Senin, 01 April 2013

Pengalaman Ditabrak Mobil

Menyimak berita tentang dua orang yang tewas ditabrak mobil saat berjalan kaki di akhir pekan lalu saya jadi ingat pengalaman dua minggu lalu, saat itu saya juga diseruduk Suzuki Ertiga dari belakang, cuma tak sampai mati saja. Dan sampai sekarang saya masih trauma, setiap berjalan di tepian jalan umum selalu ada rasa cemas karena takut diseruduk lagi.


Di Jakarta pejalan kaki memang tak begitu diperhatikan. Trotoar bagus hanya ada di daerah tertentu seperti di Jalan Tamrin dan Sudirman atau yang dekat-dekat kawasan itu, sedang di daerah pinggiran banyak jalan raya yang tanpa trotoar. Kalaupun ada banyak trotoar yang dijadikan tempat berjualan atau tempat parkir motor, pokoknya jadi pejalan kaki benar-benar nelangsa.

Pengalaman saya ditabrak mobil beberapa hari lalu sebenarnya tak ada kaitannya dengan trotoar, karena peristiwanya di sebuah gang kampung (pasti tanpa trotoar) saat saya hendak ke masjid untuk sholat. Saya yang berjalan sudah menepi dan di jalan yang sepi ternyata masih juga jadi korban prilaku tengik pengemudi. Benar-benar kaget waktu itu, karena tiba-tiba tanpa bilang permisi langsung bokong saya ditabrak dan satu tungkai kaki saya dilindes roda depan. Saya yang kesakitan dan terdiam di pinggir jalan hanya diintip lewat jendela yang dibuka sedikit dengan dilempar ucapan : "maaf tidak melihat". Asu tenan...

Sampai sekarang tungkai saya masih sakit dan sepertinya ada masalah. Dan terus terang sampai sekarang masih kepikiran pada Suzuki Ertiga itu. Ada juga muncul pikiran kotor, ingin ketemu lagi dan memecahkan kaca mobil itu. Semoga saja tidak ketemu, lagipula saya juga tak ingat nomor mobilnya juga wajah sopirnya.

Jadi lewat tulisan ini saya menghimbau kepada anda semua yang sering gagah-gagahan dalam berkendaraan, berhati-hatilah dalam berkendara karena mungkin saja mobil atau sepeda motor anda akan saya sambit pakai batu kalau sampai menabrak saya. Cukup bagi saya diseruduk dari belakang, tak ingin ada kedua kali. Pokoknya kalau anda berkendara harus waspada, saat melihat saya sedang berjalan kaki segeralah dipelankan lajunya dan kalau sempat bilang "permisi" dengan  suara yang lembut. Untuk yang kemarin bolehlah saya maafkan.

Tapi ngomong-ngomong yang baca tulisan ini pada punya kendaraan pribadi tidak ya?

11 komentar:

Ferdinand mengatakan...

Aku kendaraan punya, tapi lebih sering jalan kaki (naik kendaraan umum maksudnya). Soalnya capek macet2an klo bawa sendiri

Pengalaman hampir ditabrak juga pernah, pas nyebrang pernah, pas jalan dipinggir juga pernah... waktu kapan pernah agak marah tak geprak itu bagian depan mobilnya, orgnya cuma minta maaf aja... padahal jelas2 tanganku udah nandain pengen nyebrang

OOT: Pertanyaanmu tak jawab di blogku, Hosting & domain angkringane wes nggak gratisan mas, problem mulu pake gratisan hhe

Obat Sakit mengatakan...

wah buang jauh-jauh mas pikiran kotormu itu

Gen - Q mengatakan...

Saya punya ide... bagaimana kalau kita sedang berada di jalan umum, kita bawa bendera biar berkibar-kibar, menandakan kalau kita pejalan kaki yang wajib dihargai hak-haknya (^0^)/

Semoga cepat sembuh ya pak, biar marah-marahnya cepat hiang :)

meilya dwiyanti mengatakan...

lah mas'e waktu itu berhak looh meminta ganti rugi, kok mas'e meneng ae??

semoga cepet sembuh ya mas...

Coretan Hidup mengatakan...

Iya. Kalau di Jakarta jalanan begitu macet ya. Aku aja waktu kesana merasakan sekali betapa sulitnya utk pejalan kaki berjalan di jalan umum. Semuanya dikerubungi kendaraan yang hilir mudik entah kemana.sampai2 kadang mengabaikan keselamatan pejalan kaki lho :)

the others mengatakan...

Ya Allah... sudah nabrak masih bisa bersikap tidak peduli spt itu ya? Ih, jadi ikut gregetan deh.. Bener2 gak sopan tuh pengemudi ertiga itu.

catatan kecilku mengatakan...

Semoga gak terulang lagi kejadian spt itu ya? Dan semoga kakinya segera sembuh. Aamiin...

BTW aku belum sempat update blog Catatan Kecilku hingga hari ini hehehe

nuel mengatakan...

Sabar... sabar.... Hehehe

Muhammad A Vip mengatakan...

ferdi: ya tak dolane mengko
Tomo:ya, tak maapin itu orang
Gen Q:ide bagus, tapi pasti dikira orang gila
mei:wah, shok banget jadi nggak sempat ngapa-ngapain itu mobil sudah cabut aja, mungkin takut
mbak reni:banyak orang model begini sekarang mbak
nuel:temtu dong

Ario Antoko mengatakan...

aku pernah ditabrak motor saat berjalan kaki sebanyak 1 kali

pernah ditabrak angkot saat hendak menyeberang, sebanyak 1 kali

pernah terjatuh saat mengendarai motor karena diserempet angkot, sebanyak 1 kali

Muhammad A Vip mengatakan...

ario:lebih lengkap ente rupanya