Selasa, 26 Maret 2024
PUASA SEPARUH JALAN
Jumat, 01 Maret 2024
MAKAN SIANG GRATIS
Assalamu'alaikum,
Makan siang gratis ternyata tak cuma asyik saat menikmatinya, bahkan membicarakannya pun sangat menarik minat banyak orang, Di mana-mana orang membahas makan siang gratis yang katanya ini adalah program unggulan Prabowo-Gibran paslon nomor urut dua di pilpres yang sekarang sedang dalam proses penetapan sebagai pemenang (sudah pasti menang toh?). Program ini pula yang menurut omon-omon jadi poin penentu sehingga orang ramai-ramai memilih Prabowo yang terkenal langganan kalah. Ya, siapa yag nggak mau dapat makan siang gratis?
Senin, 22 Januari 2024
PAMER GAGASAN
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Debat Calon Presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 putaran keempat sudah berlangsung dan hasilnya menurut saya begitu-begitu saja. Tidak mencerahkan bagi orang kebanyakan seperti saya. Sesuatu yang saya yakin tak bakalan mengubah sikap kaum fanatik dalam berpihak. Bagi yang belum menentukan pilihan mumgkin akan menimbang beberapa hal, seperti saya yang terus terang rada-rada terkesan dengan penampilan Gibran yang begitu itu.
Minggu, 24 September 2023
WHOOSH
Satu demi satu proyek prestisius presiden Jokowi akhirnya sukses terselesaikan. Satu tahun menjelang masa kekuasaannya habis sepertinya tinggal Ibu Kota Negara baru yang masih kejar target. Sepuluh tahun kerja dengan pencapaian yang luar biasa mengingat presiden-presiden sebelumnya tak ada yang punya ambisi segila itu dan sukses. Dan yang terbaru yang siap diresmikan tentu saja Kereta Cepat Jakarta Bandung yang diberi nama WHOOSH.
Sebagaimana dulu subway atau MRT hanya jadi angan-angan yang mengendap puluhan tahun, kini semua tahu Jakarta telah memiliki kereta yang berjalan menembus tanah, dan itu karena keberanian Jokowi dalam mengeksekusi. Waktu pertama proyek itu berjalan pasti banyak yang meragukan proyek kereta bawah tanah bisa sukses mengingat sebelumnya proyek monorel yang sudah pasang puluhan tiang mangkrak tanpa kejelasan. Dan tidak beda dengan MRT, dengan iringan olok-olok dan cibiran bahkan hinaan dalam pembangunannya kini di Indonesia sudah ada kereta api super cepat yang siap melaju 380 km per jam. WHOOSH...
Lalu kenapa Whoosh? Kenapa tidak Wes Hewes atau Sat Set atau apalah istilah yang bernuansa lokal biar masyarakat sekitar ada rasa memiliki. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama itu pertama kali dan bagaimana nama itu disepakati. Sebagaimana saya tidak tahu pula kenapa kereta cepat dibangun untuk jarak yang dekat dari Jakarta ke Bandung. Kereta cepat idealnya menurut saya untuk jarak diatas seribu kilometer dan menurut saya juga tidak cocok untuk pulau Jawa yang padat penduduk.
Apapun dengan ini dan itu, yang jelas kereta cepat Jakarta Bandung itu sudah diujicoba bahkan harga tiketnya sudah disepakati. Ada kabar lanjutannya mau lanjut Jakarta Surabaya, semoga saja itu tidak benar. Lagipula membangun untuk menyenangkan satu dua orang pakai duit utang apa pula hebatnya. Daripada menggelontorkan biaya triliunan hanya untuk proyek yang cuma bisa dinikmati sedikit orang akan lebih baik untuk proyek strategis lainnya. Atau karena ibukota akan pindah, kereta cepat dibuat saja di ibukota baru itu. Dari Brune Darussalami langsung ke IKN misalnya, siapa tahu negara tetangga kaya itu mau menanggung biayanya.
Negara ini milik seluruh penduduk di dalamnya, maka segala yang dibangun di dalamnya mestinya atas persetujuan seluruh atau sebagian besar warganya bukan maunya pemimpin atau orang-orang kayanya saja. Setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dinikmati seluruh warga. Prinsip keadilan ini penting dikemukakan kalau ingin masa depan negara ini lebih baik.
Apa yang dicapai Jokowi mari kita diacungi jempol. Sepuluh tahun dengan ribuan kilometer jalan tol, capaian yang tak terbayangkan sebelumnya. Semoga itu cukup bagi beliau, kini fokus menuntaskan IKN dan tahun depan lengser dengan dagu tegak. Bangsa ini butuh teladan, Jokowi bisa jadi teladan bagi generasi mendatang, sudah cukup rasanya anak-anak kita mendapat contoh buruk dari orang-orang rakus dan kementhus.
Akhir kata, kenapa whoosh lagi? Padahal kalau diberi nama JOKOWI rasanya pantas saja, bukankah presiden kita ini kerjanya cepat?. Mungkin beliau yang rendah hati tidak mau, cukup baginya hasil kerjanya bisa dinikmati. Atau Joko Whoosh? Sudahlah, semua sudah ditetapkan. WHOOSH: Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal, begitu kepanjangannnya.
Selasa, 05 September 2023
WULAN GURITNO DUTA JUDI ONLINE?
Kamis, 22 April 2021
RADAR PANCA DAHANA PERGI KE LANGIT
Saya mau menangis sejak pertama kali
membaca berita meninggalnya beliau beberapa jam lalu. Tidak juga menangis
mungkin karena tidak mengejutkan bagi saya kabar itu. Beliau memang sudah lama
rutin cuci darah karena punya masalah ginjal. Dan tentu saja itu pula yang
membuatnya pantas dikagumi sebagai manusia, dengan badannya yang rapuh jiwanya
tetap hidup dan menghidupi. Al Fatihah buat Radar Panca Dahana.
Selasa, 20 April 2021
ROMADLON CERIA
Sudah sepekan Romadlon kita jalani ternyata, sungguh hampir tiada berkesan melaksanakan puasa selama tujuh hari ini. Tahu-tahu Selasa sudah ketemu Selasa lagi, tak teringat sudah ada apa saja selama sepekan itu. Mungkin karena hari-hari yang saya lalui hampir sama dengan hari-hari lain di luar bulan puasa, hanya beda jadwal makan dan entah apa lagi. Atau mungkin waktu yang berlalu cepat dan tidak gegap gempitanya suasana Romadlon di tempat saya yang membuat perasaan saya selama sepekan ini tak tergedor. Entahlah, untungnya ada medsos yang setiap hari menampilkan meme berupa gambar-gambar lucu (saya hampir tak pernah nonton televisi saudara-saudara!)
Rabu, 14 April 2021
HORMATILAH ORANG BERPUASA !!!
Romadlon sudah melewati hari kedua, berasa
waktu melaju cepat sekali. Baru kemarin menghitung hari menuju hari-hari puasa,
sekarang sudah menghitung anggaran buat belanja ini dan itu untuk keperluan
lebaran sebagai sesuatu yang tak terelakan. Sama tak terelakannya kita dari
rasa malas badan lemas karena tidak boleh makan ini dan itu di siang hari,
terlebih di awal Romadlon. Malas dan lemas mungkin sesuatu yang personal, tapi
di Indonesia dengan masyarakat mayoritas muslim yang personal bisa jadi massal dan itu bisa
dilihat dari keadaan yang tampak mata.
Senin, 12 April 2021
ROMADLON DAN BERMAAFAN
Romadlon lagi. Puasa lagi. Tidak makan
di siang hari lagi dan makan sepuasnya di malam hari hihi. Sesuatu yang bisa
dibilang khas di bulan spesial ini. Atau menahan lapar dan menumpuk makanan
menjelang maghrib itu bukan yang khas di sekitaran bulan Romadlon, karena
banyak juga ternyata yang tidak ikut dalam kelatahan itu. Ada orang-orang yang
tetap saja santai tidak puasa— makan minum seperti biasa di siang hari dan
banyak pula yang makan ala kadarnya saat berbuka puasa.
Rabu, 23 Desember 2020
IKHTIAR PAK PRESIDEN
Ada enam
menteri baru, ada kehebohan baru. Dipilihnya Ibu Rusma, Bung Sandi dan Gus
Yaqut kemarin sore, lalu dilantik pagi
tadi bener-benar sensasional. Bahkan nama yang kurang familiar di kalangan
orang bawah pun lumayan mengundang perhatian, yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri
Kesehatan yang bukan seorang dokter. Tak kalah seru Muhammad Lutfi (Menteri
Perdagangan) yang ternyata kanca dolan
sedari muda Sandiaga Uno dan Erik Tohir (sudah lebih dulu jadi pembantu
Presiden). Presiden Jokowi benar-benar tak cuma bisa bikin sensasi, lebih dari
itu seleranya layak dikasih jempol.
Rabu, 19 Agustus 2020
SELAMAT TAHUN BARU
Selasa, 18 Agustus 2020
MERDEKA
Senin, 17 Agustus 2020
TUJUHBELASAN AGUSTUSAN
Tak sekedar puncak hari, saat ini juga adalah puncaknya bulan Agustus. Ya, bulan Agustus bagi bangsa Indonesia puncaknya ada di tanggal tujuh belas. Makanya ada istilah tujuhbelasan disamping istilah agustusan yang maksudnya tentu saja puncak dari bulan yang kita nyatakan selama ini sebagai bulan kemerdekaan yang identik dengan perayaan.
Pada bulan Agustus bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke selain mengibarkan bendera kebangsaan Merah Putih biasanya mengadakan berbagai macam acara dan kemeriahan, seperti lomba-lomba dan macam-macam pertunjukan sejak awal bulan. Dan puncaknya malam ini ada banyak acara syukuran berupa doa bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama lalu esok harinya (biasanya) ada acara pawai karnaval.
Sayangnya di musim pandemi COVID-19 sekarang pemerintah melarang adanya keramaian sebagaimana lazimnya bulan Agustus. Walau begitu tetap saja ada acara-acara seremonial yang melibatkan banyak orang, apalagi di daerah yang masih aman dari bahaya korona. Di tempatku alhamdulillah walau sejauh ini tak ada kasus positif korona, kegiatan agustusan juga tidak ada, yang ramai orang hajatan pernikahan. Tapi pengibaran bendera merah putih oleh warga patut diacungi jempol (tanpa komando tanpa ada seruan dari pemerintah desa bendera sudah merajalela sejak akhir bulan Juli).
Pada intinya kita semua bangsa Indonesia tetap merasa bangga dengan ke-indonesiaan sehingga walau tanpa ekspresi yang meluap-luap wujud kebanggaan sebagai bangsa masih bisa disaksikan dengan kegairahan memasang bendera merah putih di halaman rumah sejak awal bulan. Coba saja diingat-ingat pada sepuluh tahun yang lalu, saat itu pada bulan Agustus saya menyaksikan hanya satu dua orang yang memasang bendera di halaman rumah. Saat itu sangat terasa kebanggaan sebagai orang Indonesia belum bangkit semenjak krisis yang menjungkirbalikkan negeri.
Syukurlah, kini walaupun cobaan datang silih berganti, rasa nasionalisme sebagian besar anak bangsa justru menguat. Tentunya ini modal bagus bagi negeri, mengingat ada ancaman krisis baru pasca pandemi.
Pokoknya agustusan jalan terus dan Indonesia tetap jaya apapun keadaannya. Hidup Indonesia raya!