Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2024

PUASA SEPARUH JALAN

Assalamu'alaikum.

Tidak terasa ternyata bulan Romadlon sudah di hari kelimabelas. Semalam ketika pulang dari musholla, di langit bersih tanpa awan rembulan yang bebas bersinar tampak bulat berpendaran. Lebaran sebentar lagi dong.

Kamis, 21 Maret 2024

BANJIR DI MANA-MANA

Assalamu'alaikum.

Belakangan setiap membuka media sosial selalu muncul penampakan video banjir di tanah air. Dari berita-berita diketahui saat ini banjir sedang melanda Demak-Kudus dan sekitarnya. Luar biasa banjirnya, 30 desa terendam air yang tinginya sampai ke atap rumah. Pemandangan mobil-mobil truk pengangkut barang di jalur Pantura benar-benar bikin melongo. Air sepertinya menyerbu begitu saja hingga tak bisa diantisipasi. 

Rabu, 06 Maret 2024

UNGGAH-UNGGAHAN

Assalamu'alaikum.

Apa kabar sembako? Harga sembako naik menjelang bulan Romadlon kata Pak Menteri Perdagangan sudah biasa. Kalau tidak naik berarti menyalahi kebiasaan dan patut diduga ada masalah. Syukurlah saat ini harga-harga sudah kompak naik, kalau tidak percaya tonton saja berita televisi. Daging ayam naik, daging sapi melangit, telor  melambung, micin saja yang sepertinya stabil.

Minggu, 03 Maret 2024

BERAS MURAH

 Assalamu’alaikum.

Harga beras tertinggi ketemu rekornya di bulan Februari lalu, begitu kata mereka para pemerhati beras. Di bulan Maret ini banyak orang  memprediksi harga beras akan terus naik, ada yang bilang akan mencapai angka 20 ribu rupiah. Kita tunggu saja, memang sedang memungkinkan untuk booming harga beras. Bukan karena kemarau panjang atau el nino, melainkan karena bulan Romadlon tinggal kurang lebih sepekan tibanya. Menteri Perdagangan pun beberapa kali bilang: Biasa harga-harga naik, menjelang puasa.

Jumat, 01 Maret 2024

MAKAN SIANG GRATIS

 Assalamu'alaikum,

Makan siang gratis ternyata tak cuma asyik saat menikmatinya, bahkan membicarakannya pun sangat menarik minat banyak orang, Di mana-mana orang membahas makan siang gratis yang katanya ini adalah program unggulan Prabowo-Gibran paslon nomor urut dua di pilpres yang sekarang sedang dalam proses penetapan sebagai pemenang (sudah pasti menang toh?). Program ini pula yang menurut omon-omon jadi poin penentu sehingga orang ramai-ramai memilih Prabowo yang terkenal langganan kalah. Ya, siapa yag nggak mau dapat makan siang gratis?

Senin, 22 Januari 2024

PAMER GAGASAN

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Debat Calon Presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 putaran keempat sudah berlangsung dan hasilnya menurut saya begitu-begitu saja. Tidak mencerahkan bagi orang kebanyakan seperti saya. Sesuatu yang saya yakin tak bakalan mengubah sikap kaum fanatik dalam berpihak. Bagi  yang belum menentukan pilihan mumgkin akan menimbang beberapa hal, seperti saya yang terus terang rada-rada terkesan dengan penampilan Gibran yang begitu itu.

Selasa, 26 Desember 2023

MABUK MEDSOS

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Punya blog tapi nggak pernah posting, ini sama seperti punya warung yang tak punya barang dagangan untuk dijajakan. Kebetulan saya juga punya warung dan jarang dibuka. Ada di dalamnya barang yang bisa dijual tapi stok lama. Blog saya ini juga ada tulisannya yang bisa dibaca oleh pelanggan lama yang sudi mampir atau siapapun yang atas kehendak Allah diperjalankan sampai di sini, tapi yang tersedia sesuatu yang sudah kadaluarsa. Dan ini pasti sesuatu yang memprihatinkan bahkan bisa jadi menyedihkan.

Minggu, 24 September 2023

WHOOSH

Satu demi satu proyek prestisius presiden Jokowi akhirnya sukses terselesaikan. Satu tahun menjelang masa kekuasaannya habis sepertinya tinggal Ibu Kota Negara baru yang masih kejar target. Sepuluh tahun kerja dengan pencapaian yang luar biasa mengingat presiden-presiden sebelumnya tak ada yang punya ambisi segila itu dan sukses. Dan yang terbaru yang siap diresmikan tentu saja Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diberi nama WHOOSH.



Sebagaimana dulu subway atau MRT hanya jadi angan-angan yang mengendap puluhan tahun, kini semua tahu Jakarta telah memiliki kereta yang berjalan menembus tanah, dan itu karena keberanian Jokowi dalam mengeksekusi. Waktu pertama proyek itu berjalan pasti banyak yang meragukan proyek kereta bawah tanah bisa sukses mengingat sebelumnya proyek monorel yang sudah pasang puluhan tiang mangkrak tanpa kejelasan. Dan tidak beda dengan MRT, dengan iringan olok-olok dan cibiran bahkan hinaan dalam pembangunannya kini di Indonesia sudah ada kereta api super cepat yang siap melaju 380 km per jam. WHOOSH...


Lalu kenapa Whoosh? Kenapa tidak Wes Hewes atau Sat Set atau apalah istilah yang bernuansa lokal biar masyarakat sekitar ada rasa memiliki. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama itu pertama kali dan bagaimana nama itu disepakati. Sebagaimana saya tidak tahu pula kenapa kereta cepat dibangun untuk jarak yang dekat dari  Jakarta ke Bandung. Kereta cepat idealnya menurut saya untuk jarak diatas seribu kilometer dan menurut saya juga tidak cocok untuk pulau Jawa yang padat penduduk.


Apapun dengan ini dan itu, yang jelas kereta cepat Jakarta Bandung itu sudah diujicoba bahkan harga tiketnya sudah  disepakati. Ada kabar lanjutannya mau lanjut Jakarta Surabaya, semoga saja itu tidak benar. Lagipula membangun untuk menyenangkan satu dua orang pakai duit utang apa pula hebatnya. Daripada menggelontorkan biaya triliunan hanya untuk proyek yang cuma bisa dinikmati sedikit orang akan lebih baik untuk proyek strategis lainnya. Atau karena ibukota akan pindah, kereta cepat dibuat saja di ibukota baru itu. Dari Brune Darussalami langsung ke IKN misalnya, siapa tahu negara tetangga kaya itu mau menanggung biayanya.


Negara ini milik seluruh penduduk di dalamnya, maka segala yang dibangun di dalamnya mestinya atas persetujuan seluruh atau sebagian besar warganya bukan maunya pemimpin atau orang-orang kayanya saja. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dinikmati seluruh warga. Prinsip keadilan ini penting dikemukakan kalau ingin masa depan negara ini lebih baik.


Apa yang dicapai Jokowi mari kita  diacungi jempol. Sepuluh tahun dengan ribuan kilometer jalan tol, capaian yang tak terbayangkan sebelumnya. Semoga itu cukup bagi beliau, kini fokus menuntaskan IKN dan tahun depan lengser dengan dagu tegak. Bangsa ini butuh teladan, Jokowi bisa jadi teladan bagi generasi mendatang, sudah cukup rasanya anak-anak kita mendapat contoh buruk dari orang-orang rakus dan kementhus.


Akhir kata, kenapa whoosh lagi?  Padahal kalau diberi nama JOKOWI rasanya pantas saja, bukankah presiden kita ini kerjanya cepat?. Mungkin beliau yang rendah hati tidak mau, cukup baginya hasil kerjanya bisa dinikmati. Atau Joko Whoosh? Sudahlah, semua sudah ditetapkan. WHOOSH: Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal, begitu kepanjangannnya.

Selasa, 05 September 2023

WULAN GURITNO DUTA JUDI ONLINE?

Ada kabar Wulan Guritno akan jadi Duta Anti Judi Online 😮 yang bener? Padahal diberitakan artis yang janda bahenol itu terlibat mempromosikan judi online dan dipanggil Kabareskrim. Mana yang hoax ini? Persetan, mau jadi apapun doi silahkan saja lha wong namanya artis ya begitu pekerjaannya: jadi berita lalu cuan. Cuma kalau memikirkan nasib anak-anak kita yang kini panutan hidupnya para artis jadi miris juga.


Ngomong-ngomong soal judi online, belakangan memang sedang ramai jadi berita dan bahan diskusi. Judi online katanya sudah merambah kemana-mana: Ibu-ibu rumah tangga mengganti kebiasaan nggosip dengan judi, anak-anak pada kecanduan judi online, cewek-cewek cantik ditangkapi polisi karena ikut mempromosikannya dan saya akhirnya  tahu permainan-permainan atau game yang sering nongol di beranda facebook yang di pojokannya ada cewek sexy itu ternyata namanya judi slot. Apakah ini fenomena baru sehingga baru sekarang ramai digelisahkan pastinya tidak.

Saya yakin game online yang judi sudah lama adanya, digemari anak-anak pun jangan-jangan sudah lama pula. karena undangan ikut main lewat facebook sudah sering saya terima dari teman yang suka main beginian, cuma saya nggak suka main game jadi sejauh ini tidak merespon. Sedangkan soal judi online sebelumnya saya pikir seperti togel atau SDSB di zaman orba yang kini ikut mode online.  Karena di mana-mana sering saya temui orang mengotak-atik nomor untuk dipasang lewat hape dan menjelang tengah malam dibuka dan ada saja yang dapat nomor buntut. Uang yang dipasang pun cuma receh sama seperti togel pasang seribu dua ribu dapat iming-iming sejuta dua juta.

Menyebut SDSB saya jadi ingat pada masa jayanya dulu, pada masa itu bukan saja orang-orang tua para supir angkot dan tukang becak yang jadi konsumennya, bahkan teman-taman sekolah semasa SMP banyak yang nunggak SPP karena uangnya dipakai buat pasang. Jadi nggak aneh kalau sekarang anak-anak pada ketagihan judi online, selain berupa permainan yang pastinya asyik, uang saku mereka rata-rata banyak jumlahnya, apalagi orang tua mereka sudah membiarkan mereka pegang hape yang jadi alat untuk berjudinya  bahkan sejak mereka balita.

Di radio Elshinta diskusi membahas judi online dalam beberapa hari terakhir terus berlangsung. Para pakar diundang berbicara dan tidak ada yang tahu solusi apa yang tepat untuk persoalan ini. Pemerintah memang yang jadi pemegang kunci permasalahan ini. Sayangnya ternyata sikap pemerintah seperti terhadap rokok, katanya dilarang tapi monggo kerso. Wulan Guritna promosi judi online tidak ditangkap malah jadi duta.


Pada akhirnya kalau menurut saya solusi yang tepat ya begini ini. Menkominfo memblokir situs judi online yang tak akan pernah habis karena mati satu tumbuh seribu. selebgram ditangkapi dan artis top yang ketahuan ikut promosi dijadikan dutanya. Saya maklum dengan apa yang terjadi dan saya yakin banyak yang demikian karena ini soal uang yang jumlahnya triliunan. malah dalam diskusi di radio pun ada yang menyarankan dilegalkan saja, karena konon cuma Indonesia negara ASEAN yang belum melegalkan judi ini. Ferdi Sambo yang konon beking judi dihukum bukan karena judi tapi karena membunuh bawahannya, apa nggak boleh polisi lain atau para politisi yang selalu kekurangan duit ikut ngasab di tempat becek ini? Merdeka!

Gambar: inilah.com dan detik.com

Kamis, 22 April 2021

RADAR PANCA DAHANA PERGI KE LANGIT

 

Saya mau menangis sejak pertama kali membaca berita meninggalnya beliau beberapa jam lalu. Tidak juga menangis mungkin karena tidak mengejutkan bagi saya kabar itu. Beliau memang sudah lama rutin cuci darah karena punya masalah ginjal. Dan tentu saja itu pula yang membuatnya pantas dikagumi sebagai manusia, dengan badannya yang rapuh jiwanya tetap hidup dan menghidupi. Al Fatihah buat Radar Panca Dahana.

 

Selasa, 20 April 2021

ROMADLON CERIA

Sudah sepekan Romadlon kita jalani ternyata, sungguh hampir tiada berkesan melaksanakan puasa selama tujuh hari ini. Tahu-tahu Selasa sudah ketemu Selasa lagi, tak teringat sudah ada apa saja selama sepekan itu. Mungkin karena hari-hari yang saya lalui hampir sama dengan hari-hari lain di luar bulan puasa, hanya beda jadwal makan dan entah apa lagi. Atau mungkin waktu yang berlalu cepat dan tidak gegap gempitanya suasana Romadlon di tempat saya yang membuat perasaan saya selama sepekan ini tak tergedor. Entahlah, untungnya ada medsos yang setiap hari menampilkan meme berupa gambar-gambar lucu (saya hampir tak pernah nonton televisi saudara-saudara!)

Jumat, 16 April 2021

SALAH TIDAK SALAH

 

Pasti banyak yang sedang dongkol sekarang karena hasil pertandingan di perempat final Liga Champions semalam hasilnya tidak sesuai harapan. Terutama pendukung Liverpool yang umumnya militan. Seperti saya, meski sudah menduga Liverpool bakal gagal karena pada pertandingan pertama di stadion Alfredo Di Stefano kandang Real Madrid mereka kalah dengan skor menggigit, tapi harapan bisa membalikkan keadaan di stadion Anfield tetap besar. Karena bagaimanapun terpuruknya Si Merah di Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool tetaplah tim hebat yang selalu mungkin untuk jadi juara. Apa daya, Liverpool sepertinya kini sedang berada di musim paceklik.

 

Rabu, 14 April 2021

HORMATILAH ORANG BERPUASA !!!

 

Romadlon sudah melewati hari kedua, berasa waktu melaju cepat sekali. Baru kemarin menghitung hari menuju hari-hari puasa, sekarang sudah menghitung anggaran buat belanja ini dan itu untuk keperluan lebaran sebagai sesuatu yang tak terelakan. Sama tak terelakannya kita dari rasa malas  badan lemas karena tidak boleh makan ini dan itu di siang hari, terlebih di awal Romadlon. Malas dan lemas mungkin sesuatu yang personal, tapi di Indonesia dengan masyarakat mayoritas muslim yang personal bisa jadi massal dan itu bisa dilihat dari keadaan yang tampak mata.

 

Senin, 12 April 2021

ROMADLON DAN BERMAAFAN

Romadlon lagi. Puasa lagi. Tidak makan di siang hari lagi dan makan sepuasnya di malam hari hihi. Sesuatu yang bisa dibilang khas di bulan spesial ini. Atau menahan lapar dan menumpuk makanan menjelang maghrib itu bukan yang khas di sekitaran bulan Romadlon, karena banyak juga ternyata yang tidak ikut dalam kelatahan itu. Ada orang-orang yang tetap saja santai tidak puasa— makan minum seperti biasa di siang hari dan banyak pula yang makan ala kadarnya saat berbuka puasa.

 

Rabu, 13 Januari 2021

HARUN YAHYA

 

Membaca kabar Harun Yahya dihukum 1075 tahun oleh pengadilan Turki saya biasa-biasa saja tuh. Mungkin karena kasus kriminalisasi ulama oleh negara sudah hal biasa, apalagi di sini juga sedang terjadi hal yang tak jauh berbeda.  Atau  juga  karena saya sudah lama merasa bahwa proses hukum yang dijalaninya sejak akhir tahun 2019 akan berakhir serius. Bayangkan saja Harun Yahya hidup di Indonesia, bisa jadi sudah lama dioyak-oyak  sebagai penista agama mengingat gayanya yang aneh sebagai pendakwah— dikelilingi wanita-wanita sexy dengan bibir menggoda seperti sosis yang dinamainya Kittens.

Sabtu, 26 Desember 2020

ULANG TAHUN CORONAVIRUS: KITA MAU MERAYAKANNYA?


Corona lagi, lagi-lagi Corona. Teman-teman saya banyak yang jengkel ketika saya bicara tentang virus ini. Sepertinya dia takut mati, atau takut miskin. Ada yang bilang Corona jangan dibesar-besarkan, ungkapan yang lucu karena saya hanya bicara tentang berita terbaru mengenai wabah yang sedang melanda dunia sekarang ini. Tapi rasanya banyak yang karena takut lalu berusaha membuang virus yang terkenal dengan Covid19 itu dari ingatan. Tapi entahlah, yang pasti Si Kopit mau ulang tahun sebentar lagi di sini..

Rabu, 23 Desember 2020

IKHTIAR PAK PRESIDEN

 

Ada enam menteri baru, ada kehebohan baru. Dipilihnya Ibu Rusma, Bung Sandi dan Gus Yaqut  kemarin sore, lalu dilantik pagi tadi bener-benar sensasional. Bahkan nama yang kurang familiar di kalangan orang bawah pun lumayan mengundang perhatian, yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan yang bukan seorang dokter. Tak kalah seru Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan) yang ternyata kanca dolan sedari muda Sandiaga Uno dan Erik Tohir (sudah lebih dulu jadi pembantu Presiden). Presiden Jokowi benar-benar tak cuma bisa bikin sensasi, lebih dari itu seleranya layak dikasih jempol.

 

Selasa, 22 Desember 2020

SELAMAT HARI IBU SAJA

 

Hari Ibu dan banyak foto bertebaran menampilkan seseorang ber-swafoto dengan seorang ibu yang sangat mungkin itu ibunya. Dan saya tentu saja ingin begitu-begituan, atau mengunggah foto ibu saya untuk menunjukkan kepada siapa saja bahwa saya masih punya ibu dan bangga kepadanya. Foto ada tapi sampai menjelang tanggal 22 Desember 2020 berakhir saya belum juga mengunggahnya, masih ada rasa malu. Tentu bukan malu mempertontonkan wajah ibu saya, tapi malu karena selama ini saya tak bener-benar memuliakan beliau, jadi rasanya tak ada alasan bagi saya berharap agar dianggap mencintai ibu hanya dengan memajang fotonya di media sosial.

 

Kamis, 17 Desember 2020

TENTANG KEMATIAN DAN SEORANG TEMAN

 

Pernah terjadi dulu saat saya masih SMP ada seorang tukang becak yang mencoba bunuh diri dengan cara mengunci diri di dalam kamar lalu menggorok leher dengan arit. Aksi nekatnya ketahuan saat sekarat dan gagal matilah dia. Lalu ada lagi seorang anak jalanan yang mengaku pernah beberapa kali mau bunuh diri, katanya dari minum racun  sampai mencoba lompat dari jembatan sudah dicobanya, tapi tak mati juga. Dan kita bisa dengan gampang mengatakan pada kasus-kasus tadi: “Belum waktunya.” Dan memang demikian.