Tampilkan postingan dengan label Pop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pop. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2024

PUASA SEPARUH JALAN

Assalamu'alaikum.

Tidak terasa ternyata bulan Romadlon sudah di hari kelimabelas. Semalam ketika pulang dari musholla, di langit bersih tanpa awan rembulan yang bebas bersinar tampak bulat berpendaran. Lebaran sebentar lagi dong.

Rabu, 06 Maret 2024

UNGGAH-UNGGAHAN

Assalamu'alaikum.

Apa kabar sembako? Harga sembako naik menjelang bulan Romadlon kata Pak Menteri Perdagangan sudah biasa. Kalau tidak naik berarti menyalahi kebiasaan dan patut diduga ada masalah. Syukurlah saat ini harga-harga sudah kompak naik, kalau tidak percaya tonton saja berita televisi. Daging ayam naik, daging sapi melangit, telor  melambung, micin saja yang sepertinya stabil.

Minggu, 03 Maret 2024

BERAS MURAH

 Assalamu’alaikum.

Harga beras tertinggi ketemu rekornya di bulan Februari lalu, begitu kata mereka para pemerhati beras. Di bulan Maret ini banyak orang  memprediksi harga beras akan terus naik, ada yang bilang akan mencapai angka 20 ribu rupiah. Kita tunggu saja, memang sedang memungkinkan untuk booming harga beras. Bukan karena kemarau panjang atau el nino, melainkan karena bulan Romadlon tinggal kurang lebih sepekan tibanya. Menteri Perdagangan pun beberapa kali bilang: Biasa harga-harga naik, menjelang puasa.

Jumat, 01 Maret 2024

MAKAN SIANG GRATIS

 Assalamu'alaikum,

Makan siang gratis ternyata tak cuma asyik saat menikmatinya, bahkan membicarakannya pun sangat menarik minat banyak orang, Di mana-mana orang membahas makan siang gratis yang katanya ini adalah program unggulan Prabowo-Gibran paslon nomor urut dua di pilpres yang sekarang sedang dalam proses penetapan sebagai pemenang (sudah pasti menang toh?). Program ini pula yang menurut omon-omon jadi poin penentu sehingga orang ramai-ramai memilih Prabowo yang terkenal langganan kalah. Ya, siapa yag nggak mau dapat makan siang gratis?

Senin, 22 Januari 2024

PAMER GAGASAN

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Debat Calon Presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 putaran keempat sudah berlangsung dan hasilnya menurut saya begitu-begitu saja. Tidak mencerahkan bagi orang kebanyakan seperti saya. Sesuatu yang saya yakin tak bakalan mengubah sikap kaum fanatik dalam berpihak. Bagi  yang belum menentukan pilihan mumgkin akan menimbang beberapa hal, seperti saya yang terus terang rada-rada terkesan dengan penampilan Gibran yang begitu itu.

Selasa, 26 Desember 2023

MABUK MEDSOS

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Punya blog tapi nggak pernah posting, ini sama seperti punya warung yang tak punya barang dagangan untuk dijajakan. Kebetulan saya juga punya warung dan jarang dibuka. Ada di dalamnya barang yang bisa dijual tapi stok lama. Blog saya ini juga ada tulisannya yang bisa dibaca oleh pelanggan lama yang sudi mampir atau siapapun yang atas kehendak Allah diperjalankan sampai di sini, tapi yang tersedia sesuatu yang sudah kadaluarsa. Dan ini pasti sesuatu yang memprihatinkan bahkan bisa jadi menyedihkan.

Minggu, 24 September 2023

WHOOSH

Satu demi satu proyek prestisius presiden Jokowi akhirnya sukses terselesaikan. Satu tahun menjelang masa kekuasaannya habis sepertinya tinggal Ibu Kota Negara baru yang masih kejar target. Sepuluh tahun kerja dengan pencapaian yang luar biasa mengingat presiden-presiden sebelumnya tak ada yang punya ambisi segila itu dan sukses. Dan yang terbaru yang siap diresmikan tentu saja Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diberi nama WHOOSH.



Sebagaimana dulu subway atau MRT hanya jadi angan-angan yang mengendap puluhan tahun, kini semua tahu Jakarta telah memiliki kereta yang berjalan menembus tanah, dan itu karena keberanian Jokowi dalam mengeksekusi. Waktu pertama proyek itu berjalan pasti banyak yang meragukan proyek kereta bawah tanah bisa sukses mengingat sebelumnya proyek monorel yang sudah pasang puluhan tiang mangkrak tanpa kejelasan. Dan tidak beda dengan MRT, dengan iringan olok-olok dan cibiran bahkan hinaan dalam pembangunannya kini di Indonesia sudah ada kereta api super cepat yang siap melaju 380 km per jam. WHOOSH...


Lalu kenapa Whoosh? Kenapa tidak Wes Hewes atau Sat Set atau apalah istilah yang bernuansa lokal biar masyarakat sekitar ada rasa memiliki. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama itu pertama kali dan bagaimana nama itu disepakati. Sebagaimana saya tidak tahu pula kenapa kereta cepat dibangun untuk jarak yang dekat dari  Jakarta ke Bandung. Kereta cepat idealnya menurut saya untuk jarak diatas seribu kilometer dan menurut saya juga tidak cocok untuk pulau Jawa yang padat penduduk.


Apapun dengan ini dan itu, yang jelas kereta cepat Jakarta Bandung itu sudah diujicoba bahkan harga tiketnya sudah  disepakati. Ada kabar lanjutannya mau lanjut Jakarta Surabaya, semoga saja itu tidak benar. Lagipula membangun untuk menyenangkan satu dua orang pakai duit utang apa pula hebatnya. Daripada menggelontorkan biaya triliunan hanya untuk proyek yang cuma bisa dinikmati sedikit orang akan lebih baik untuk proyek strategis lainnya. Atau karena ibukota akan pindah, kereta cepat dibuat saja di ibukota baru itu. Dari Brune Darussalami langsung ke IKN misalnya, siapa tahu negara tetangga kaya itu mau menanggung biayanya.


Negara ini milik seluruh penduduk di dalamnya, maka segala yang dibangun di dalamnya mestinya atas persetujuan seluruh atau sebagian besar warganya bukan maunya pemimpin atau orang-orang kayanya saja. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dinikmati seluruh warga. Prinsip keadilan ini penting dikemukakan kalau ingin masa depan negara ini lebih baik.


Apa yang dicapai Jokowi mari kita  diacungi jempol. Sepuluh tahun dengan ribuan kilometer jalan tol, capaian yang tak terbayangkan sebelumnya. Semoga itu cukup bagi beliau, kini fokus menuntaskan IKN dan tahun depan lengser dengan dagu tegak. Bangsa ini butuh teladan, Jokowi bisa jadi teladan bagi generasi mendatang, sudah cukup rasanya anak-anak kita mendapat contoh buruk dari orang-orang rakus dan kementhus.


Akhir kata, kenapa whoosh lagi?  Padahal kalau diberi nama JOKOWI rasanya pantas saja, bukankah presiden kita ini kerjanya cepat?. Mungkin beliau yang rendah hati tidak mau, cukup baginya hasil kerjanya bisa dinikmati. Atau Joko Whoosh? Sudahlah, semua sudah ditetapkan. WHOOSH: Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal, begitu kepanjangannnya.

Selasa, 05 September 2023

WULAN GURITNO DUTA JUDI ONLINE?

Ada kabar Wulan Guritno akan jadi Duta Anti Judi Online 😮 yang bener? Padahal diberitakan artis yang janda bahenol itu terlibat mempromosikan judi online dan dipanggil Kabareskrim. Mana yang hoax ini? Persetan, mau jadi apapun doi silahkan saja lha wong namanya artis ya begitu pekerjaannya: jadi berita lalu cuan. Cuma kalau memikirkan nasib anak-anak kita yang kini panutan hidupnya para artis jadi miris juga.


Ngomong-ngomong soal judi online, belakangan memang sedang ramai jadi berita dan bahan diskusi. Judi online katanya sudah merambah kemana-mana: Ibu-ibu rumah tangga mengganti kebiasaan nggosip dengan judi, anak-anak pada kecanduan judi online, cewek-cewek cantik ditangkapi polisi karena ikut mempromosikannya dan saya akhirnya  tahu permainan-permainan atau game yang sering nongol di beranda facebook yang di pojokannya ada cewek sexy itu ternyata namanya judi slot. Apakah ini fenomena baru sehingga baru sekarang ramai digelisahkan pastinya tidak.

Saya yakin game online yang judi sudah lama adanya, digemari anak-anak pun jangan-jangan sudah lama pula. karena undangan ikut main lewat facebook sudah sering saya terima dari teman yang suka main beginian, cuma saya nggak suka main game jadi sejauh ini tidak merespon. Sedangkan soal judi online sebelumnya saya pikir seperti togel atau SDSB di zaman orba yang kini ikut mode online.  Karena di mana-mana sering saya temui orang mengotak-atik nomor untuk dipasang lewat hape dan menjelang tengah malam dibuka dan ada saja yang dapat nomor buntut. Uang yang dipasang pun cuma receh sama seperti togel pasang seribu dua ribu dapat iming-iming sejuta dua juta.

Menyebut SDSB saya jadi ingat pada masa jayanya dulu, pada masa itu bukan saja orang-orang tua para supir angkot dan tukang becak yang jadi konsumennya, bahkan teman-taman sekolah semasa SMP banyak yang nunggak SPP karena uangnya dipakai buat pasang. Jadi nggak aneh kalau sekarang anak-anak pada ketagihan judi online, selain berupa permainan yang pastinya asyik, uang saku mereka rata-rata banyak jumlahnya, apalagi orang tua mereka sudah membiarkan mereka pegang hape yang jadi alat untuk berjudinya  bahkan sejak mereka balita.

Di radio Elshinta diskusi membahas judi online dalam beberapa hari terakhir terus berlangsung. Para pakar diundang berbicara dan tidak ada yang tahu solusi apa yang tepat untuk persoalan ini. Pemerintah memang yang jadi pemegang kunci permasalahan ini. Sayangnya ternyata sikap pemerintah seperti terhadap rokok, katanya dilarang tapi monggo kerso. Wulan Guritna promosi judi online tidak ditangkap malah jadi duta.


Pada akhirnya kalau menurut saya solusi yang tepat ya begini ini. Menkominfo memblokir situs judi online yang tak akan pernah habis karena mati satu tumbuh seribu. selebgram ditangkapi dan artis top yang ketahuan ikut promosi dijadikan dutanya. Saya maklum dengan apa yang terjadi dan saya yakin banyak yang demikian karena ini soal uang yang jumlahnya triliunan. malah dalam diskusi di radio pun ada yang menyarankan dilegalkan saja, karena konon cuma Indonesia negara ASEAN yang belum melegalkan judi ini. Ferdi Sambo yang konon beking judi dihukum bukan karena judi tapi karena membunuh bawahannya, apa nggak boleh polisi lain atau para politisi yang selalu kekurangan duit ikut ngasab di tempat becek ini? Merdeka!

Gambar: inilah.com dan detik.com

Jumat, 16 April 2021

SALAH TIDAK SALAH

 

Pasti banyak yang sedang dongkol sekarang karena hasil pertandingan di perempat final Liga Champions semalam hasilnya tidak sesuai harapan. Terutama pendukung Liverpool yang umumnya militan. Seperti saya, meski sudah menduga Liverpool bakal gagal karena pada pertandingan pertama di stadion Alfredo Di Stefano kandang Real Madrid mereka kalah dengan skor menggigit, tapi harapan bisa membalikkan keadaan di stadion Anfield tetap besar. Karena bagaimanapun terpuruknya Si Merah di Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool tetaplah tim hebat yang selalu mungkin untuk jadi juara. Apa daya, Liverpool sepertinya kini sedang berada di musim paceklik.

 

Rabu, 14 April 2021

HORMATILAH ORANG BERPUASA !!!

 

Romadlon sudah melewati hari kedua, berasa waktu melaju cepat sekali. Baru kemarin menghitung hari menuju hari-hari puasa, sekarang sudah menghitung anggaran buat belanja ini dan itu untuk keperluan lebaran sebagai sesuatu yang tak terelakan. Sama tak terelakannya kita dari rasa malas  badan lemas karena tidak boleh makan ini dan itu di siang hari, terlebih di awal Romadlon. Malas dan lemas mungkin sesuatu yang personal, tapi di Indonesia dengan masyarakat mayoritas muslim yang personal bisa jadi massal dan itu bisa dilihat dari keadaan yang tampak mata.

 

Rabu, 13 Januari 2021

HARUN YAHYA

 

Membaca kabar Harun Yahya dihukum 1075 tahun oleh pengadilan Turki saya biasa-biasa saja tuh. Mungkin karena kasus kriminalisasi ulama oleh negara sudah hal biasa, apalagi di sini juga sedang terjadi hal yang tak jauh berbeda.  Atau  juga  karena saya sudah lama merasa bahwa proses hukum yang dijalaninya sejak akhir tahun 2019 akan berakhir serius. Bayangkan saja Harun Yahya hidup di Indonesia, bisa jadi sudah lama dioyak-oyak  sebagai penista agama mengingat gayanya yang aneh sebagai pendakwah— dikelilingi wanita-wanita sexy dengan bibir menggoda seperti sosis yang dinamainya Kittens.

Rabu, 19 Agustus 2020

SELAMAT TAHUN BARU

 

Malam ini (19.8.2020) adalah malam Tahun Baru Hijriyah. Tahun baru kaum muslimin, yang walau tidak semeriah tahun baru Masehi tetap saja ada perayaannya. Andai saja tidak sedang masa pandemi Covid 19 pasti ada pawai obor malam ini dan esok siang atau lusa ada karnaval. Yang pasti tradisi baca doa akhir tahun dan awal tahun tetap ada di musholla atau masjid ba’da sholat maghrib. Dan sebenarnya acara doa ini sudah cukup bagi pribadi muslim.

 

Senin, 17 Agustus 2020

TUJUHBELASAN AGUSTUSAN

Saya menulis ini saat ini pada detik-detik akhir pergantian hari. Ibarat mendaki gunung saya sudah sampai di puncak, tinggal mencari dataran tertinggi untuk menancapkan tiang bendera. Sebagai orang yang tak pernah mendaki gunung saya hanya mengira-ngira--tentu saja-- berdasarkan berita yang pernah saya baca, nahwa pendaki gunung biasanya ketika sampai di puncak akan mengibarkan bendera. Jadi sekarang saya sudah di puncak dan karena sudah tak ada lagi bendera untuk ditancapkan saya nulis saja di sini--benderanya sudah dikibarkan di halaman rumah sejak awal bulan. 


Tak sekedar puncak hari, saat ini juga adalah puncaknya bulan Agustus. Ya, bulan Agustus bagi bangsa Indonesia puncaknya ada di tanggal tujuh belas. Makanya ada istilah tujuhbelasan disamping istilah agustusan yang maksudnya tentu saja puncak dari bulan yang kita nyatakan selama ini sebagai bulan kemerdekaan yang identik dengan perayaan.


Pada bulan Agustus bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke selain mengibarkan bendera kebangsaan Merah Putih biasanya mengadakan berbagai macam acara dan kemeriahan, seperti lomba-lomba dan macam-macam pertunjukan sejak awal bulan. Dan puncaknya malam ini ada banyak acara syukuran berupa doa bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama lalu esok harinya (biasanya) ada acara pawai karnaval.


Sayangnya di musim pandemi COVID-19 sekarang pemerintah melarang adanya keramaian sebagaimana lazimnya bulan Agustus. Walau begitu tetap saja ada acara-acara seremonial yang melibatkan banyak orang, apalagi di daerah yang masih aman dari bahaya korona. Di tempatku alhamdulillah walau sejauh ini tak ada kasus positif korona, kegiatan agustusan juga tidak ada, yang ramai orang hajatan pernikahan. Tapi pengibaran bendera merah putih oleh warga patut diacungi jempol (tanpa komando tanpa ada seruan dari pemerintah desa bendera sudah merajalela sejak akhir bulan Juli).


Pada intinya kita semua bangsa Indonesia tetap merasa bangga dengan ke-indonesiaan sehingga walau tanpa ekspresi yang meluap-luap wujud kebanggaan sebagai bangsa masih bisa disaksikan dengan kegairahan memasang bendera merah putih di halaman rumah sejak awal bulan. Coba saja diingat-ingat pada sepuluh tahun yang lalu, saat itu pada bulan Agustus saya menyaksikan hanya satu dua orang yang memasang bendera di halaman rumah. Saat itu sangat terasa kebanggaan sebagai orang Indonesia belum bangkit semenjak krisis yang menjungkirbalikkan negeri.


Syukurlah, kini walaupun cobaan datang silih berganti, rasa nasionalisme sebagian besar anak bangsa justru menguat. Tentunya ini modal bagus bagi negeri, mengingat ada ancaman krisis baru pasca pandemi. 


Pokoknya agustusan jalan terus dan Indonesia tetap jaya apapun keadaannya. Hidup Indonesia raya!

Sabtu, 06 Juni 2020

BANSOS DEMI NEW NORMAL?


Dalam beberapa hari ini, Kantor Pos di beberapa daerah kembali ramai. Bukan karena orang-orang sudah bosan kirim surat lewat e mail atau malas nutul-nutul hape berkirim pesan lewat WA atau jasa kirim paket swasta pada bangkrut terimbas Corona, lalu orang-orang kembali ke masa lalu dan Kantor Pos kembali jaya. Kantor Pos dipenuhi manusia karena di sana sedang ada pencairan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari Kemensos gelombang kedua. Melihat sambil lalu di beberapa Kantor Pos di Brebes, di halaman yang tidak seberapa luas orang-orang berdesakan dari pagi hingga sore (bahkan sampai malam) tanpa mengindahkan protokol kesehatan demi uang enam ratus ribu rupiah, rasanya gimana gitu. Selamat berdesak-desakan.

Sabtu, 14 Maret 2020

CORONA DAN UMAT BERAGAMA

Tak cuma korbannya yang terus melonjak jumlahnya ternyata, pergerakan COVID-19 ini pun telah membuat banyak umat beragama mengubah prilaku. Seperti siang kemarin di Singapura telah banyak masjid yang tidak menyelenggarakan sholat Jumat. Dari detik.com konon ada 70 masjid yang secara resmi ditutup untuk acara yang melibatkan orang banyak, diantaranya sholat Jumat. Di beberapa negara muslim seperti di Afrika tradisi bersalaman dan berpelukan usai sholat berjamaah pun sudah diganti dengan adu sikut atau yang lainnya. Di tempat saya masih seperti biasa.


Beberapa pekan lalu ketika wabah Corona ini baru mewabah di Cina, sempat ada seorang penceramah agama yang mengatakan virus ini sebagai tentara Allah yang menghukum pemerintah Cina yang telah dlolim pada muslim Uighur, atau ada seorang teman yang mengatakan virus ini sebagai adzab untuk orang Cina yang ateis. Tadi siang seorang anak kecil juga ikut membicarakan Corona ini yang ada kaitannya dengan itu, katanya orang Wuhan yang masuk Islam tidak kena virus ini. Entah bagaimana tanggapan mereka yang asal ngomong itu sekarang setelah wabah ini pun telah membuat muslim juga kalang kabut. Setelah sebelumnya dikabarkan muslim tidak bisa umroh karena Masjidil Harom ditutup, sekarang masjid-masjid juga ikut jadi tempat tertutup yang tak boleh dijadikan tempat berkumpul.


Di Indonesia lonjakan pasien Corona hari ini meningkat drastis, kemarin 34 kini sudah 69 dengan empat orang dipastikan meninggal. Akan seperti apa dampaknya pada prilaku keagamaan kita nantinya, setidaknya kita bisa menunggu kabar sampai esok hari Minggu, apakah ada gereja libur atau tidak. Kalau terus memburuk keadaannya bukan tidak mungkin apa yang hari ini terjadi di Singapura akan berlangsung di sini juga. Apalagi WHO sudah meminta pemerintah kita agar mengumumkan Darurat Nasional terkait pandemi  ini.


Seorang teman di Depok ketika ada berita pertama tentang Corona di Indonesia saya ingatkan agar hati-hati karena tempat tinggal dia tak jauh dari lokasi dua pasien awal itu, dasar orang kita, dia dengan enteng menjawab Corona tak mungkin menyerang seorang ahli ibadah. Semoga pemerintah kita tidak menganggap enteng masalah ini, hingga ada tindakan tepat untuk menyikapi virus yang pergerakannya kian masif dan membuat resah di mana-mana. 


Terus terang saya mulai benar-benar waspada. Apalagi si ahli ibadah katanya mau pulang dari Depok dalam waktu dekat. Ya Allah kuatkan hati kami dalam menghadapi musibah ini.

Sabtu, 14 September 2019

BJ HABIBIE WAFAT, BENDERA SETENGAH TIANG DAN SELFI KUBURAN


Tiga hari sudah BJ Habibie pulang ke rahmatullah meninggalkan kita anak-anak bangsa yang masih terus dirundung resah oleh masalah yang tak sudah-sudah. Pemerintah lewat hari berkabung nasional selama tiga hari mengajak instansi-instansi memasang bendera setengah tiang, yang ternyata diikuti warga walau cuma sebagian kecil saja. Saya pribadi tak memasangnya karena halaman rumah tidak persis di tepi jalan raya. Andai saja setiap rumah yang berada di tepi jalan memasang bendera setengah tiang, pastinya hal ini akan menambahi cerita betapa sosok yang dianggap orang paling jenius di negeri ini ternyata dicintai segenap anak bangsa.

Rabu, 20 Maret 2019

ANDA INGIN PUNYA MESIN ATM PRIBADI?


Terciduknya Ramyadjie Priambodo membuat saya jadi tahu bahwa dia itu keponakannya calon presiden kita Prabowo Subianto, eh maksud saya tertangkapnya dia mengungkap fakta bahwa mesin ATM ternyata bisa dimiliki secara pribadi. Mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) alias mesin untuk menarik tabungan  yang selama ini saya anggap hanya boleh dimiliki oleh BANK nggak tahunya dijual bebas dengan harga yang tak sampai ratusan juta. Tentu saja mesin ATM yang dimiliki secara pribadi fungsinya berbeda dengan mesin ATM yang dimiliki oleh perusahaan semacam Bank, kepemilikan pribadi hanya untuk sekedar pajangan atau untuk riset.

Jumat, 15 Maret 2019

LIGA CHAMPIONS EROPA: LIVERPOOL JUARANYA?


Jadwal Perempat Final Liga Champions Eropa telah ditetapkan, siapa lawan siapa sudah diketahui dan hasilnya membuat saya merasa Liverpool akan jadi juaranya. Saya merasa demikian tentu karena saya penggemar Si Merah dan sedang suka Mohamed Salah. Juga sesuai ingatan saya biasanya tim juara mulus sampai ke puncak melewati jalan yang tidak begitu berat.  Liverpool memang baru saja melewati tim besar dari Jerman Bayern Munchen, tapi Setan Merah-nya Jerman itu sedang tidak hebat saat ini dan lawan berikutnya Porto saya anggap sebagai tim terlemah dari delapan tim yang tersisa.

Rabu, 06 Maret 2019

ANTIMO: Awas Nanti Mabok


Dalam riuh-redahnya suasana pemilu, penangkapan seorang politikus top karena narkoba justru makin membuat suasana menjelang coblosan menjadi-jadi. Orang-orang yang lagi senang ribut di media sosial tidak tertarik menengok ke soal narkoba yang makin memperihatinkan, mereka tetap khusyuk beribadah dengan gadget masing-masing: berdoa, mengutuk, mengejek demi pemilu dan narkoba jadi bumbu tambahan. Yang kemarin ditangkap pun beritanya kini sudah bisa pulang, jadi narkoba memang bukan soal penting.