Sabtu, 28 September 2013

Love Dot Net

Pada suatu ketika saya pernah menyapa seseorang yang duduk di samping saya dalam sebuah acara pertunjukan seni, wajahnya familiar karena dia memang teman facebook. Saya sebut namanya dan ternyata dia mengenal saya, tapi sayang tak ada obrolan yang seru karena sepertinya dia takut saya minta ongkos pulang. Saya pun bersikap biasa saja, tidak sok akrab apalagi dia terkesan tak butuh teman karena mungkin sudah punya teman banyak. Sampai sekarang masih berteman di facebook, tapi beberapa kali bertemu saya tak berani menyapa lebih dulu karena takut kecewa lagi.


Saya yakin banyak yang mengalami hal serupa ini. Bahkan mungkin lebih jauh dari itu dimana dalam kenyataan sehari-hari seseorang bermusuhan, tapi ternyata di internet berteman bahkan mungkin pacaran. Bukannya tidak mungkin mengingat banyak nama palsu dengan foto palsu pula eksis di jejaring sosial. Dan kemarin saya menonton film Bulgaria yang bercerita tentang pergaulan di internet yang semacam itu, judul film-nya LOVE.NET.

Di film yang pada bagian awalnya menampilkan hal-hal jelek dalam pergaulan di internet, seperti: perselingkuhan dan sikap ABG labil yang narsis yang senang pamer foto-foto seronok itu ternyata memaparkan kisah menarik yang layak direnungkan. Yang paling berkesan adalah cerita tentang sepasang suami-istri yang setiap hari dingin dalam pergaulan di rumahtangganya ternyata mereka berpacaran di internet. Setiap hari siang dan malam mereka chatting dengan nama samaran, saling jatuh cinta bahkan bicara tentang masalah-masalah pribadi. Padahal di rumah mereka tak pernah ngobrol, walau masih sering duduk bareng saat sarapan. Anak tunggalnya pun asyik sendiri dengan komputernya di kamar.

Akrab di internet bertahun-tahun saling membuka diri tanpa tahu pasti siapa yang dihadapi, entah bagaimana hal semacam itu bisa terjadi. Dan anehnya ketika dihadapkan pada kenyataan hidup yang sesunggunhnya tak lagi sehangat pergaulan jarak jauh itu, bahkan muncul penolakan. 

Hidup memang rumit apalagi di jaman tekhnologi informasi sekarang ini. Diri, terutama pikiran rasanya sudah bukan milik pribadi, tapi sudah dijalankan oleh kekuatan dari luar yang bisa jadi itu namanya syetan. Walaupun tentu saja masih tersedia kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat hidup menjadi lebih baik. 

Film LOVE.NET ini diproduksi tahun 2011, film baru tentunya, walaupun saya merasa film ini kurang mewakili jamannya. Pada tahun itu sudah mulai trend komputer tablet, tapi tak tampak ada yang menggunakan gadget itu. Mungkin karena ini bukan film Hollywood, jadi tak luar biasa baik dalam tampilan atau alur ceritanya. Tapi untuk seger-seger lumayan juga.

9 komentar:

Derby mengatakan...

jadi penasaran pengen nonton gan :D
kayanya seru nih ceritanya, kalo membaca kutipan dari tulisan di atas :)

Pendar Bintang mengatakan...

Dalam sebuah hubungan, komunikasi menjadi kunci. Saat komunikasi lancar dan apapun bisa dikomunikasikan dan janganlah sampai kita terhanyut dengan dunia maya kita.

twitter @masyhudaa mengatakan...

aku punya video malahyang chating itu anak perempuan dan ayahnya, nah pas mereka video call pada malam hari kagetlah mereka.. ha ha :D

Muhammad Affip mengatakan...

Derby: kalo belum 17 taun mending jangan :-p

Muhammad Affip mengatakan...

Pendar: iya, dunia maya bikin panjang angan2
Masyhuda: wah, lebih seru dan saru kayaknya itu hehe

Obat Sakit mengatakan...

judul pileme koyok domain di internet saja

Dihas Enrico mengatakan...

aha love.net bisa dijadikan referensi buat nonton niih....
tp emang kadang kalau ketemuan sama temen di fb suka canggung awalnya padahal awal adalah mewakkili segalanya...

tomo mengatakan...

wah ngapain tdk berani minta ongkos pulang...

Muhammad Affip mengatakan...

Dihas:asal sudah 17 tahun ke atasdibolehkaan nonton
Tomo: aku biasa jalan kaki jadi gak butuh ongkos, paling duit buat minum :-D