Selasa, 29 Oktober 2013

Musim Hujan Telah Kembali

Saya merasa ada yang benar untuk kali ini. Yaitu setelah dalam beberapa tahun terakhir sepertinya sudah tak ada lagi musim hujan dan musim kemarau. Setidaknya begitu yang saya sadari, betapa dalam setahun hujan bisa turun pada bulan apapun dan kekeringan bisa seakan berlangsung sepanjang tahun, karena hujan biasanya turun selama sepekan lalu langsung dibalas panas terik yang langsung membut tanah beretakan. Maka kini ketika pada bulan Setember lalu ada mendung, kemudian di awal Oktober turun hujan dan kini menjelang berakhirnya bulan hujan sudah awur-awuran saya merasa pola lama akan berlaku kembali.


Pola lama itu tentu saja hitung-hitungan tentang terbaginya musim dalam setahun menjadi dua jenis musim. Dalam pengetahuan saya di Indonesia ada dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim penghujan dalam hitung-hitungannya berlangsung dari bulan Oktober sampai bulan Maret dan musim kemarau dari bulan April sampai bulan September.Dan rasanya dulu polanya memang demikian, cuma beberapa tahun terakhir seperti ada kekacauan musim sehingga hitung-hitungan lama seperti tidak berlaku.

Tahun ini terasa ada yang beda, setidaknya menurut saya. Seingat saya selama periode musim kemarau kemarin kalaupun ada hujan hanya terjadi satu atau dua hari dengan curah yang rendah. Sehingga ketika kini mulai turun hujan yang deras terasa sekali seakan telah ada rasa kangen pada hujan.

Lalu bagai mana kiranya kalau selama enam bulan kedepan benar-benar berlangsung musim penghujan? Tentu saja bagi para petani akan jadi kesenangan tersendiri. Untuk warga Jakarta yang tiap musim hujan selalu dihantui banjir semoga dengan  terus-menerusnya hujan untuk enam bulan kedepan yang bisa menimbulkan got mampet rutin akan menggugah kesadaran akan pentingnya memelihara lingkungan. Semoga tak ada banjir besar seperti tahun lalu, cukuplah kalaupun Ciliwung harus meluap yang wajar-wajar saja sekedar memberi tahu warga bantaran kali bahwa hidup di rumah susun lebih baik daripada berlangganan banjir.

Hidup sudah semestinya tidak kacau. Tentu tidak musti selalu menyenangkan karena tetap dalam kemudahan, tapi keteraturan biasanya akan berakibat ketertataan yang ujungnya biasanya adalah kelancaran.
Saya tentu saja dalam hal ini berharapan kedepan hidup berlangsung dengan serba tertib, teratur, lancar dan damai. Musim berlangsung teratur, manusia juga hidup dengan pola yang tertib. Dan saya berkeinginan ngeblog secara lancar dan dunia menjadi damai.

4 komentar:

vina devina mengatakan...

banyak orang yg pengen panas pas udah di kasih malah pengen hujan, di kasi ujan pengen panas

Muhammad Affip mengatakan...

Vina: Ada juga yang dikasih duit minta tambah terus hihi

Coretan Hidup mengatakan...

Di Samarinda juga sekarang ini sedang musim hujan lho. Siap2 saja menghadapi banjir yang luar biasa di kotaku itu :)

vina devina mengatakan...

kalo duit sih semua orang juga mau, termasuk saya hihi