Selasa, 12 Oktober 2010

Kejahatan Operator Seluler

Dua wanita yang duduk di sebelahku ketika menunggu kereta listrik di stasiun Pasar Minggu kemarin tak henti-hentinya bicara sejak mulai duduk sampai beberapa saat setelahnya. Cantik-cantik kupikir, jadi biarlah mereka berisik dan mengganggu aktifitasku membaca buku. Tapi kemudian aku tertarik juga dengan apa yang diobrolkan mereka berdua, mereka masing-masing bicara soal pengalaman mereka sebagai konsumen layanan seluler. Isinya keluhan berkenaan dengan tawaran-tawaran dari operator yang ujungnya menguras pulsa lewat SMS-SMS tak dikehendaki.


Pembicaraan mereka menarik karena aku juga mengalami hal yang sama. Seperti tiba-tiba ada tawaran lagu untuk RBT yang katanya gratis tapi kemudian nyedot pulsa tanpa permisi. Beberapa waktu lalu aku ganti simcard juga berkaitan dengan masalah ini. Entah aku berlangganan apa, yang jelas pulsaku selalu habis setiap isi ulang. Bagaimana mengatasinya kupikir, menghubungi operator juga tak semudah menghubungi tukang somay ternyata. Maka seperti kata salah seorang gadis tadi, ganti saja dengan yang lain.

Dan sekarang baru beberapa bulan ganti operator (dari Indosat ke XL; harus disebut sebab rasanya penting) aku harus terkena bencana ini lagi. Selamat anda mendapat.....yang setelah direspon jawabnya: anda akan mendapat SMS dua kali sehari Rp 2000,-/SMS. Lebih jengkel lagi ketika dibatalkan dengan mengetik UNREG jawabannya: nomor yang anda tuju tak terpakai. Bener-bener dodol kranjang. Aku yakin ini pengalaman banyak orang dan pasti menjengkelkan.

Dan karena hal semacam ini menjengkelkan sebab merugikan semestinya praktek bisnis semacam ini dianggap kejahatan. Ini tindakan menjebak, yang sangat mungkin disebut penipuan. Konsumen yang rata-rata hanya bisa mengeluh kepada sesamanya harus difasilitasi agar bisa menggugat pihak operator yang jahat ini. Siapa pihak yang memfasilitasi? Pemerintah tentunya, tapi bisakah diharapkan?
Lalu menyimak laporan keuntungan tahunan operator-operator seluler di dalam negeri, kita selalu mendapati mereka untung dan untung. Tak aneh kalau terus muncul operator baru. Dugaanku mereka untung karena praktek-praktek curang ini. Bayangkan saja kalau sebuah operator dalam satu hari mengirimkan SMS yang tarifnya Rp 2000,-/SMS kepada satu juta konsumennya berapa uang yang didapat darinya. Jumlah pengguna layanan sebuah operator yang biasa dirilis dengan klaim sekian juta, itu pun bisa jadi bohong karena banyaknya orang yang sering ganti-ganti simcard atau memakainya untuk dihabiskan pulsanya lalu dibuang (untuk yang ini biasanya kartu perdana obralan).

Lembaga yang bisa dijadikan tempat mengadu untuk masalah ini tentunya ada, seperti YLKI (Yayasan Layanan Konsumen Indonesia) atau yang lain. Tapi yang lebih menarik menurutku adalah perlunya ditetapkan suatu aturan yang memungkinkan ketika kita ganti simcard atau pindah operator nomor kita tidak berubah. Konon di negara lain aturan semacam ini berlaku. Kenapa di sini tidak, kita sebagai konsumen berhak memilih yang terbaik atau yang menguntungkan ketika membeli atau memanfaatkan suatu produk.

Kepada para konsumen, mari berdaya melawan kekuatan modal yang terus menggila dan menjebak kita di dalam pasar yang menjengkelkan ini. Kapan lagi kalau buakan sekarang.


20 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kalo begitu sebaiknya tidak usah dijawba ya sms nya.

Muhammad A Vip mengatakan...

tak sesederhana itu lho

dv mengatakan...

saran saia klo tidak tertarik abaikan aja sms2 itu dan klo ada masalah mending langsung datang ke gallery :)

julicavero mengatakan...

susah kalo operator sendiri yg berbuat jahat..bingung mesti gm lg.

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

si abi jg pernah kayak gtu
tp karna gara2 download
tp terus dia komplain ke call centre indosat trus normal lagi koq gak dipotong2 lagi

Ferdinand mengatakan...

ini yg juga sering bikin aku kesel Sob..... klo RBt aku masih terima karna aku dengan sadar Reg sendiri, tapi klo yg lain dan embel2nya pulsa itu yg ngeselin... apalagi Telkomsel halah.. iklan mulu.. aku sampe buang sim cardnya dan ganti 3 haha....

ap kbr Sob? maf lama gak kesini.. lagi libur dlu kmaren hhe....

Takuya mengatakan...

wah, xl ya.. temenku jga pernah ngomel, katanya, xl emg ngasih gratisan, tapi masa aktifnya dikit.. jadi kalo harus sering isi pulsa biar masa aktif tetep ada, ya sama juga bohong..

tomo mengatakan...

operator memnag jahat kawand.
permainannya sangat tidak ketara di masyarakat

Tukang Gosip mengatakan...

betul sob... bikin stres tuh. promosi sekaligus mencuri...

pengalaman tukang gosip sih, begitu pulsanya disedot sampe habis sama operator itu, ya udah ndak usah diisi sampe masa tenggangnya mau abis. kalo kepepet yach terpaksa ngisi yg 5000an. hehe

Rizky2009 mengatakan...

kalau aq mah males ikut reg2an kuis, nguras pulsa aja, mang pulsa punya mbah'e apa, g sesuai dengan apa yg di iklankan

rawins mengatakan...

parah emang. setelah reg spasi dihindari sekarang muncul dengan *xxx*xx# yang banyak belum ngeh kalo itu metamorfose dari reg spasi. payahnya lagi banyak penawaran dengan iming-iming game ditayangkan di jam nonton anak anak.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

jadi inget kasus papa mami minta pulsa..hehe

TUKANG CoLoNG mengatakan...

jadi inget kasus mama papa mintak pulsa tempo hari

om rame mengatakan...

trims sudah di ingatkan.
kadang dari sebuah SMS pun secara tidak sengaja kita mengkLik saLah satu tawaran tertentu maka akan otomatis seoLah meLakukan REG.
dengan kondisi demikian, kaLau ada SMS atau tawaran apapun, biasanya saya abaikan.

Goyang Karawang mengatakan...

betul tuh apalagi banyak juis2 ga penting ... bisa ganggu kalo bunyi tengah malam

Muhammad A Vip mengatakan...

kita masing2 punya pengalaman tentang ini, ada yang menganggap biasa ada yang serius, ya...apapun itu hak konsumen penting disuarakan

Popi mengatakan...

terlepas dari tipu menipu di dunia seluler..saya baru tau ternyata ada istilah 'dodol kranjang' !! Jujur aja, yang tadinya kesel baca isi postingan ini jadi ketawa ngakak...

Muhammad A Vip mengatakan...

dodol kranjang itu dodol cina yang bunder itu lho

Tukang Gosip mengatakan...

memang beitulah ulah operator yang membuat stres...
promosi sekaligus mencuri...
tukang gosip sih, kalo isi pulsa paling2 5000an aja, kalo masih disikat..kegatan namanya... :)

Anonim mengatakan...

sialan tuh X L pulsaku di sedot dgn cara maksain R B T .tadinya mo di sedot 6000an trus aku isi 5000 perak biar ga di sedot,eh ternyata di sedot 3300 dengan alasan separoh dari masa R B T