Minggu, 09 Maret 2014

Keretaku, Kereta Ekonomi



Sudah berkali-kali saya menulis tentang pengalaman berkeretaapi di blog ini, dan berkali-kali pula ada komentar yang mengatakan kepingin naik keretaapi karena seumur hidup belum pernah naik keretaapi, tentu saya maklum mengingat yang berkomentar mereka yang tinggal di pulau yang tak ada jalur keretanya. Sebenarnya mereka yang tinggal di pulau Jawa pun banyak yang belum pernah naik keretaapi dengan berbagai macam alasan, dan harus dimaklumi juga. Namun  saya yakin seandainya mereka yang biasa menggunakan jasa bus sudah naik kereta api, dipastikan akan ketagihan apalagi kondisi jalan raya di Pulau Jawa saat ini umumnya rusak parah yang membuat laju angkutan jalan raya tak lagi mulus.


Terakhir saya naik bus dari Jakarta ke Tegal kurang lebih satu tahun yang lalu (waktu itu tak kebagian tiket kereta), saat itu perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 5 sampai 6 jam ternyata sampai sembilan jam lebih. Terakhir ada yang bercerita bahkan sampai duabelas jam saat pantura usai direndam banjir di awal tahun ini. Maka saya bisa dibilang kapok naik bus, kini primadona saya keretaapi. Saya sendiri mulai rutin berkeretaapi sejak tahun 2009, saat itu tarif kereta sangat murah meriah yaitu lima ribu rupiah Jakarta –Tegal dengan kereta Tegal Arum yang pada masa lebaran bahkan diskon sepuluh presen menjadi empat ribu limaratus rupiah.


karena merokok di dalam kereta dilarang, 
maka saat kereta berhenti lama di Sta. Cirebon para perokok pun merdeka

 Kini setelah limabelas tahun berlangganan kereta api saya rasakan kereta api telah jadi transportasi unggulan. Bisa disaksikan kini di loket penjualan tiket antrian selalu panjang padahal loket penjualan tiket sudah ditata sedemikian rupa. Pelayanan baik dalam penjualan tiket maupun kenyamanan di dalam kereta terus mengalami perbaikan, konon ini karena pimpinan PT KAI (Kereta Api Indonesia) sekarang orang yang hebat. Entahlah, yang jelas saya berharap dunia perkeretaapian Indonesia terus maju sehingga bukan cuma orang Jawa yang akrab dengan kereta api tapi warga dari Sabang sampai Merauke bisa menikmati asyiknya kereta api. Jagijug gijagijug...tuit tuit

Kereta langganan saya saat pulang kampung adalah kereta ekonomi jurusan Jakarta-Tegal, Tegal-Jakarta. Dulu kereta kelas ekonomi langganan saya adalah Tegal Arum, tapi semenjak dioperasikan rangkaian baru bernama Tegal Ekspres saya jadi punya pilihan lain. Kereta ekonomi dari Tegal ke Jakarta yang dulu waktu pemberangkatannya terbatas pun kini ada pilihannya, kalau dulu cuma ada di pagi hari untuk kelas ekonomi dan pemberangkatan sore harus naik kelas bisnis atau ekskutif (Cirebon Ekspres) kini kelas ekonomi pagi dan siang tersedia. Pemberangkatan dari Jakarta ke Tegal yang dulu untuk kelas ekonomi hanya ada di sore hari (Tegal Arum) kini pagi hari pun ada (Tegal Ekspres). Jadi puas karena jumlah kereta bertambah kenyamanan juga meningkat.

Yang bikin lebih asyik lagi juga soal tarif tiketnya. Dulu asyik karena murah meriah, tapi kemudian mengalami penyesuaian seiring dengan meningkatnya kenyamanan, dan kini ada berita mulai bulan April 2014 akan ada penyesuaian lagi yaitu diturunkan karena ada subsidi pemerintah, asyik kan bisa naik turun? (semoga bukan karena menjelang pemilu) Kalau dulu pedagang asongan lalu lalang dan penumpang tanpa tiket bisa ikut berdesakan bersama penumpang yang tanpa tempat duduk sehingga wajar murah ongkosnya, tapi kini kelas ekonomi tak beda dengan kereta bisnis-eksekutif yang penumpangnya duduk semua sehingga harga tiket naik berlipat-lipat dirasa bukan masalah. Dan kalau benar bulan depan tarif tiket ekonomi kembali turun maka memang benar-benar asyik dinamika perkeretaapian Indonesia.

Pokoknya sekarang bolak-balik Jakarta-Tegal, Tegal-Jakarta tak seperti dulu lagi. Kini telah memungkinkan kita saat pagi sarapan ponggol di Tegal, siang makan di Seven7 Jakarta lalu malamnya makan sauto di alun-alun Tegal. Tak perlu onkos mahal, tak lagi ada boyok merengkel; pan dolan pan belanja kereta ekonomi adalah keretaku.

5 komentar:

fb mengatakan...

Dulu aku pernah naik kereta ekonomi, rapet-rapet kayak ikan pepes.. Kalo sekarnag belum nyoba lagi nih kalo lebih baik itu bagus.

Muhammad Affip mengatakan...

Cobalah, dibanding kelas bisnis utk jarak sedang ekonomi bagi saya lebih layak pilih

Obat Sakit mengatakan...

kereta ekonomi sekarang dapat tempat duduk semua ya mas?
beli karcis juga harus tunjukin ktp segala

Muhammad Affip mengatakan...

obat sakit: wah, sampean tahu, jual obat keliling ya mas? haha

Wahyu Eka Prasetiyarini mengatakan...

kereta ekonomi memang lebih hemat ya mas ;)