Rabu, 23 Januari 2013

Rusun Gratis Plus untuk Korban Banjir

Banjir di beberapa wilayah Jakarta sudah surut, pengungsi sudah banyak yang pulang ke rumah. Khusus untuk Jakarta utara karena ditambah rob menurut BNPB (Badan nasional penanggulangan bencana) diperkirakan  banjir baru akan berlalu sepekan kedepan. Itu perkiraan, bagaimana kalau curah hujan kembali meningkat dan air kiriman datang lagi?

Yang pasti menangani masalah banjir Jakarta tidak mudah, situasinya sudah begitu rumit, bahkan sampai sekarang masih belum jelas siapa sesungguhnya yang paling bertanggungjawab mengatasi masalah ini, pemerintah pusat atau daerah. Para pakar menunjuk pemerintah pusat karena banjir Jakarta sebabnya bukan cuma lokal, terlebih Jakarta ibukota negara.

Tapi pemerintah daerah jelas dalam mengatasi masalah banjir kali ini sangat kelihatan kesigapannya. Langkah terbaru yang membuat saya tercengang adalah penawaran menempati rumah susun sewa di Marunda bagi warga perkampungan kumuh korban banjir di Pluit secara gratis. Bukan cuma gratis, dari menyimak berita televisi (RCTI) semalam, rumah susun itu sudah dilengkapi fasilitas seperti tranjang dan kasur, kompor gas, monitor televisi, lemari dan seperangkat alat sholat. Semua tampak masih baru dan siap pakai. Tidak tahu pasti fasilitas apa lagi yang tersedia, yang jelas Wagub Ahok menyatakan penghuni tinggal datang membawa badan.

Rusunawa yang telah lama dibangun itu memang sampai sekarang masih kosong, dan Jokowi sendiri saat mendatangi rusun itu pertama kali sempat melontarkan ide penggratisan itu. Tentu saja tidak selamanya para penghuni itu gratis, tapi harga sewa yang konon hanya Rp. 250 000 sebulan adalah harga yang murah dengan fasilitas yang lebih bagus dari rumah kontrakan pada umumnya di Jakarta dengan harga yang sama. Sayangnya menurut berita yang sama, tak banyak yang menerima tawaran itu.

Lalu sudah sama kita tahu ada ide merelokasi warga yang tinggal di bantaran laki Ciliwung, apakah nanti akan mudah? Kita tunggu saja, mungkin Jokowi akan memberi penawaran lebih, mungkin rumah di bantaran kali akan diganti rumah susun mewah dengan fasilitas lengkap plus gaji bulanan bagi penghuninya. Kalau sampai begitu, benar-benar enak jadi warga Jakarta.

13 komentar:

Adini mengatakan...

Saya ada juga lihat beritanya Om, terus terang saat ini saya lagi suka-sukanya liatin jakarta sejak jokowi. Apalagi musibah banjir melanda, hampir tiap hari yang di tonton banjir.

Kalau emang begitu, rasa saya emang lebih enak jadi warga jakarta, tapi kenapa ngak mau pindah ya Om. Apa karna di daerah kaliciliwung itu udah posisi pw ya om

Mulyani - Ibunya Dini mengatakan...

Banjir jakarta yang mengerikan ya Om.

Saya lupa di th 2005 apakah bajirnya juga sama.

Ocky Fajzar mengatakan...

Alhamdulillah banjirnya gak sampai rumahku.Wah, Marunda... dekat rumah aku tuh. Pasti ada cara untuk menanggulangi banjir, kita doakan saja dan ikut berperan serta menjaga kebersihan lingkungan :)

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

emang sudah sepatutnya tiap warga tinggal di rusun... jadi lebih rapi....

Rawins mengatakan...

wahmantap itu om...
tapi tetep ogah di jakarta walopun dikasih gratis...

Dihas Enrico mengatakan...

mantabh.....
like a boss deh tinggal di jakarta....
hehheheeeee.....

meilya dwiyanti mengatakan...

daripada tinggal di daerah rawan banjir, memang bagusan di rusun...

hehehhe tapi biarpun gitu tetep ogah mas tinggl di jkt

info ponsel mengatakan...

Banjir di Jakarta memang parah nih dari tahun sebelumnya..

Muhammad A Vip mengatakan...

saya jadi pengin tinggal di rusun, tapi juga pengin tinggal di kampung. hehe

Popi mengatakan...

kebangetan kalo udah dikasih penawaran gratis plus fasilitas enak, mereka masih nolak dan milih tinggal di tempat kumuh!
Buat saya sajalah rusunnya, ntar ta' jual atau sewain lagi! hihi

obat asma tradisional mengatakan...

bagus ada rusun gratis buat membantu korban banjir..

Rumah Al Banna mengatakan...

Banyak alasan sih yg dilontarkan oleh para pengungsi yg ga mau direlokasi, bingung jg sih . . .

diPluit itu udah parah banget, klo waduknya jebol bisa2 daerah sekitar kena "Tsunami Kecil" makanya mau ga mau harus pindah

jelita mengatakan...

info yang bermanfaat