Kamis, 22 April 2021

RADAR PANCA DAHANA PERGI KE LANGIT

 

Saya mau menangis sejak pertama kali membaca berita meninggalnya beliau beberapa jam lalu. Tidak juga menangis mungkin karena tidak mengejutkan bagi saya kabar itu. Beliau memang sudah lama rutin cuci darah karena punya masalah ginjal. Dan tentu saja itu pula yang membuatnya pantas dikagumi sebagai manusia, dengan badannya yang rapuh jiwanya tetap hidup dan menghidupi. Al Fatihah buat Radar Panca Dahana.

 

Bagi saya Radar Panca Dahana adalah teladan bagi bangsa yang wajib dibaca oleh siapapun yang merindukan kemuliaan hakiki terutama generasi mudanya. Pernah saya bertemu beliau pada suatu siang di Jalan Merdeka Barat, waktu itu beliau baru keluar dari salah satu kantor kementrian yang ada di kawasan itu dan peristiwa itu sangat berkesan. Dengan kemeja lengan pendek dan bersendal jepit beliau melenggang santai dengan mata mengamati setiap orang yang berlalu lalang di depannya, sangat percaya diri di tengah sikap tak acuh orang-orang kita yang baru mau menoleh kepada sesuatu yang tampak WAH. Bagi saya itu Gue Banget.

 


Siapa beliau, bagi yang tidak kenal di hari kepergiannya menuju ke langit untuk selamanya ini bisalah browsing untuk tahu betapa beliau layak diteladani. Beliau sebagai intelektual sudah bersinar sedari belia, pada usia remaja ketika masih di bangku SMP tulisannya sudah majang di Harian Kompas. Selepas kuliah di UI melanjutkan di Perancis dan yang mengesankan tak ada lagu jumawa pada dirinya sebagai intelektual yang pernah melanglang di dunia luar.


Saya yakin beliau dimuliakan di haribaan Allah SWT dan husnul khotimah. Saya merasa menjadi saksi bahwa Radar Panca Dahana adalah orang sholeh. Beliau bukan penyembah dunia, semua bisa dilihat dari cara bicara dan menjalani laku hidupnya. Lewat tulisan yang tidak menarik ini saya berusaha ikut menjadi saksi atas kemuliaannya terlebih beliau meninggal di bulan Romadlon bulan mulia. Sekali lagi Al Fatihah

6 komentar:

Saleho mengatakan...

Semoga Beliau Khusnul khatimah
Di terima amal ibadahnya
Amiiin..

Mbul Kecil mengatakan...

aku kaget banget waktu beliau berpulang, soalnya deketan dengan umbu landu paranggi...secara beliau adalah budayawan favoritku..insyaAlloh namanya akan dikenang berkat pemikuran pemikirannya ya..aku suka nama beliau...kelihatan penuh filosofi...

Popi mengatakan...

dan sayapun langsung googling penasaran..

Popi mengatakan...

.dan saya pun langsung googling, penasaran

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" mengatakan...

rip

Drift Financial Services mengatakan...

Best content & valuable as well. Thanks for sharing this content.
Approved Auditor in DAFZA
Approved Auditor in RAKEZ
Approved Auditor in JAFZA
i heard about this blog & get actually whatever i was finding. Nice post love to read this blog
Approved Auditor in DMCC