Jumat, 27 Juli 2012

Puasa Tahu Tempe

Sekarang sedang bulan Romadlon, berarti bulan puasa, ya toh?! Dari pagi sampai sore tidak makan dan minum selama satu bulan, yang ternyata menyenangkan. Karena biasanya kalau sudah malam dan boleh makan, akan didapati aneka makanan yang biasanya enak-enak. Cuma rasanya untuk beberapa hari terakhir ada yang tidak terlibat dalam hal menyenangkan ini, yaitu para pedagang tahu tempe dan penggemar tahu tempe.

Ya, pedagang tempe yang biasanya keliling kampung kami kini tak lagi nampak. Lewat di pasar pun nyari ibu-ibu pedagang tempe yang biasanya sibuk menjajakan potongan-potongan tempe ketemunya pedagang kantong plastik, nyari di lapak ketemuya pedagang daging terus. Mau beli daging takut daging glonggong atau daging sapi colongan yang menurut berita di bulan puasa kini sedang marak. Syukurlah masih banyak ikan, jadi walaupun puasa tahu tempe masih bisa nyengir.

Tempe sebagai makanan khas bangsa ini bisa sampai hilang dari pasaran benar-benar azab, saya kira. Walau rencananya besok para produsen dan pedagang tahu tempe akan beroprasi lagi, tetap saja tak mengurangi bobot bencananya. Di Jawa Timur produsen tempe mengakali dagangannya dengan mengoplos kedele dengan parutan singkong, maka tak menutup kemungkinan akan banyak produsen tempe mengakali tahu-tempenya.

Saya rasa hikmahnya jelas, kita harus menahan diri dalam hal makan minum. Apa yang ada saat ini belum tentu nanti ada dan kalau sekarang kita punya bukan berarti tetangga kita punya juga. Makan secukupnya dan selalu berbagi, karena makanan yang ada tak mesti sehat dan  halal, kalau dibagi kan sakitnya nggak sendirian (hus!)

Yang jelas sesuatu yang  kini ada dan mudah didapat tak mesti akan selalu ada. Tempe yang bisa diibaratkan teman hidup kita karena selalu ada kapan pun selama ini saja bisa hilang, maka tak menutup kemungkinan ikan pun nanti akan langka di negri maritim ini. Jadi berpuasa alias menahan diri agar tidak rakus dan merasa paling berhak sendiri harus benar-benar mendarah daging. 

Nah, karena sekarang kita puasa tahu tempe karena kedele mahal, baiknya di bulan puasa kini kita tunjukkan kepedulian kita dengan membantu para petani, setidaknya dengan doa agar lahan mereka subur sehingga bisa nanam kedele sebanyak-banyaknya biar negara tak lagi impor dari Amerika. Doanya orang yang puasa konon salah satu doa yang maqbul.

13 komentar:

a.i.r mengatakan...

di tempat saya belum ada defisit tahu tempe.. :)

nanti ada tahu pake boraX..
pemerintah kacau, kelas TEMPE..!

alkatro com mengatakan...

amiiin,
tadi simbok waktu mo mbacem, sempat cerita harganya emang naik beneran mas..
moga harga sembako yang naik, akan ikut menaikan kualitas keimanan kita saat masuk ke perut kita :D

Ami mengatakan...

harga kedele naik efeknya makanan favorit hilang ya

TANTE NOVI mengatakan...

KUNJUNGI BLOG NOVI JUGA DONK

BlogS of Hariyanto mengatakan...

salah satunya ya ganti tempe dengan menu lainnya..sambil nunggu harga kedele normal kembali :)

yusrandante mengatakan...

ami, terima kasih bantuan doanya.. karena saya masih termasuk dalam keluarga petani sob....

CORETAN HIDUP mengatakan...

Amin ya. Semoga tahu dan tempe menjadi sesuatu yg tidak langka lagi shg semua konsumen yg berpenghasilan lumayan ataupun pas2an dpt menikmatinya kembali

popi mengatakan...

Tempe lg langka? Pantesan si mbak motong tempe seuprit2 , biar irit rupanya?

Miftahgeek mengatakan...

Udah bener2 di do'ain belom kang? Sekedar nulis di post itu bukan termasuk do'a menurut saya. Awas, hati2 kang, barangkali "dicatat" omong doang :)

Kang Artha mengatakan...

Ditempat saya tempe gampang mas, tapi anehnya kok dimensinya mengalami pengkerutan? :D

Penanti Hujan mengatakan...

ditempat chika tempe dan tahu stock dan harganya masih normal, :)

semoga hrga kedelai bisa normal lagi ya, banyak banget yang kena dampaknya

NURA mengatakan...

asalamualaikum
kasihan para pengusaha tempe tahu,,kalau harga kedelai naik
padahal itu makanan pokok sehari-hari

RIAN Ra-kun mengatakan...

padahal saya suka tempe...
semoga keadaan cepat membaik :)