Senin, 22 Januari 2024

PAMER GAGASAN

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Debat Calon Presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 putaran keempat sudah berlangsung dan hasilnya menurut saya begitu-begitu saja. Tidak mencerahkan bagi orang kebanyakan seperti saya. Sesuatu yang saya yakin tak bakalan mengubah sikap kaum fanatik dalam berpihak. Bagi  yang belum menentukan pilihan mumgkin akan menimbang beberapa hal, seperti saya yang terus terang rada-rada terkesan dengan penampilan Gibran yang begitu itu.

Selasa, 26 Desember 2023

MABUK MEDSOS

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Punya blog tapi nggak pernah posting, ini sama seperti punya warung yang tak punya barang dagangan untuk dijajakan. Kebetulan saya juga punya warung dan jarang dibuka. Ada di dalamnya barang yang bisa dijual tapi stok lama. Blog saya ini juga ada tulisannya yang bisa dibaca oleh pelanggan lama yang sudi mampir atau siapapun yang atas kehendak Allah diperjalankan sampai di sini, tapi yang tersedia sesuatu yang sudah kadaluarsa. Dan ini pasti sesuatu yang memprihatinkan bahkan bisa jadi menyedihkan.

Minggu, 15 Oktober 2023

Beras Mahal Terus Tak Masalah, Aku Makan Ubi

Mendengar lagi keluh kesah dari tetangga soal beras mahal. Duh, sampai kapan beras akan dianggap mahal dan akankah terus bertambah mahal? Pertama saya mendengar kabar harga beras naik dari radio Elshinta dalam diskusi publik malam hari awal bulan lalu. Pembawa acara menyebutkan besarnya angka kenaikan sampai lima ribu rupiah per kilogram. Waktu itu esok harinya istri saya bilang beras yang kemarin sekilo 12000 rupiah jadi empat belas, tidak sampai lima ribu rupiah, walau begitu lumayan apalagi ada kemungkinan akan naik lagi.


Dari mendengar para pakar bicara, katanya soal harga beras  naik di musim kemarau disebutnya wajar. Apalagi ada ancaman kemarau panjang sebagai dampak dari el nino. Tentu saja dalam hal ini saya tidak tahu, apakah karena kemarau panjang, karena si nino atau karenai luas lahan petanian terus berkurang. Bayangkan,  jumlah perut yang harus dipasok nasi terus bertambah karena selalu ada bayi lahir setiap hari sedangkan stok luas lahan pertanian dan jumlah petani berkurang yang imbasnya beras terus berkurang karena pasokan gabah dari petani menyusut apalagi ada  kemarau.


Kebutuhan beras kita memang tinggi. Dulu orang Indonesia ada yang makanan pokoknya jagung, sagu, ubi, sekarang masih adakah yang  makanan hariannya bukan nasi? Tak aneh jutaan ton setiap tahun pemerintah impor beras. Kita impor beras dari negara-negara kecil seakan negara kita yang luas tanahnya tak terperi hanya berupa lahan tandus. Saya geleng-geleng kepala mengetahui hal ini sampai lapar.


Mengatasi persoalan beras Presiden sudah instruksikan impor beras lagi. Lalu menteri Dalam Negeri menghimbau warga tidak lagi makan nasi yang bisa bikin diabetes, disuruhnya kita makan ubi. Bagusnya menteri agama tidak ikut menghimbau agar umat Islam rajin puasa Senin-Kamis atau malah puasa Nabi Daud. Tidak salah orang-orang hebat itu melakukan semua itu demi mengatasi masalah yang sepertinya berat ini. Dan memang berat, sampai-sampai Menteri Pertanian mengundurkan diri. Sungguh masalah perut efeknya bisa kemana-mana, bisa bikin orang gelap mata, yang pejabat korupsi, yang yang pedagang ngapusi, lalu ketika rakyat sudah lapar semua terjadilah kerusuhan massal.


Saya secara pribadi tak masalah sejauh ini dengan adanya kenaikn harga beras. Bukan karena ada banyak uang untuk membeli beras apapun kebutuhan, tapi rasanya saya sudah  tidak gampang terpengaruh dengan segala yang terjadi di sekitar saya. Makan nasi atau ubi bukan masalah, malah sebelum pak mendagri menghimbai nasi diganti ubi saya sudah makan ubi rutin. Saya memang dari dulu tidak terobsesi dengan nasi, makan apa saja pun jadi bahkan makan angin sudah biasa, paling jadi sering kentut.


Apalagi negara kita sejauh ini buruk pengelolaannya, tidak ada orang yang benar-benar bekerja, mereka cuma cari duit dan tak peduli keadaan di luar dirinya. Berharap kepada pejabat untuk perbaikan hidup, tidak layaw.  Berharap kepada Tuhan lebih baik dan memang sudah semestinya.

Minggu, 24 September 2023

WHOOSH

Satu demi satu proyek prestisius presiden Jokowi akhirnya sukses terselesaikan. Satu tahun menjelang masa kekuasaannya habis sepertinya tinggal Ibu Kota Negara baru yang masih kejar target. Sepuluh tahun kerja dengan pencapaian yang luar biasa mengingat presiden-presiden sebelumnya tak ada yang punya ambisi segila itu dan sukses. Dan yang terbaru yang siap diresmikan tentu saja Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diberi nama WHOOSH.



Sebagaimana dulu subway atau MRT hanya jadi angan-angan yang mengendap puluhan tahun, kini semua tahu Jakarta telah memiliki kereta yang berjalan menembus tanah, dan itu karena keberanian Jokowi dalam mengeksekusi. Waktu pertama proyek itu berjalan pasti banyak yang meragukan proyek kereta bawah tanah bisa sukses mengingat sebelumnya proyek monorel yang sudah pasang puluhan tiang mangkrak tanpa kejelasan. Dan tidak beda dengan MRT, dengan iringan olok-olok dan cibiran bahkan hinaan dalam pembangunannya kini di Indonesia sudah ada kereta api super cepat yang siap melaju 380 km per jam. WHOOSH...


Lalu kenapa Whoosh? Kenapa tidak Wes Hewes atau Sat Set atau apalah istilah yang bernuansa lokal biar masyarakat sekitar ada rasa memiliki. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama itu pertama kali dan bagaimana nama itu disepakati. Sebagaimana saya tidak tahu pula kenapa kereta cepat dibangun untuk jarak yang dekat dari  Jakarta ke Bandung. Kereta cepat idealnya menurut saya untuk jarak diatas seribu kilometer dan menurut saya juga tidak cocok untuk pulau Jawa yang padat penduduk.


Apapun dengan ini dan itu, yang jelas kereta cepat Jakarta Bandung itu sudah diujicoba bahkan harga tiketnya sudah  disepakati. Ada kabar lanjutannya mau lanjut Jakarta Surabaya, semoga saja itu tidak benar. Lagipula membangun untuk menyenangkan satu dua orang pakai duit utang apa pula hebatnya. Daripada menggelontorkan biaya triliunan hanya untuk proyek yang cuma bisa dinikmati sedikit orang akan lebih baik untuk proyek strategis lainnya. Atau karena ibukota akan pindah, kereta cepat dibuat saja di ibukota baru itu. Dari Brune Darussalami langsung ke IKN misalnya, siapa tahu negara tetangga kaya itu mau menanggung biayanya.


Negara ini milik seluruh penduduk di dalamnya, maka segala yang dibangun di dalamnya mestinya atas persetujuan seluruh atau sebagian besar warganya bukan maunya pemimpin atau orang-orang kayanya saja. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dinikmati seluruh warga. Prinsip keadilan ini penting dikemukakan kalau ingin masa depan negara ini lebih baik.


Apa yang dicapai Jokowi mari kita  diacungi jempol. Sepuluh tahun dengan ribuan kilometer jalan tol, capaian yang tak terbayangkan sebelumnya. Semoga itu cukup bagi beliau, kini fokus menuntaskan IKN dan tahun depan lengser dengan dagu tegak. Bangsa ini butuh teladan, Jokowi bisa jadi teladan bagi generasi mendatang, sudah cukup rasanya anak-anak kita mendapat contoh buruk dari orang-orang rakus dan kementhus.


Akhir kata, kenapa whoosh lagi?  Padahal kalau diberi nama JOKOWI rasanya pantas saja, bukankah presiden kita ini kerjanya cepat?. Mungkin beliau yang rendah hati tidak mau, cukup baginya hasil kerjanya bisa dinikmati. Atau Joko Whoosh? Sudahlah, semua sudah ditetapkan. WHOOSH: Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal, begitu kepanjangannnya.

Selasa, 05 September 2023

WULAN GURITNO DUTA JUDI ONLINE?

Ada kabar Wulan Guritno akan jadi Duta Anti Judi Online 😮 yang bener? Padahal diberitakan artis yang janda bahenol itu terlibat mempromosikan judi online dan dipanggil Kabareskrim. Mana yang hoax ini? Persetan, mau jadi apapun doi silahkan saja lha wong namanya artis ya begitu pekerjaannya: jadi berita lalu cuan. Cuma kalau memikirkan nasib anak-anak kita yang kini panutan hidupnya para artis jadi miris juga.


Ngomong-ngomong soal judi online, belakangan memang sedang ramai jadi berita dan bahan diskusi. Judi online katanya sudah merambah kemana-mana: Ibu-ibu rumah tangga mengganti kebiasaan nggosip dengan judi, anak-anak pada kecanduan judi online, cewek-cewek cantik ditangkapi polisi karena ikut mempromosikannya dan saya akhirnya  tahu permainan-permainan atau game yang sering nongol di beranda facebook yang di pojokannya ada cewek sexy itu ternyata namanya judi slot. Apakah ini fenomena baru sehingga baru sekarang ramai digelisahkan pastinya tidak.

Saya yakin game online yang judi sudah lama adanya, digemari anak-anak pun jangan-jangan sudah lama pula. karena undangan ikut main lewat facebook sudah sering saya terima dari teman yang suka main beginian, cuma saya nggak suka main game jadi sejauh ini tidak merespon. Sedangkan soal judi online sebelumnya saya pikir seperti togel atau SDSB di zaman orba yang kini ikut mode online.  Karena di mana-mana sering saya temui orang mengotak-atik nomor untuk dipasang lewat hape dan menjelang tengah malam dibuka dan ada saja yang dapat nomor buntut. Uang yang dipasang pun cuma receh sama seperti togel pasang seribu dua ribu dapat iming-iming sejuta dua juta.

Menyebut SDSB saya jadi ingat pada masa jayanya dulu, pada masa itu bukan saja orang-orang tua para supir angkot dan tukang becak yang jadi konsumennya, bahkan teman-taman sekolah semasa SMP banyak yang nunggak SPP karena uangnya dipakai buat pasang. Jadi nggak aneh kalau sekarang anak-anak pada ketagihan judi online, selain berupa permainan yang pastinya asyik, uang saku mereka rata-rata banyak jumlahnya, apalagi orang tua mereka sudah membiarkan mereka pegang hape yang jadi alat untuk berjudinya  bahkan sejak mereka balita.

Di radio Elshinta diskusi membahas judi online dalam beberapa hari terakhir terus berlangsung. Para pakar diundang berbicara dan tidak ada yang tahu solusi apa yang tepat untuk persoalan ini. Pemerintah memang yang jadi pemegang kunci permasalahan ini. Sayangnya ternyata sikap pemerintah seperti terhadap rokok, katanya dilarang tapi monggo kerso. Wulan Guritna promosi judi online tidak ditangkap malah jadi duta.


Pada akhirnya kalau menurut saya solusi yang tepat ya begini ini. Menkominfo memblokir situs judi online yang tak akan pernah habis karena mati satu tumbuh seribu. selebgram ditangkapi dan artis top yang ketahuan ikut promosi dijadikan dutanya. Saya maklum dengan apa yang terjadi dan saya yakin banyak yang demikian karena ini soal uang yang jumlahnya triliunan. malah dalam diskusi di radio pun ada yang menyarankan dilegalkan saja, karena konon cuma Indonesia negara ASEAN yang belum melegalkan judi ini. Ferdi Sambo yang konon beking judi dihukum bukan karena judi tapi karena membunuh bawahannya, apa nggak boleh polisi lain atau para politisi yang selalu kekurangan duit ikut ngasab di tempat becek ini? Merdeka!

Gambar: inilah.com dan detik.com

Jumat, 25 November 2022

NONTON PIALA DUNIA LAGI

 

Piala Dunia lagi. Ngeblog lagi.


Sudah hampir sepekan pagelaran Piala Dunia 2022 di Qatar berlangsung dan semua tim telah memainkan pertandingan awalnya, dan saya rasanya masih sulit bergairah untuk nonton pertandingan sepakbola - - satupun-- hingga hari ini. Meski membaca berita tentang gosip pemain dan hasil pertandingan tetap saya lakukan.

 

Mungkin karena tak lagi rutin nonton televisi karena nggak punya pesawat televisi di rumah sehingga kebiasaan nonton siaran langsung orang menendang-nendang bola pun tidak saya lakukan. Sejauh ini kebiasaan saya hanya nonton cuplikan pertandingan tim-tim bagus di Youtube , itu pun cuma Liga Inggris.

 

Saya biasanya antusias menonton acara pembukaan dan mencermati jadwal tiap berlangsung even empat tahunan ini, tapi tahun ini lewat begitu saja sampai ada berita Argentina kalah di pertandingan perdana lawan Arab Saudi. Berita ini akhirnya mengusik sikap acuh tak acuh saya, karena saya pernah begitu menyenangi timnas Argentina yang beberapa dekade lalu sangat fenomenal.

 

Saya sejak balita sudah suka Argentina, setiap Piala Dunia ingin negara ini juaranya apalagi pemain bintang selalu ada di sana: Maradona, Batistuta, hingga kini Messi. Tapi sejak Maradona selalu bikin ulah saya patah hati lalu berpaling ke tim Inggris bahkan sampai ke liganya.

 

Kemarin waktu Inggris menang enam gol, ini luar biasa menurut berita dan memang jarang dalam pertandingan di turnamen besar ada tim menang besar di pertandingan awal, tapi hasil ini belum membuat saya menoleh untuk melihat jadwal dan pengin nonton pertandingan di rumah tetangga, apa hebatnya menang lawan Iran pikir saya.

 

Tapi Argentina kalah dari arab Saudi kemudian Jerman ditekuk Jepang membuat saya benar-benar terusik dan gelisah lalu tadi pagi sempat menengok Brasil yang menang lawan Serbia. Dan kini saya pun jadi bergairah dan jadi penasaran akan seperti apa jalannya perebutan tropi Piala Dunia tahun ini yang ternyata jadwal penyelenggaraannya tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

Saya begitu suka Inggris tapi rada jengkel dan malas menonton mereka bertanding karena keputusan pelatinya, pilihan pemainnya bagi saya mengecewakan. Saya berharap mereka tak lolos penyisihan dan di pertandingan awal saya berharap sekedar hasil imbang, tapi malah menang besar.

 

Argentina sudah lama tak ada di hati, Lionel Messi juga tak menarik apalagi tidak main di Liga Inggris, tapi bekas dari masa lalu rupanya masih ada. Maka ketika mereka kalah di pertandingan pembuka dari tim yang mestinya mudah dikalahkan, saya jadi terusik dan gelisah juga dan pengin tahu bagaimana mereka bermain dan ada siapa saja di tim itu.

 

Jerman dikalahkan Jepang dan Jepang mengalahkan Jerman, wow. Apalagi ini coba? Tim sepakbola dari Asia ramai-ramai mengalahkan raksasa dunia ini pasti kehendak Tuhan tapi ini pertanda apa jelas layak disimak.

 


Masih lama even ini menuju ke final, semua tim sudah siap bertanding melawan tim berikutnya dan bagaimanapun saya berusaha cuek ternyata saya tak bisa benar-benar berpaling. Kini saya mulai bolak-balik melihat jadwal pertandingan dan penasaran apakah orang-orang disekitar antusias menonton pertandingan demi pertandingan Piala Dunia 2022? Yang pasti belum ada kabar nonton bareng pakai layar tancap di Balaidesa.

Gambar: antaranews.com