makmur 24 jam, jadi jamaah bisa bantu mengawasi

accel world mengatakan...

begitu ada alfamart, minimarket lokal langsung ada tulisan dijual. kalah bersaing

Penghuni 60 mengatakan...

untung aja aku bkn pemilik minimarket sob.. aku hanya seorg pelanggannya aja..
:D

alkatro mengatakan...

udah kebiasaan nongkrong di pasar mas,
lagian kalo mampir ke mini market.. hmm liat salesnya cakep jadi grogi hehehe

duniaely mengatakan...

aku malah baru tahu loh kalau minimarket sudah masuk kampung

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

apa mungkin pelakunya adalah para pedagang yg kecewa dg keberadaan mini market itu? belum tentu juga. mungkin aja itu memang perampok yg berniat jahat karena 24 jam gitu lho dibuka.

rabest mengatakan...

saya bukan yang punya minimarket, tapi saya juga temasuk yang ngak suka kalo ada minimarket di pelosok-pelosok desa gitu..apalagi yang ada di samping persis pasar tradisional...

hmm..walaupun kadang membantu juga sih kalo malem2 banget pingin cari cemilan, hehehe

Dihas Enrico mengatakan...

kalu ngutang terus minimarketnya bangkrutlah...
:P

TABUHGONG mengatakan...

Waduh apakah itu sebuah efek dari persaingan usaha, gak tahu jawabnya. Tulisan yang bagus sobat, salam kenal ya. Kalau tukar link gimana sob?

niee mengatakan...

di pontianak gak ada indomaret atau alfamart mas, masih kampung yak :P

Muhammad A Vip mengatakan...

bener bro. juga keuntungannya bisa buat oprasional mesjid biar mesjidnya gak minta-minta pakai kotak amal.

Muhammad A Vip mengatakan...

asal boleh ngutang gak papa lho

catatan kecilku mengatakan...

Di kotaku mini market juga ada di setiap pelosok. Bener2 membuat para pedagang kecil jadi sesak nafas deh,