Selasa, 29 Januari 2013

Rhoma Irama di Maulid Nabi

Kemarin malam di dekat tempat tinggal saya ada acara Muludan atau Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh seorang kaya. Acaranya seperti biasa yang di dalamnya ada ceramah yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama, salah satunya yang hadir malam itu sebagai penceramah adalah Rhoma Irama. Dan saya hadir waktu itu terus terang karena Rhoma Irama-nya itu. Saya ingin mendengar beliau ceramah, penasaran saja karena kabarnya raja dangdut itu siap jadi calon presiden.

Muludan adalah istilah yang dipakai orang-orang kampung saya di daerah Tegal-Brebes saat menyebut acara peringatan lahirnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Tentu kaitannya dengan nama bulan saat acara diadakan, yaitu bulan Mulud alias bulan Robiul Awwal, bulan dimana Nabi SAW lahir di dalamnya pada tanggal dua belas. Orang-orang Jakarta menyebutnya Maulid.

Seperti biasa acara semacam itu selalu ramai, apalagi ada artis sekaliber Rhoma Irama. Sensasi lebihnya adalah ternyata pada acara kemarin pengunjung perempuan jumlahnya lebih banyak dari pengunjung laki-laki. Bahkan perempuan yang biasanya dalam acara sejenis menempati tempat di belakang kemarin posisinya tepat di depan panggung. Jadi di depan panggung pengunjung dibelah menjadi kanan untuk laki-laki dan kiri perempuan. Dan jumlah perempuan diketahui lebih banyak karena baris perempuan lebih panjang dari baris laki-laki yang isinya kebanyakan anak-anak.

Apakah karena beliau artis sehingga menarik perhatian ibu-ibu yang gemar nonton infotainment, terlebih karena poligaminya, sehingga perempuan begitu antusias terhadap Rhoma Irama? Mungkin saja, tapi tak bisa dipungkiri Rhoma Irama adalah sosok fenomenal di negri ini. Saya saksikan anak-anak yang tepat di bibir panggung begitu akrab dengan Raja Dangdut itu. Sepanjang Rhoma berdiri ceramah anak-anak tak henti-hentinya nyeletuk dan minta Si Raja Dangdut menyanyi. Dan Rhoma menyanyi dua lagu di awal dan di akhir ceramah.

Banyak artis atau penyanyi tua terkenal yang masih hidup hingga sekarang, tapi saya kira hanya mereka yang hidup sejaman yang benar-benar akrab dengan lagu-lagunya. Tapi anak-anak kecil di kampung tempat saya tinggal di Jakarta ternyata sangat kenal dengan lagu-lagu Rhoma, buktinya mereka bisa ikut menyanyi. Bahkan ketika Rhoma Irama pulang setelah ceramah, anak-anak itu pada ikut pulang sampai panitia harus menahan pengunjung agar tidak pulang dengan mengumumkan akan ada pembagian makanan. Kalau saya sendiri benar-benar pulang karena sudah kangen istri.


11 komentar:

Popi mengatakan...

naga-naganya bakal jadi simpatisan Rhoma nih!

Rawins mengatakan...

secara umum saja rhoma dicela suka poligami. dalam hati ibu ibu, yang istrinya banyak malah menarik perhatian. karena itu jadi bukti sebagai lelaki perkasa
hahha

meilya dwiyanti mengatakan...

hahah saya tidak suka sama Rhoma Irama...

zachflazz mengatakan...

biar bagaimanapun bang rhoma ini mempesona. yang cowoq kayak sampeyan itu aja bisa ngefans. bidadari angelelga saja pernah terkantil-kantil begitu.

- mengatakan...

kurang begitu tertarik dengan bang roma walaopun saya juga suka musik dangdut

Adini mengatakan...

Istri tetep yang utama ya Om heheheh.

Tapi emang iya Om, ngak usah Roma Irama lagu2 zaman dulu emang ngak bisa di lupa dari pada lagu2 sekarang. Bentar keluar ngak lama udah lupa.

Kalau ibu2 rame emang dimana-mana kayaknya ibu2 emang paling no satu bukan karna artisnya. Tapi bisa jadi salah satunya juga sih.

CORETAN HIDUP mengatakan...

Mudah2an para jamaah yg kebanyakan perempuan lebih meresapi makna dari ceramah yg disampaikan. Jgn sampai krn ada maksud ingin ketemu dengan sosok idola :)

nuel mengatakan...

sayang, mas, ga ada fotonya.... :P

Muhammad A Vip mengatakan...

Popi:saya penggemarnya lho, tapi dukung dia jadi presiden kayaknya enggak
Rawins:saya yakin kalau ibu-ibu yang hadir anak perempuannya dilamar dia pasti dibolehkan
Mei:bohong...
zach:hahaha
Andini;seneng lagu lama ya?
Ifan:semoga saja
Nuel:iya nih...

alkatro mengatakan...

mbah roma dah nyalon presiden
lha mas avip gak nyalon jadi wapres wae,
ojo kuatir, entar tak pilihlah pokoke :))

niee mengatakan...

rasanya bukan karena jamannya yak dia terkenal. Tapi seberapa sering dia diberitakan, dan soal lagu mau gak mau, suka gak suka, bahkan walaupun benci pasti lidah dan otak kita lebih mudah untuk mengingat lagu dangdung :P