Rabu, 18 September 2013

Silaturahmi#2 dari Muhammadiyah

Masuk ke ruang pameran utama di Bentara Budaya Jakarta yang kini tengah memamerkan 40 karya seni rupa dalam pameran bertajuk Silaturahmi#2 kemarin, saya menyaksikan karya L. L. Daniel Morin  berjudul "Densus 00" dan ingatan saya langsung melesat ke Si Dul anak Ahmad Dani yang kini sedang berbaring di rumah sakit. Saya kira siapapun yang menyimak berita akan mengalami hal yang sama seperti yang saya alami saat melihat karya ini, betapa karya ini begitu jelas bicara tentang ancaman maut di jalan raya.



Ada banyak seniman di pameran yang berlangsung dari tanggal 18 September - 22 September ini, mereka yang dilibatkan tidak hanya dari Muhammadiyah tapi juga dari komunitas yang berbeda agama. Ya, pameran senirupa ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah yang bekerjasama dengan Bentara Budaya, dan ini bukan yang pertama.

Bagi saya karya berjudul "Densus 00" ini yang paling aktual. Duduk diam memandangi roda mobil yang menindih tangan lemah dan di sana ada pisau menancap berdarah, pikiran saya dibuat terus-menerus menjelajah waktu. Sementara untuk perasaan, saya kesulitan membicarakannya di sini, yang pasti saya menyadari benar bahwa silaturahmi begitu penting, berkasih sayang dengan sesama dalam kesempatan apapun di manapun layak diutamakan, apalagi di jalanan.

4 komentar:

Muroi El-Barezy mengatakan...

ban karo getih, wah pinter nemen kiye seniman, cerdas hehe..
sangat mewakili kondisi dan situasi yang aktual sekarang...

Muroi El-Barezy mengatakan...

Karya seni yang menurut saya luar biasa kiye mas, simpel tapi punya makna yang dalam dan kontemporer...

Obat Sakit mengatakan...

plesetannya densus 88 ya mas

Muhammad Affip mengatakan...

Muroi: iya, saya rasa begitu. soalnya banyak orang bikin karya seni sulit dipahami.
Tomo:iya kayaknya itu