Selasa, 03 Juni 2014

Telepon Sok Pintar

Istilah telepon pintar atawa smartphone kini rasanya sudah benar-benar membumi. Setiap saat membaca berita di koran istilah itu pasti ada, di kampung-kampung terutama di lapak penjual pulsa tulisannya ada. Anak-anak sekolahan yang umumnya sudah menggunakannya, sudah pasti sering menyebutnya. Dalam pergaulan di level bawah mungkin belum begitu sering, tapi pasti tak akan lama lagi, apalagi tukang sayur keliling kini sudah banyak yang memilikinya.



Smartphone atau telepon pintar atau pontar (saya ingin menyebutnya begitu mulai saat ini) meski barang lama, namun rasanya baru belakangan benar-benar berasa namanya jadi kecap harian, terutama setelah naiknya popularitas Android. Blackberry, sudah eksis sejak pertengahan dekade 90-an, tapi benar-benar diakrabi masyarakat kita rasanya baru-baru saja, ketika perusahaannya mulai bangkrut.

Sebagai pengguna pontar bin smartphone yang juga mulai sering mengucapkan istilahnya, sebenarnya saya tak bener-bener paham dengan maksudnya. Sampai pada dua atau tiga hari terakhir, ketika benda itu mulai melakukan sesuatu yang tak saya perintah. Dari situ rasanya saya sudah benar-benar tahu. Memang benar-benar pintar ini benda.

Soal anggapan pintarnya pontar saya ini, seperti umumnya manusia, dia bisa melakukan sesuatu yang saya tak bisa melakukannya. Saya biasanya tak menganggap orang pintar kalau saya juga mampu melakukannya, apalagi setiap orang pun mampu. Dan pontar saya, bener-bener pintar bahkan saya akhirnya menyebut sok pintar karena kelakuannya benar-benar bikin jengkel.

Inilah beberapa hal yang saya anggap sok pintar itu: mengirim sms tanpa diperintah ke kontak yang jarang saya hubungi, mengubah nomor telepon yang ada dengan nomor entah dari mana, mengubah gambar kontak orang lain dengan gambar kontak saya. Awalnya lucu dan saya anggap hebat, tapi ketika seenaknya dan mulai sering bikin jengkel juga, maka memang sok pintar lah dia. 

Ini yang benar-benar bikin saya jengkel, sore hari saya menelpon istri dan tak menelpon siapapun setelahnya, eh ketika pagi saya melakukan redial ternyata yang muncul nomor lain padahal nama kontak dan gambarnya tetap sama. Lalu di WhatsApp, beberapa kontak namanya berubah padahal fotonya tetap sama. Kalau soal mengirim sms sendiri sudah lama kejadian pertamanya,waktu itu tulisannya: “saya sedang di bioskop”, padahal saya di perpustakaan. Sok pintar dia.

Dalam beberapa kesempatan membaca ulasan konon pelakunya adalah makhluk-makhluk berbahaya yang menyusup, jadi bukan atas kehendak si gadget, cuma karena yang saya hadapi langsung pontar saya itu jadi jengkelnya pada dia. Sedangkan soal penyusup, saya percaya ada cuma karena belum ada kerugian berarti, yang sering disebut dalam banyak ulasan jadi saya masih berpikir pontar saya belum disusupi melainkan dianya yang sok pintar itu.


9 komentar:

pakde sulas mengatakan...

he he he...ini namay memberi alternatif telpon mana yang mungkin bisa dihubungi....pintar kan?

Muhammad Affip mengatakan...

pakde:sok pintar pak de

Indra Kusuma Sejati mengatakan...

Telpon pilihan yang lebih cerdas itu biasanya tidak mmebuat ribet juga ya Sob ? he,, he,, he,,

Salam

Obat Sakit mengatakan...

smart phone sangat berbahaya buat anak sekarang ini
bayangin saja, dulunya anak tiap habis bagun tidur mereka mau bantu2 ortu entah itu menyapu halaman dan sebagainya, sekarang bagun tidur langsung menyapu layar hp pinter ini

Dunia Ely mengatakan...

aku sich belum butuh posntar mas sementara ini :)

1mmanuel'Z-Note5 mengatakan...

Haaaahaahaaahaa... memang menyebalkan saat2 benda mati mulai menyaingi kepintaran manusia. =D

Elsawati Dewi mengatakan...

apalagi fitur geotagging itu tuh yang suka sok tau, kadang keterangan lokasi yang otomatis ngapdet ngga akurat

Awan Bose mengatakan...

hehehe... itu sih kayaknya eror mas...

Awan Bose mengatakan...

hehehe... itu sih kayaknya eror mas...