Senin, 09 Mei 2011

Jalan Bonang? Maaf Ingatan Saya Jelek

Salah satu hal yang menjengkelkan saya dalam hidup ini adalah ketika bertanya alamat dan dijawab sekenanya. Sering banget mengalaminya dan mungkin juga saya pernah menjawab pertanyaan sejenis dengan salah pula. Dan siapapun anda pasti pernah mengalaminya, kecuali anda hidup di hutan belantara.


Tadi pagi ketika baru menyebrang jalan tiba-tiba sebuah sepeda motor memotong jalan saya dan pengendaranya dengan tampang mengagetkan menanyakan sebuah jalan: Jalan Bonang. Saya yang kaget sempat celingak-celinguk mencari papan nama jalan dan tak menemukan, maka langsung saya jawab begini: maaf mas, ingatan saya lagi terganggu...dan orang itu langsung melanjutkan perjalanan. Setelah penanya itu berlalu saya mikir-mikir, rasanya nama jalan yang baru saja ditanyakan sangat akrab diingatan, tapi di mana, saya tak bisa memastikannya. atau jangan-jangan karena nama bonang adalah nama salah satu wali sembilan: Sunan Bonang.

Meski tak bisa menjawab pertanyaan yang berarti saya tak membantu menyelesaikan masalah orang lain, tapi rasanya lega di dada. Ini karena saya tak menjawab asal-asalan alias sok tahu padahal tempe. Coba kalau tadi saya jawab dengan sok yakin dan menunjuk arah yang ternyata salah, bukan membantu justru menyesatkan yang bisa jadi membuat si penanya jengkel. Maka tidak menjawab dan mengatakan tidak tahu ternyata berpahala. Berpahala karena kata Nabi yang namanya pahala itu sesuatu yang melegakan dada seusai kita melakukan suatu perbuatan.

Kira-kira seratus meter saya jalan pengendara motor itu nongol lagi di depan saya dari arah depan dan dengan helm terbuka tersenyum kepada saya dengan menunjukan tangannya, yang kupikir dia sudah mengetahui letak jalan yang dicari. Tambah seneng lagi, kebayang bagaimana jadinya tadi kalau saya menjawab salah, pasti dia lewat dengan cemberut dan mungkin dalam hati menyumpahi saya agar nyasar juga. 


15 komentar:

Lyliana Thia mengatakan...

ingatan saya sedang terganggu? serius Fip? knapa nggak bilang "nggak tau padahal tempe" aja?

ingatan teranggu =...

hehehe...

Ude Baha mengatakan...

ingetan jeleknya permanen apa ga tuh? :))

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

saya malah gakpernah bisa hafaljalan. rada sulit gitu. apalagi kalo lama gak ke satu tempat, bisa lupa arahnya

Aina mengatakan...

haha... pastu kamu aja yang udah pernah dapet pengalaman nanya jalan tapi disasarin..... xoxoxox....

Goyang Karawang mengatakan...

hehe.. kayaknya itu orang jadi mikir.. ini kok ada orang yg ingatannya lagi terganggu berani nyebrang jalan.. hehe

pakde sulas mengatakan...

mungkin pepatah " diam itu emas" berlaku disini
dari pada berkata salah lebih baik baik diam atau bilang tidak tahu he he he.....

SQ mengatakan...

Setuju mas. :) Katakan apa adanya kalau demikian adanya

Tomo mengatakan...

ya sebaiknya dijawab dengan jujur mas
kalo alamat jalan apa tidak tahu ya jawab saja tidak tahu

Gaphe mengatakan...

untung ya, nggak terlalu salah dan parah banget nunjukin jalannya. hahah.. kalo saya ditanya gitu, biasanya simpel jawabnya : maaf mas, saya bukan orang sini.. liat aja plat motor saya. hahaha...

lidya mengatakan...

saya malah ga tau sama sekali itu dimana :-D

IbuDini mengatakan...

Hahahah...emang seharusnya kita memberikan jawaban yang pasti apalagi bagi penanya alamat.
Kashan kan hanya dengan sedikit niat baik kita yang ragu2 bikin pasien jadi kebingungan karna alamat yg gak pasti.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

kalo saya mah kalo ga tau jalannya, saya arahin ke orang yang kira2 tau. :D

Muhammad A Vip mengatakan...

lyli:hehe
ude:enggak dong
fany:harus sering jalan2 berarti
aina:hoooo
goyang karawang:hahaha
pakde:iya pakde saya suka pepatah itu
SQ:sip
tomo:saya mencoba jujur itu
gaphe:saya juga sering begitu juga
lidya:hahaha
ibudini:iya bu

Muhammad A Vip mengatakan...

tukang colong:betul itu

Claude C Kenni mengatakan...

Kalo gua biasanya suka pura2 jadi bule, ditanya jalan langsung jawabnya "Ekskius mi? Ken u spik inglis?"

Wakakakak