Kamis, 16 Mei 2013

Luweng: Masa Lalu yang Sederhana

Saya tidak tahu apakah istilah ini hanya ada di kampung saya atau ada juga di luar negeri dimana Angelina Jolie dan Iron Man tinggal. Ada juga istilah tungku, tapi saya pikir tungku merujuk pada sesuatu yang sengaja dibikin dengan model tertentu atau tidak asal-asalan (gambar samping). Sedang Luweng pada umumnya sekedar tumpukan batu bata yang pada rumah dengan kelas atas ada yang disemen atau sekedar ditutup pakai tanah liat. Itu dulu jaman kayu bakar masih gampang dicari dan kompor masih belum jadi pilihan.


Kini setelah kompor gas dibagikan dan dipastikan seluruh rumah di negeri ini memiliki kompor berbahan bakar gas itu (sebenarnya banyak juga yang tak punya, karena di Jakarta ada juga yang tak mendapatkan jatah gratis itu) apakah Luweng telah lenyap? Minyak tanah meski mahal masih bisa dibeli, ada juga kompor listrik dan ada tungku berbahan bakar batu bara, apakah Luweng dengan bahan bakar kayu dari pekarangan sudah ditinggalkan, ternyata tidak. Di rumah saya ternyata masih ada walau kompor minyak dan kompor gas sudah tersedia.

Bahkan ada juga saudara yang tinggal di dalam kota di Tegal ternyata masih memasak dengan model kuna itu. Cukup dengan menumpuk batu bata lalu cari kayu kering yang tentunya bisa ditemukan dimana saja, memasak pun jadi. Pakde saya yang pensiunan tentara dan menjadi petugas keamanan di sebuah pabrik ternyata juga kalau memasak mi instan saat jaga caranya pakai model kuna itu. Teknologi boleh baru dan memudahkan, tapi warisan leluhur apa salahnya kalau terus dipakai, kira-kira begitu alasannya.

Dari fakta ini saya menyadari sebenarnya hidup ini mudah, pikiran dan nafsu kiranya yang membuat keadaan jadi susah. Orang jaman dulu sekolah jalan kaki, anak sekarang naik sepeda saja tak mau. Makan bisa apa saja yang penting bisa mengatasi lapar, sekarang harus dimana dan pakai apa. Berpakaian pun tak sekedar menutup aurat, harus ada mereknya. Hihihi...kira-kira ini lumrah atau masalah ya?

13 komentar:

alkatro com mengatakan...

luweng mungkin masa lalu bagi sampean,
tapi bagi ane masih ada 3 meter dari kamarku mas..
gak percoyo gakpopo hehe, simple life is a choice :)

Sri Efriyanti az-Zahra Harahap mengatakan...

Tungku masih setia di kampung halaman saya mas :D
Keren mah, hemat bahan bakar.

Boku no Blog mengatakan...

Dirumah nenekku juga masih pakai ini, meskipun dah pakai kompor listrik. Namannya juga sama yaitu" Luweng ":)

Obat Sakit mengatakan...

aku lali namanya kang

Untje van Wiebs mengatakan...

Aku taunya luweng tuh artinya gua :D

zachflazz mengatakan...

enyong be mbiyen nganggo kaya kuwe. simboke enyong maksude, hehe

zachflazz mengatakan...

luweng isdebes!

Muhammad A Vip mengatakan...

alkatro:percaya wis
sri:kalo hemat sebenarnya gak juga, kayunya kan sekarang juga beli dan lumayan harganya
Boku:kompak kita
Tomo:halah...payah
Untje:emang gua kan?
Zach:salam nggo simbok

Dihas Enrico mengatakan...

mungkin luweng bentuk versi betanya...
versi premiumnya tungku...
:)

review jujur mengatakan...

enaknya pakai ini mah masakan lebih kerasa menurut ane :D

mekanik komputer mengatakan...

dirumah si mbah saya masih ada sampai sekarang.. walaupun harus berkorban mencari kayu bekas tapi semangat ne2k masih muda

tutorialjitu mengatakan...

luweng.. beda ya ama yang namanya panci

toko osing mengatakan...

ane kira kuali juga masih ngetrend ya sampaek saat ini?