Sabtu, 03 Juni 2017

PERSEKUSI

Dalam beberapa hari terakhir, di mediamassa ada istilah baru (bagi saya) yang sedang sering muncul dalam judul-judul berita. Persekusi. Beberapa kali membacanya saya pun menduga-duga apa maksudnya. Tak berani menyimpulkan karena takut salah, saya langsung buka Kamus Bahasa Indonesia dan ternyata ada di sana. Padahal saya sempat ragu dan mau mencarinya di kamus Bahasa Inggris. Oh, kenapa  kosakata Bahasa Indonesia ini terasa begitu asing?


Sebenarnya tak mengagetkan kenyataan semacam ini, terlalu banyak kosakata dalam bahasa Indonesia yang hanya tersimpan di kamus saja, bahkan sampai terlupakan karena tak ada lagi yang menggunakannya. Orang-orang lebih senang menggunakan istilah asing, entah dengan maksud yang benar atau sekedar buat gaya-gayaan. Istilah asing yang saya maksud benar-benar istilah dengan ejaan aslinya bukan yang sudah diserap dilokalkan. Persekusi jelas istilah dari bahasa asing—persecution (Ing)— yang telah diindonesiakan.

Entah siapa yang memulai menggunakan istilah ini hingga kini sering mejeng di judul-judul berita, apakah pihak kepolisian atau wartawan. Entahlah, yang jelas saya jadi tahu ada istilah ini. Persekusi: pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas.

Persekusi kalau membaca definisinya sebenarnya hal lazim di masyarakat kita. Pihak-pihak yang merasa punya kekuatan ketika ketenangannya terusik sering dalam banyak kasus  melakukannya dengan mengerahkan orang-orang suruhan, tapi sejauh ingatan saya istilah yang sering digunakan adalah intimidasi. Dulu di jaman orde baru istilah anarkis tak pernah terdengar di tempat umum,’semenjak reformasi istilah ini sering muncul di media dan kini di kampung orang enteng saja mengucapkannya.


Saya pikir patut ditunggu laju kata persekusi di dunia percakapan orang-orang kita.  Saya tertarik dengan hal ini karena rasanya kata ini sedikit sulit diucapkan, dan orang di kampung saya biasanya suka kacau mengeja istilah yang belibet.  Di telinga pun dirasa-rasa kurang enak didengarnya, jika dibandingkan dengan anarkis, egois, sadis dan sontoloyo.  

Apakah anda sudah biasa dengan istilah persekusi ini? jika iya, saya ucapkan selamat menunggu waktu sahur dan selamat berpuasa.

2 komentar:

Claude C Kenni mengatakan...

Sebenernya kata ini bukan kata baru, tapi akhir-akhir ini ada banyak kejadian yang sukses membuat dia jadi tenar hahaha

Muhammad Affip mengatakan...

iya, banyak kosakata bahasa indonesia yang nggak terpakai selama ini