Kamis, 18 November 2010

Dan Wedus Gembel pun Jadi Korban

Berita Wedus Gembel sepertinya sudah mereda seiring bertambah jinaknya Gunung Merapi. Wedus Gembel yang telah memakan korban ratusan manusia, hewan ternak dan harta benda kini mungkin sudah diistirahatkan oleh Tuhan. Tapi semua masih waspada apalagi kondisi Merapi kini tak jelas karena tertutup kabut tebal.

Istilah Wedus Gembel yang kemarin populer itu tentu istilah gampangan saja dari warga sekitar Gunung Merapi untuk menyebut gumpalan awan panas yang menuruni lereng gunung ketika terjadi letusan. Gumpalan asap itu memang  menyerupai bulu domba atau wedus gembel. Wedus gembel dengan bulunya yang bergumpal-gumpal itu memang binatang yang gampang ditemui di kampung-kampung di Jawa.

Dan kemarin wedus gembel saya lihat menjadi salah satu korban di masjid dekat rumah. Bersama sapi dan kambing jawa, wedus gembel dipotong dan dagingnya jadi sate warga yang bersenang-senang sepanjang hari kemarin. Di banyak tempat termasuk di lokasi pengungsian di sekitar Gunung Merapi aktifitas menikmati daging korban bisa dilihat pada siaran berita cetak dan elektronik.

Usai sudah wedus gembel makan korban dan sekarang korban wedus gembel gantian makan wedus gembel, begitu kira-kira guyonannya. Apakah setelah mereka para korban makan wedus gembel keadaan mental mereka menjadi lebih baik? Hanya Tuhan yang tahu.

Gambar: wikipedia

17 komentar:

BlOG-SANTAI ♪ ♫ mengatakan...

hohoo.. Dulu saya kira wedus gembel itu sesosok makhluk misterius dibalik kemarahan Merapi... xixixixi

fanny mengatakan...

ada2 aja..tapi kan si embek gak salah tuh. kok jadi korban. hehee

Muhammad A Vip mengatakan...

Blogsantai:memang demikian, saking misteriusnya banyak orang nggak tau kapan datang dan perginya.
Fanny:justru karena nggak salah itu jadi korban, kalo salah bukan korban namanya tapi hukuman.

catatan kecilku mengatakan...

Sayangnya yang dipotong di tempatku bukan jenis wedhus gembel... hehehe

Muhammad A Vip mengatakan...

jenis wedus gembel tidak menarik mungkin karena bulunya yang selalu dekil dan repot ngurus kulitnya setelah dipotong.

attayaya mengatakan...

korban wedus gembel memakan wedus gembel
hmmm... asiik juga ya

NURA mengatakan...

salam sobat
alhamdulillah wedus gembel sudah brakhir.

Huda Tula mengatakan...

yeah... aksi balas dendam masal oleh para korban wedhus Gombhal , hehehe.

Muhammad A Vip mengatakan...

Attayaya:asyik dong
Nura:semoga Bu
Huda:rasanya bukan balas dendam, tapi keakraban.

Common Cyber mengatakan...

Kok jadi seolah berasa balas dendam antara bekas korban wedus gembel ama wedus2 yg nggembel ya?
Hohoho.

Mereka pasti nafsu sekali ya melihat wedus nggembel itu disembelih.

Bumi Al Fattah mengatakan...

PEmbalsan dendam pada wedus hembell masih tersisa dua hari lagi.

Siap-siaplah kau wedus.

Hahahaha

Muhammad A Vip mengatakan...

Common:kelihatannya begitu. haha
Bumi:kalo balas dendam, bisa banjir darah nih.

Lozz Akbar mengatakan...

heran padahal wedus itu punya rumah alias kandang, tapi kenapa dinamai wedus gembel? kok enggak wedus sugih he.hee

ono-ono wae kang..

Bumi Al Fattah mengatakan...

@ Mas Avip: Wah, bukannya sudah banjir darah mas? Maksudnya banjir darah bagi semut...hehehehehe

Muhammad A Vip mengatakan...

Lozz:karena kulitnya yang panjang dan gimbal cenderung kotor mungkin, makanya orang bilang wedus gembel.
Bumi:semut kalo begini bukan banjir lagi, tsunami.

Common Cyber mengatakan...

Ngikut nimbrung.
LOL. Tsunami. pas wedusnya ngamuk mau disembelih. bberarti gempa dong mas...

Muhammad A Vip mengatakan...

Common:Ya, wedusnya dibanting dan terjadilah gempa di dunia semut.